Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Irjen Kemenag M Jasin (kiri) Saat Peluncuran Karya Pegawai Di Gedung Itjen Jakarta Selatan (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pembenahan kinerja di Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan peningkatan. Ini ditandai dengan diraihnya predikat akreditasi B dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) sepanjang tahun kerja 2015.
Inspektur Jenderal Kemenag M Jasin mengatakan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) yang dikeluarkan Kemen PANRB memberikan nilai 62,02 bagi Kemenag. Penilaian itu diberikan atas dasar integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.
" Pada tahun sebelumnya, 2014, kinerja Kemenag mendapatkan nilai 55 dengan predikat C," kata Jasin usai acara peluncuran 50 buku karya pegawai di lingkungan Kemenag, Jumat, 8 Januari 2016.
Hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil yang dikeluarkan oleh audit internal Inspektorat Jenderal Kemenag. Dalam laporan instansinya, Jasin mengatakan capaian kinerja Kemenag berada pada angka 62,28.
" 2014 lalu penilaiannya 54,83. Tetapi, di tahun 2015 meningkat menjadi 62,28 atau naik predikatnya menjadi B. Ini kemudian meningkatkan tunjangan kinerja yang awalnya 40 persen menjadi 60 persen," ucap dia.
Jasin berharap capaian ini dapat terus meningkat. Sebab, selain kinerja yang mulai terlihat membaik, pengelolaan keuangan Kemenag juga mendapat peringkat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Disertai Paragraf Penjelasan (WTP-DPP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Meski begitu, Jasin belum sepenuhnya bangga dengan capaian tersebut. Sebab, peringkat WTP diraih Kemenag belum utuh, sehingga dia ingin capaian tersebut dapat diraih sepenuhnya di tahun ini.
" Pada 2016, penilaian WTP sudah harus ada perbaikan dengan hilangnya kata 'Dengan Paragraf Penjelasan'," ujar dia.
Lebih lanjut, Jasin akan terus mengawasi pengelolaan kinerja dan keuangan Kemenag dengan lebih detail. Sebab, di 2015 lalu, dia masih menemukan beberapa pegawai nakal di lingkungan Kemenag.
" Temuan-temuan di 2015 banyak yang mengindikasikan tidak ada niatan jahat. Kalaupun yang niatannya jahat itu persentasenya kecil. Tapi, kami dari Inspektorat akan melakukan pencegahan," kata Jasin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya