Ini Wanita Pertama yang Keluar Angkasa dalam 17 Tahun Terakhir

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 27 September 2014 09:08
Ini Wanita Pertama yang Keluar Angkasa dalam 17 Tahun Terakhir
Elena akan naik pesawat ulang-aling Soyuz TMA-14M yang lepas landas dari Kazakhstan menuju Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Dream - Elena Serova akan menjadi kosmonot wanita Rusia pertama yang melakukan perjalanan ke ruang angkasa dalam 17 tahun terakhir.

Bersama dengan kosmonot Alexander Samokutyaev dan astronot NASA Barry Wilmore, Serova akan naik pesawat ulang-aling Soyuz TMA-14M yang lepas landas dari Kazakhstan menuju Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Pada Jumat dini hari WIB, Elena Serova dijadwalkan untuk memulai misi enam bulan bersama dengan kosmonot Samokutyaev dan astronot Wilmore.

Para awak Soyuz itu akan bergabung dengan tiga astronot yang sudah ditempatkan di stasiun ruang angkasa, sebagai bagian dari misi antar badan antariksa yang disebut Ekspedisi 41.

Misi ini akan menjadikan Serova kosmonot wanita Rusia pertama yang tinggal di stasiun ruang angkasa dan kosmonot wanita Rusia keempat yang mencapai ruang angkasa dalam sejarah badan antariksa Rusia, di mana lebih dari 100 kosmonot laki-laki telah melakukan penerbangan.

Pada November, Ekspedisi 41 akan berakhir ditandai kepulangan tiga awak saat ini dan kedatangan Serova dan rekan-rekannya untuk tinggal di ISS melalui Ekspedisi 42. Pesawat ruang angkasa dan roket pembawa yang akan digunakan dalam peluncuran telah dikirim dan diinstal di Kazakhstan pada Selasa lalu.

Sebelumnya, kosmonot Valentina Tereshkova membelah langit kosmik pada 1963 ketika ia menjadi wanita pertama yang melakukan perjalanan ke ruang angkasa menggunakan roket Rusia Vostok 5.

Namun sejak misi Tereshkova berakhir, badan antariksa Rusia dan pejabat terkait menolak mengirim wanita lagi ke luar angkasa.

Namun Rusia kembali mengirim kosmonot wanita pada awal 1980-an, ketika Svetlana Savitskaya menjadi wanita pertama yang melakukan perjalanan ke angkasa. 17 tahun kemudian, Rusia kembali mengirim kosmonot wanita bernama Yelena Kondakova pada 1997.

Diskriminasi gender dalam badan antariksa Rusia bukan sesuatu yang baru. Ketika Soyuz TMA-11 mengalami masalah teknis pada 2008, Anatoly Perminov, kepala program luar angkasa Rusia, berkata kegagalan itu terkait dengan takhayul kapal laut kuno yang menyebut jika seorang wanita menjadi salah satu kru, maka nasib buruk akan menimpa kapal tersebut.

" Tentu saja di masa depan, kami akan bekerja untuk memastikan bahwa jumlah perempuan tidak akan melampaui (jumlah laki-laki)," tambah Perminov.

Dalam sebuah wawancara dengan program televisi Rusia pada tahun 2012, Serova mengatakan diskriminasi ini berakar pada nilai-nilai budaya tradisional. Banyak yang terlibat program ruang angkasa melihat perjalanan luar angkasa bukan 'profesi wanita'.

Serova berharap untuk menjadi teladan bagi perempuan Rusia lainnya. Terutama bagi sesama kosmonot Anna Kikina, satu-satunya wanita lain di korps kosmonot yang berjumlah 35 orang.

" Saya tidak pernah berpikir tentang kosmonot sebagai hal yang berlebihan. Ruang angkasa adalah tempat di mana saya ingin bekerja, dan itulah apa yang saya pikirkan. Ini pekerjaan saya," kata Serova dalam wawancara sebelum penerbangan oleh NASA.

(Sumber: Mashable)

Beri Komentar