Kala Negara Arab Ramai-ramai `Kucilkan` Iran

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 5 Januari 2016 11:32
Kala Negara Arab Ramai-ramai `Kucilkan` Iran
Setelah Arab Saudi, negara-negara Arab mulai memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Siapa saja?

Dream - Kerajaan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Keputusan ini menyusul penyerangan dan pembakaran dua kantor kedutaan Arab Saudi di Iran akhir pekan lalu.

Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Adel Jubeir melalui siaran langsung melalui stasiun televisi Al Arabiya. Dia juga menyatakan pihaknya meminta para staf diplomatik Iran segera meninggalkan kedutaan di Saudi dalam waktu 48 jam.

Di samping itu, Jubeir menyebut Iran memiliki catatan panjang pelanggaran misi diplomatik. Dia juga menyebut Teheran menyebarkan ancaman regional lantaran terlibat penyelundupan senjata dan bahan peledak untuk jaringan Al Qaeda sejak 2001.

Penyerangan terjadi pada Sabtu pekan lalu oleh para warga Iran sebagai protes atas eksekusi 47 warganegara Iran di Riyadh. 47 orang tersebut didakwa terlibat dengan jaringan terorisme, termasuk pengkhotbah Syiah Nimr Al Nimr dan ideolog Al Qaeda Fares Al Shuwail.

Para pengunjuk rasa menyerang kedutaan Saudi di Teheran, merusak perabotan lalu membakarnya. Langkah mereka sempat dihalau oleh kepolisian setempat. Beruntung, tidak ada staf diplomatik yang berada di dalam gedung saat penyerangan terjadi.

Protes serupa yang berujung pada penyerangan dan pembakaran terjadi lagi keesokan harinya. Kali ini terjadi di kantor kedutaan Saudi di kota Masyhad.

Langkah Saudi ternyata memicu keterlibatan beberapa negara lain di kawasan Teluk. Bahrain, Sudan, dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan mengikuti langkah Saudi mengusir duta besar dan memutus hubungan diplomatik dengan Iran.

Keputusan ini diambil Bahrain sehari setelah Saudi mengumumkan pengusiran duta besar. Bahrain mengeluarkan peringatan pada Senin, 4 Januari 2016, agar duta besar Iran harus keluar dari Manama dalam 48 jam, sementara duta besar untuk Iran akan ditarik dari Teheran.

Segera setelah pengumuman itu, Sudan memutuskan untuk mengusir duta besar dari Kartoum dan menyatakan hubungan diplomatik dengan Iran berakhir. Dalam beberapa bulan belakangan, Sudan memang mengurangi intensitas kerjasama dengan Negeri Para Mullah itu secara bertahap.

UAE juga mengambil kebijakan yang sama dengan menarik seluruh tenaga diplomatik untuk Iran. Peran duta besar kemudian dialihkan kepada Kuasa Usaha, sehingga hanya terjadi hubungan dagang tanpa ada hubungan politik.

Sumber: alarabiya.net, theguardian.com

Beri Komentar