Liu Yiting (NetEase News)
Dream - Liu Yiting masih anak-anak. Usianya baru enam tahun. Namun Liu harus menghabiskan hari-harinya dengan menyapu jalanan. Membantu sang nenek bekerja. Padahal anak-anak seusianya bersekolah.
Dikutip Dream dari Shanghaiist, Jumat 5 Desember 2014, sebenarnya sang kakek telah mendaftarkan Liu ke sebuah sekolah. Namun sayang, sekolah menolak bocah asal Jining, Shandong, China, ini. Sebab, sang kakek tak punya hak asuh dan tak bisa menunjukkan dokumen jaminan sosial orangtua Liu.
Di kota itu, Liu memang tinggal dengan kakek dan neneknya. Orangtuanya telah bercerai empat tahun silam. Sang ayah bekerja di Shenzhen setahun lalu. Sementara sang ibu telah hilang kontak empat tahun silam, sesaat setelah bercerai dengan ayah Liu.

Setelah ditolak oleh sekolah, Liu ikut membantu kakek dan neneknya menyapu jalanan dan tempat umum lainnya. Dia rela membantu sang nenek melakukan pekerjaan ini. Mereka bisa mengumpulkan upah sebesar 3 ribu RMB atau sekitar Rp 6 juta.
Liu merupakan contoh kecil saja masalah anak di China. Menurut laman Shanghaiist, masalah ini sudah jamak terjadi karena proses modernisasi di China. Banyak orangtua yang meninggalkan anak mereka untuk bekerja di kota.
Anak-anak yang ditinggal bekerja itu rata-rata tinggal bersama sang kakek atau nenek. Sementara, kakek dan nenek mereka hanya memiliki pendidikan yang rendah. Sehingga perkembangan mental anak-anak ini mengkhawatirkan. Kasus ini banyak disorot oleh media setempat.
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!