Duh, Ada Kabar Buruk Bagi Ibu Hamil yang Suka Ngopi

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 13 Februari 2021 10:30
Duh, Ada Kabar Buruk Bagi Ibu Hamil yang Suka Ngopi
Siap mendengarkan para ibu hamil?

Dream - Bagi penyuka kopi, sehari tak minum pasti ada yang kurang. Bisa bikin kurang bersemangat atau tak berkonsentrasi. Lalu bagaimana dengan ibu penyuka kopi dan tengah hamil?

Banyak yang mengatakan kalau kopi tak terlalu bahaya untuk janin asalkan dikonsumsi tak berlebihan. Rupanya ada fakta lain hasil penelitian tim dari University of Rochester Medical Center, New York, Amerika Serikat.

Menurut penelitian mereka, menghindari asupan kafein, baik dari kopi, teh, minuman energi atau hal lain mungkin merupakan langkah penting untuk mencegah masalah perilaku pada anak-anak di kemudian hari. Studi tersebut mengatakan bahwa kebiasaan ibu minum kafein saat hamil dapat memengaruhi beberapa jalur otak penting dalam janin yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah perilaku.

" Ini adalah semacam efek kecil dan tidak menyebabkan kondisi kejiwaan yang menghebohkan, tetapi menyebabkan masalah perilaku yang minimal tapi terlihat jelas. harus membuat kami mempertimbangkan efek jangka panjang dari asupan kafein selama kehamilan," kata John Foxe, peneliti utama dalam Studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja dan Direktur Del Monte Institute for Neuroscience, dikutip dari Fatherly.

 

1 dari 5 halaman

Masalah Perilaku Pada Anak

Penelitian ini tidak menunjukkan perubahan besar pada otak anak-anak, tetapi menemukan gejala kesulitan perhatian, masalah perilaku, dan hiperaktif pada anak-anak yang diteliti.

" Saya kira hasil dari penelitian ini akan menjadi rekomendasi bahwa kafein apa pun selama kehamilan mungkin bukan ide yang bagus," kata Foxe.

Para peneliti menganalisis pemindaian otak dari 9.000 anak usia sembilan dan sepuluh tahun dan menemukan perubahan dalam jejak materi putih yang membentuk koneksi di antara berbagai wilayah otak pada anak-anak yang ibunya mengatakan bahwa mereka mengonsumsi kafein selama kehamilan. Untuk pencegahan masalah perilaku anak di kemudian hari, jika berencana hamil atau sedang hamil, lebih baik hentikan atau setidaknya kurangi konsumsi kafein.

2 dari 5 halaman

Siap-siap, Ini yang Dihadapi Ibu Saat Hamil Kedua

Dream - Tiap kehamilan berbeda, meskipun dialami oleh orang yang sama. Anak pertama, kedua, ketiga dan seterusnya selalu memiliki cerita sendiri saat mengandungnya. Usia ibu, kondisi tubuh, pengalaman serta psikologis akan sangat mempengaruhi.

Pada banyak ibu, kehamilan kedua lebih berat karena faktor bertambahnya usia dan kondisi fisik yang menurun tak seperti saat hamil anak pertama. Ada juga yang justru merasa lebih menikmati meskipun berat secara fisik karena kondisi psikologis lebih siap.

Bagi Sahabat Dream yang sedang menyiapkan diri untuk hamil anak kedua, lakukan persiapan matang. Kondisi-kondisi berikut mungkin saja terjadi.

1. Buncitnya perut lebih cepat terlihat
Rahim tidak bisa menyusut kembali ke ukuran aslinya setelah kehamilan. Tubuh sudah memiliki 'permulaan' yang lebih awal.

" Rahim pernah melakukan ini sebelumnya. Ligamen dan otot telah meregang dan buncit karena kehamilan akan terlihat lebih cepat," ujar Jillian Coolen, seorang dokter kandungan.

2. Merasakan gerakan lebih awal
Sudah berpengalaman di kehamilan pertama, ibu akan lebih cepat menyadari gerakan janin dalam rahimnya. Ibu akan lebih sadar dengan perubahan fisiknya dan sensitif.

" Pertama kalia hamil, ibu mungkin mengira gerakan janin karena kembung di perut seperti gas, tapi kedua kalinya, ibu langsung mengenali itu sebagai gerakan janin," ujar Nicola Strydom, seorang bidan.

 

3 dari 5 halaman

Mudah Lelah dan Nyeri

3. Ibu lebih mudah lelah
Bertambahnya usia, lalu ada balita atau harus mengurus anak pertama, tentu sangat menguras fisik ibu. Ditambah lagi kehamilan kedua, membuat ibu jadi lebih cepat lelah tapi ini bukan satu-satunya penyebab.

" Ibu di kehamilan kedua sering lupa untuk mengonsumsi suplemen yang direkomendasikan. Padahal vitamin kehamilan dapat mempengaruhi tingkat energi dokter mungkin juga meresepkan suplemen zat besi untuk meningkatkan energi," kata Strydom.

4. Ibu merasa lebih sakit dan nyeri
Tubuh dengan sangat cepat mulai mengendurkan persendiannya, menyebabkan lebih banyak nyeri tubuh pada bayi kedua daripada yang pertama. Hormon relaxin, yang biasanya meningkat dalam 14 minggu pertama kehamilan, kemudian menurun ke posisi stabil sekitar 24 minggu, cenderung bekerja lebih aktif saat kehamilan kedua.

" Bayi mungkin juga posisinya lebih rendah di perut, karena peregangan sebelumnya, yang dapat menyebabkan sakit punggung, pinggul kendur, dan nyeri ligamen," kata Coolen.

5. Nyeri pasca melahirkan lebih buruk
Setelah bayi kedua lahir, tonus otot rahim lebih sedikit daripada yang pertama, dan lebih agresif dalam menjepit bayi secepat mungkin untuk mengurangi kemungkinan pendarahan. Hal ini menghasilkan rasa sakit yang lebih kuat, kontraksi pascapartum yang membuat rahim kembali ke ukurannya. Rasanya lebih sakit saat menyusui, karena menyusui melepaskan oksitosin, yang dapat memicu kontraksi.

4 dari 5 halaman

Masuki Trimester Kedua, Ibu Hamil Jadi Glowing?

Dream - Ibu hamil kerap mendapat pujian penampilannya lebih bersinar dan tampak glowing. Terutama memasuki usia kehamilan 12 minggu atau 4 bulan (trimester kedua). Hal inilah yang dikenal dengan istilah 'pregnancy glowing'.

Ada penjelasan medis mengapa ibu hamil tampak lebih cantik dan bercahaya di trimester kedua. Hal ini terkait dengan fluktuasi hormon dan aliran darah, tetapi kilauannya juga dapat dikaitkan dengan perubahan psikologis yang dialami ibu.

" Selama kehamilan, kombinasi beberapa faktor dapat membuat kehamilan bersinar. Volume darah yang lebih besar membawa lebih banyak darah ke pembuluh, menghasilkan kulit yang terlihat memerah," ujar dr. Yvonne Butler, dikutip dari Mayo Clinic.

Peningkatan jumlah hormon yang dilepaskan selama kehamilan dapat membuat kulit terlihat memerah, memberi tampilan bercahaya. Hormon semacam itu termasuk estrogen, progesteron, dan human chorionic gonadotropin.

 

5 dari 5 halaman

Psikologis Ibu Juga Berperan

Selama kehamilan, tubuh menghasilkan lebih banyak darah. Ini karena rahim dan organ vital membutuhkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan janin. Peningkatan volume darah seperti itu juga melebarkan pembuluh darah ibu, membuat kulit ibu merah dan bercahaya.

" Perubahan kadar hormon juga bisa menyebabkan kelenjar kulit di wajah mengeluarkan lebih banyak minyak (sebum). Hal ini bisa membuat kulit terlihat sedikit lebih berkilau," kata Butler.

Sayangnya, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kilau kehamilan dapat memiliki sisi negatif. Kadar hormon yang berfluktuasi selama kehamilan bisa membuat ibu hamil jadi lebih rentan berjerawat.

Dikombinasikan dengan peningkatan aliran darah dan perubahan hormonal, peregangan kulit juga dapat membuat kulit lebih bersinar selama kehamilan. Biasanya kondisi ini ketika kehamilan di trimester kedua.

Saat mual sudah mereda, ibu lebih nyaman dan mulai menikmati momen kehamilannya. Ibu juga lebih stabil secara psikologis dan ini terlihat dari luar.

Beri Komentar