Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Syamsuddin Uba, Mantan Deklarator ISIS Indonesia (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Nama Syamsuddin Uba sempat ramai menjadi pembicaraan beberapa tahun lalu. Ini lantaran dia sempat mendeklarasikan dukungan kepada kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Deklarasi dukungan tersebut berlangsung pada 3 Agustus 2014 di Masjid Muhajirin, Bekasi, Jawa Barat. Data kepolisian menyebut deklarasi itu dihadiri 150 orang simpatisan.
Meski begitu, Syamsuddin membantah tudingan kepolisian yang menyebut dia pendiri ISIS di Indonesia. Dia mengatakan secara struktural ISIS tidak terbentuk dan yang ada hanya dukungan.
" ISIS secara struktural tidak ada. (Dukungan) ISIS sudah bubar setelah deklarasi khilafah pada tanggal 1 Ramadan 1453 H (28 Juni 2014)," kata Syamsuddin di Masjid Al-Fattaah, Menteng, Jakarta, kemarin.
Syamsuddin mendukung ISIS karena menganggap kelompok itu bagian dari perjuangan umat Islam. Bahkan, dia mengakui tokoh penting dalam ISIS Abu Bakar Al Baghdadi sebagai khalifah.
" Ya memang ISIS itu kan Islam dan saya mengakui Syeikh Abu Bakar Al Baghdadi layak sebagai khalifah," ujar dia.
Usia bubarnya gerakan pendukung ISIS di Indonesia, Syamsuddin mengatakan para pengikut mereka berpisah. Meski begitu, gerakan pembaiatan yang dilakukan kelompoknya masih terus berjalan.
" Menurut data, 700 orang telah dibaiat. Beberapa lainnya dibaiat di masjid umum. Untuk baiat yang secara perorangan saya tidak tahu," ucap dia.
Dari ratusan orang yang dibaiat itu rencananya akan dikirim ke Baghdag, Iraq. Tetapi, dia menyangkal pelaku teror di Kawasan Sarinah merupakan bagian dari orang-orang yang dibaiat.
" Saya tidak melakukan pembaiatan terhadap para pelaku teror saat terjadi bom di Jalan MH Thamrin," kata dia.
" ISIS Itu tidak punya seperti itu. Tapi saya tidak ingin menduga-duga ISIS atau bukan," ujar dia menambahkan.
Mengenai keberadaan Bahrum Naim, dirinya tak mengetahui. Hanya saja, dia mengenal nama-nama seperti Bahrun Syah dan Fahri.
" Kedua orang itu tidak ada saat deklarasi. Bahrun sudah berangkat ke Timur Tengah. Adapun Fahri di penjara di Polda Nusa Tenggara Timur," kata dia.
Dia mengatakan secara pribadi dirinya menolak terorisme. Yang dia lakukan adalah menyuarakan kembali suara Islam yang terhimpit dalam konflik ISIS di Suriah dan Iraq.
" Kami semua antiteroris. Tapi, di sana ada suara Islam pasti kita dukung. ISIS itu Islam, tapi terorisnya tidak. Kami tetap antibom," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya