Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Di Madaya
Dream - Kebinasaan. Inilah sisi lain peperangan. Tak peduli siapa pemenang di medan laga. Di seberang sana, pasti ada yang binasa.
Dan inilah kabar duka dari Madaya. Wilayah pedalaman Damaskus, Suriah --negeri yang koyak oleh perang saudara. Dekat perbatasan Lebanon. Seluruh penduduk di daerah itu terancam mati. Menyusul yang tewas tertembus peluru dan lumat oleh bom di medan laga negeri Syam.
Sudah 7 bulan wilayah berpenduduk 40.000 jiwa itu dikepung tentara. Bagi yang melarikan diri, tewas diterjang pelor. Yang masih hidup ditangkap. Dikerangkeng. Sementara, yang berdiam di rumah, juga terancam mati. Kelaparan.
Photos from besieged Madaya, Syria. Man & woman reportedly died of starvation, first in 2016 https://t.co/iBAmcC66Mw pic.twitter.com/mq3LW7mfCW
— أساÙ�ة (@OSilent4) January 3, 2016
Sejak dikepung pada Juli tahun lalu, wilayah itu bak neraka. Mereka tak bisa makan. Semua gudang logistik sudah kosong. Dapur memang masih mengepul. Tapi lihatlah apa yang mereka masak. Rumput dan dedaunan.
Telusuri saja lini masa Twitter dengan tagar #madaya. Di sana Anda akan melihat gambar-gambar menyayat hati. Orang dewasa, anak-anak, laki dan perempuan, mereka kurus kering. Tinggal tulang terbungkus kulit. Mati dengan perut kempis.
Bahkan, tak sedikit warga yang ingin menukar barang berharga dengan makanan. Mobil ditukar dengan 10 kilogram beras dan 3 kilogram susu.
This car is for sale for 10 kgs of #rice and 3 kgs of #Nido milk. Hungry #Madaya #Syria #Assad atrocities pic.twitter.com/iSJOQ8ZBqO
— Raed Bourhan (@raedbrh) December 27, 2015
“ Saya makan daun stroberi pada malam hari. Saya sudah tak memiliki makanan selama tiga bulan,” kata Rajai, sebagaimana dikutip Dream dari Vice News, Kamis 7 Januari 2016.
Have you ever been forced to each such grass? #Madaya kids do #Syria #Madaya_is_starving pic.twitter.com/UxSd5ypPCK
— Raed Bourhan (@raedbrh) January 5, 2016
“ Anak-anak di sini sekarang makan daun dari pohon-pohon dan yang tua dan dewasa banyak yang mati,” tambah dia. Sejak dikepung hingga kini, berat Rajai susut 22 kilogram.
Warga di Madaya benar-benar butuh bantuan. “ Setiap hari dilewatkan dnegan taruhan nyawa masyarakat. Mohon, komunitas internasional harus bertindak cepat, mohon bertindak cepat menyelamatkan hidup masyarakat di sini,” tutur Khaled, dokter di Madaya, sebagaimana dikutip ABC News.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya