Dora Menyesal Cakari Aiptu Sutisna, Apa Motif Amukannya?

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 20 Desember 2016 11:15
Dora Menyesal Cakari Aiptu Sutisna, Apa Motif Amukannya?
Polres Metro Jakarta Timur telap memeriksa Dora terkait kasus dia mengamuk pada Aiptu Sutisna.

Dream – Polisi tetap memeriksa Dora Natalia Singarimbun, meski wanita itu telah meminta maaf dan berdamai dengan Aiptu Sutisna –anggota Satlantas Polda Metro Jaya yang dia amuk. Polisi beralasan, pemeriksaan itu dilakukan karena Dora dan Sutisna belum menyerahkan surat perdamaian itu.

“ Itu (surat damai) mereka belum pernah menyampaikan kepada kami semua,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Agung Budi Jono, di Jakarta, kemarin.

Dora datang memenuhi panggilan polisi ditemani ibunya pada Senin kemarin. Dalam pemeriksaan yang berjalan sekitar 4 jam, Polisi mengajukan lebih dari 20 pertanyaan mengenai peristiwa mengamuknya Dora di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, pada Selasa pekan lalu.

Dalam pemeriksaan, kata Agung, Dora mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Tetapi, polisi tak bisa menjelaskan motif di balik penyerangan tersebut.

“ Kami enggak bisa secara detail menanyai permasalahan lebih dalam lagi. Kalau ada penyesalan, yang bersangkutan (Dora) yang tahu,” ujar Agung.

Dia menambahkan, Polres Jakarta Timur masih mempertimbangkan apakah pemeriksaan Dora akan lanjutan atau tidak. “ Kami akan lihat dulu hasil pemeriksaan tadi. Kalau kira-kira cukup ya cukup, kalau kurang nanti kami akan atur lagi,” kata dia.

Atas penyerangan yang dilakukan Dora, polisi akan menyangkakan Pasal 212 KUHP tentang Melawan Pejabat atau Petugas Yang Sedang Bertugas. Dora terancam hukuman kurungan penjara 1 tahun 4 bulan.

1 dari 2 halaman

Ini Kata Dora Saat Bertemu Polisi Korban Amukannya

Dream - Dora Natalia Singarimbun, perempuan yang mengamuk seorang polisi itu akhirnya minta maaf. Perstiwa itu terekam dari unggahan foto Kabag Renmir Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Irvan Prawira di akun Facebook miliknya.

Dalam foto tersebut, Irvan tak menyebut apakah perempuan berjilbab yang mencium tangan Polisi tersebut adalah Dora Natalia. Dia hanya membubuhkan keterangan foto.

" Ini menjelaskan segalanya
Alhamdulilah
Allah Maha Besar
Allah Maha Mengampuni

" #stopkebencian," tulis Irvan, Jumat, 16 Desember 2016.

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar membenarkan foto perempuan berkerudung ungu tersebut ialah Dora Natalia. Menurut Indra, perempuan yang bekerja di Mahkamah Agung itu datang ke Ditlantas Polda Metro Jaya sejak Jumat pagi untuk meminta maaf.

" Itu (foto) siang jam 2 di kantor, di Ditlantas Polda Metro Jaya. Sebenarnya mereka sudah datang dari pagi," ucap Indra saat dimintai konfirmasi, Jumat, 16 Desember 2016.

Suasana minta maaf itu, kata Indra, berjalan dengan suasana haru. Itu lantaran saudara-saudara dan orang tua Dora yang telah berusia lanjut rela datang ke Jakarta untuk menemani putrinya.

" Tujuan mereka adalah meminta maaf dengan sedalam-dalamnya, tidak ada maksud ini dan sebagainya. Pokoknya ada acara sedih2 lah," ucap dia.

2 dari 2 halaman

Minta Maaf dengan Terbata-bata

Dalam momen pertemuan kedua tersebut, Dora dan korbannya, Aiptu Sutisna sempat terlibat pembicaraan. Walau terbata-bata Dora mengaku menyesal atas perbuatannya.

" Ibu Dora pun dari awal tidak bisa bicara karena memang terasa penyesalan dan pribadi pak sutisna seperti itu kan. Dari awal sampai akhir gituuuu terus (cium tangan dan menangis)," ucap dia.

Permintaan maaf secara lisan itu disambut oleh Sutisna. Menurut Indra, usai kejadian, Sutisna sebetulnya telah memberi maaf.

" Beliau dengan besar hati menerima permohonan maaf itu. Dari faktor dan alasan kemanusiaan kan kenapa tidak, Allah saja maha pemaaf," ucap dia.

Permintaan antara Dora dan Sutisna akhirnya disertai surat kesepakatan bersama yang isinya permohonan maaf dan proses perdamaian.

Surat permintaan maaf Dora© dream.co.id

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More