Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Demo Di Depan Kedubes Rusia (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Langkah Rusia menjalankan agresi ke Suriah dengan dalih memerangi terorisme mendapat kecaman. Aksi itu dinilai justru menimbulkan dampak merugikan yaitu tewasnya puluhan ribu warga sipil.
Atas dasar itu, sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Merah Putih (AMP) menggelar aksi unjuk rasa. Massa mendesak Rusia segera menghentikan agresi. Massa menilai agresi tersebut memperburuk kondisi kemanusiaan.
" Alasan Rusia untuk masuk ke Suriah dengan dalih memerangi terorisme, justru bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Dari data Syrian Observatory for Human Right setidaknya 22.000 orang tewas dalam agresi Rusia," ujar koordinator aksi Wisnhu Teguh Tri Kuncoro di depan Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia di Kuningan, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2016.
Dalam aksi ini, AMP sempat meminta bertemu dengan Duta Besar Rusia Mikhail Galuzin. Tetapi, permintaan tidak terpenuhi lantaran kantor Kedubes Rusia belum beroperasi usai libur tahun baru.
" Kami menyayangkan tidak bisa bertemu dengan otoritas Kedubes Rusia dengan alasan masih libur," kata Wisnhu.
Wisnhu mengatakan selain menggelar demonstrasi di Kedubes Rusia, AMP juga akan mendesak negara-negara pendukung invasi di Suriah. Negara-negara yang dimaksud Wisnhu yaitu Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
" Ke depan kami akan terus menggelar aksi demonstrasi. Hingga invasi negara-negara Barat ke Suriah berhenti," ujar dia.
Demonstrasi yang dilakukan sejak pukul 13.30 WIB itu dijaga ketat oleh personil gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan. Pantauan Dream di lokasi, situasi selama demonstrasi berlangsung relatif terkendali.
Meski begitu, kondisi lalu lintas di Jalan Rasuna Said terpantau ramai lancar. Arus kendaraan sedikit tersendat tepat di depan Kedubes Rusia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya