(Xinhua/Barcroft Media)
Dream - Setelah ledakan di pos polisi lalu lintas depan Gedung Sarinah, tiba-tiba seorang pria yang mengenakan tas ransel muncul dari kerumuman massa. Kemudian mengarahkan senjata dan menembaki secara membabi buta.
Kerumanan massa di lokasi ketakutan. Mereka lari kocar-kacir menyelamatkan diri. Si pria yang mengenakan topi dan sarung tangan, dengan senjata laras pendek itu terus menembaki secara brutal.
Pria yang menembaki warga itu bertinggi badan sekitar 168 sentimeter. Masih berusia sekitar 25-27 tahun. " Waktu mau ngokang pistol, dia sambil mundur-mundur, setelah itu dia lari," tutur Ruly salah satu saksi mata.
© (Xinhua/Barcroft Media)
Tak berhenti sampai di situ. Pelaku makin beringas dan brutal...simak halaman berikutnya!
(Ism)
Dream - Pria itu juga membidikkan senjata ke arah polisi. Dor..dor..dor..!! Massa berhamburan. Satu orang yang ada di kerumunan tewas tertembak di kepala.
Pelaku juga bergerak ke arah mobil polisi dan menghampiri polisi lain. Satu anggota polisi yang ada di situ ambruk seketika terkena tembakan si pria.
© Xinhua/Barcroft Media
Si pria kemudian berlari ke dalam gedung Cakrawala. Polisi anti teror langsung menyergap. Baku tembak kembali meletus. Situasi makin mencekam.
Dream - Sebuah video amatir seorang netizen dengan memperlihatkan detik-detik menjelang ledakan di areal parkir kafe Starbucks, Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta.
Dalam video, terlihat dua orang sibuk mengutak-atik sesuatu di samping mobil putih dekat pohon.
Pria pertama berkaos gelap dan bercelana jins terlihat menggendong tas ransel. Pria itu tepat berjongkok di samping mobil.
Tiba-tiba terlihat kilatan api ledakan tepat di depan pria tadi berbarengan dengan suara ledakan. Apakah dia si 'calon pengantin'? Istilah yang digunakan untuk pelaku bom bunuh diri.
“ Bunuh diri, bunuh diri,” suara si perekam peristiwa itu.
Diduga 2 orang itu komplotan teroris yang sengaja meledakkan diri. Hingga kini polisi masih memburu beberapa pelaku bersenjata yang lari ke dalam gedung.
Dream - Foto seorang pria yang tidak diketahui identitasnya terlihat menenteng senjata di Jalan Thamrin, usai ledakan bom di Jakarta, 14 Januari 2016, beredar di sosial media.
Pria yang mengenakan sarung tangan, topi, baju hitam, dengan tas ransel itu terlihat mengarahkan senjata laras pendek ke arah kerumuman orang di lokasi kejadian.
Warga di sekitar ketakutan. Mereka lari kocar-kacir menyelamatkan diri. Hingga kini belum diketahui siapa pria yang ada di foto tersebut. Namun diduga kuat adalah salah satu pelaku teror.
Pasca terjadi peristiwa teror itu, kepolisian mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian, yakni sekitar perempatan Sarinah, Pos polisi dan Starbuck Coffe gedung Djakarta Theater.
Garis polisi sudah terpasang di lokasi kejadian. Berdasarkan pantauan Dream, ditemukan beberapa buah proyektil peluru, satu peralatan tang, pecahan helm dan sebuah sepatu bagian kiri di samping Starbuck Coffee. (Ism)
Dream - Puluhan petugas kepolisian melakukan pengejaran terhadap para penembakan dan bom bunuh diri ke beberapa gedung dan pos polisi di sekitar Sarinah, Jl MH Thamrin, Kamis 14 Januari 2016.
Sejak terjadi ledakan, terlihat tida orang tewas di pos polisi Sarinah. Satu diantaranya polisi dan diduga ada jasad pelaku.
Saat ini wmasyarakat di sekitar Sarinah diisolasi untuk tidak keluar dari gedung. Para saksi mata mengatakan, salah seorang pelaku berkulit gelap dan berambut ikal, membawa tas ransel di punggungnya.
" Dia mengenakan rompi," kata seorang saksi mata. Berikut FOTO: Detik-detik Penyergapan Teroris Sarinah . (Ism, Sumber Foto : ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Dream - Kawanan teroris tidak hanya meledakkan bom di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Mereka juga melepaskan tembakan ke arah warga yang berada di sekitar Sarinah.
“ Teroris muncul setelah ledakan di Pos Polisi Sarinah, mereka menembaki warga yang saat itu berkerumun,” kata saksi mata, Ruly Bustaman, di Jakarta, Kamis 14 Januari 2016.
Saat ledakan itu, Ruly tengah melakukan rapat di lantai 8, Gedung Oil Center, Jakarta Pusat. Dari ruang rapat, dia mendengar ledakan. “ Saya kira itu mobil tabrakan,” ujarnya.
Penasaran, Ruly turun dan ingin mengetahui sumber ledakan. “ Saya turun, bom meledak lagi.”
Ruly kemudian turut menghambur ke arah Sarinah. Ingin mengetahui sumber ledakan. Di sanalah dia menyaksikan pemandangan yang mengerikan.
“ Ada lelaki warga negara asing tangannya hancur,” kata Ruly. Dia juga bertemu dengan salah seorang pegawai Starbuck yang panik dan berteriak-teriak ada korban tewas.
Di tengah kepanikan itu, banyak orang yang berkerumun di Pos Polisi Sarinah yang diledakkan. Saat itulah seorang teroris muncul dan menembaki warga. “ Teroris menembaki kerumunan.” Mencekam.
Menurut Ruly, teroris yang menembaki warga itu bertinggi badan sekitar 168 sentimeter. Masih berusia sekitar 25-27 tahun. “ Waktu mau ngokang pistol, dia sambil mundur-mundur, setelah itu dia lari,” tutur Ruly. (Ism)