Sebutir Peluru Sniper Ini Robohkan Tiga Militan ISIS

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 5 Januari 2016 06:31
Sebutir Peluru Sniper Ini Robohkan Tiga Militan ISIS
Tiga pengebom ISIS tewas sekaligus setelah peluru yang ditembakkan sejauh 1 kilometer menembus tembok setebal 25 sentimeter.

Dream - Laporan terbaru dari medan pertempuran dengan ISIS menyebutkan seorang penembak jitu dari satuan elite Inggris SAS berhasil menumbangkan tiga pengebom organisasi teroris itu dari jarak 1 kilometer.

Yang membuatnya heboh, tiga pengebom ISIS tewas sekaligus setelah peluru yang ditembakkan menembus tembok setebal 25 sentimeter.

Menurut laporan Daily Star Sunday, aksi heroik tersebut terjadi saat pasukan Inggris menggempur kota Ramadi, Provinsi Anbar, di Irak yang dikuasai ISIS sejak beberapa bulan sebelumnya.

Misi tersebut kabarnya juga telah menyelamatkan 20 jiwa, kata komandan SAS di Irak. Rupanya rencana menggempur kota Ramadi dari udara dibatalkan untuk menghindari jatuhnya korban sipil.

Sumber militer Inggris di Ramadi mengatakan pusat komando ISIS dijaga dengan baik. Koalisi menganggap serangan udara adalah cara terbaik untuk menghancurkannya, tetapi akan menyebabkan terlalu banyak kerusakan tak perlu.

" Mereka kemudian merencanakan serangan roket tapi ada kemungkinan bahwa ledakan menyebabkan bangunan runtuh. Selain itu Intelijen mengatakan ada warga sipil berada di lantai bawah dan di gedung-gedung dekatnya.

" Kemudian seorang sersan di salah satu tim SAS yang bekerja dengan militer Irak memberi ide untuk menembak menembus dinding," kata sumber tersebut.

Penembak jitu yang dijaga kerahasiaan profilnya ini dilaporkan menggunakan senapan semi-otomatis Barrett Light kaliber 50. Setelah penembak jitu membunuh ketiga pengebom ISIS, pasukan koalisi masuk menyerbu pusat komando ISIS itu.

" Tubuh para teroris itu sudah benar-benar hancur. Satu kepalanya terpenggal dan yang lain tubuhnya terpotong menjadi dua. Ini adalah pemandangan yang mengerikan."

(Sumber: metro.co.uk)

1 dari 2 halaman

Mengupas Senjata Mematikan Tatang Koswara, Sniper Handal Dunia

Dream - Kehebatan Tatang Koswara sebagai penembak jitu diakui Dunia. Ia bahkan berada diperingkat ke-14 sniper hebat dunia versi buku 'Sniper Training, Techniques and Weapon' yang ditulis Peter Brookersmith (2000).

Tentara yang memiliki sandi 'Siluman 3' tersohor saat ditugaskan dalam sebuah operasi di Timor Timur pada 1977-1978.

Di bekas provinsi Indonesia itu, 49 orang Fretilin menjadi korban tembakan jitu Tatang. Kala itu Tatang hanya berbekal 50 butir, satu peluru untuk satu nyawa.

Sedangkan satu peluru disisakan buat dirinya. Bila tertangkap, Tatang akan menembak dirinya sendiri dibanding jatuh ke tangan lawan.

Saat itu, Tatang bertempur menggunakan senapan Winchester model 70. Senapan yang diproduksi 1936 di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, dikenal mematikan.

Menurut data Wikipedia dan Winchesterguns.com, senapan yang dijuluki 'The Rifleman's Rifle' mengadopsi sistem bolt action, memakai kokang dioperasikan secara manual.

Kehebatan Winchester 70 dikenal ketika perang Vietnam meletus, 1966. Serdadu Amerika menggunakannya untuk melawan kehebatan sniper Vietkong.

Bahkan, saat itu militer Amerika membuka sekolah khusus sniper dan mengganti sniper M1C Garrand dan Springfiels yang biasa dipakainya dengan senapan Winchester 70.

Pada 2006, senapan legendaris ini berhenti diproduksi. Namun selang setahun kemudian, perusahaan Belgia FN Herstal melanjutkan produksinya. (Ism) 

2 dari 2 halaman

Dari Jarak 1.000 Meter, Sniper Tembak Mati Algojo ISIS

Dream - Seorang sniper atau penembak jitu Inggris berhasil menyelamatkan seorang pria dan anaknya yang berusia delapan tahun dari tangan algojo ISIS. Sniper tersebut menembak mati algojo itu saat dia  hendak mengeksekusi ayah-anak tersebut.

Dari jarak sekitar 1.000 meter, sniper Inggris menembak mati algojo ISIS di kepala sebelum menghabisi tiga teroris lainnya.

Ayah dan anak tersebut dari sekte Syiah dan akan dibunuh oleh ISIS karena menolak untuk meninggalkan ajaran mereka.

Sniper Inggris mendapat informasi dari mata-mata Irak tentang pasukan ISIS di Suriah utara dekat perbatasan Turki. Dia kemudian sampai di tempat kejadian pada waktunya untuk mencegah pembunuhan tersebut.

Saat itu sniper Inggris menyaksikan dari kejauhan pria dan anak laki-lakinya diseret keluar dengan mata tertutup. Seorang pria berjanggut siap mengayunkan pedangnya disaksikan kerumunan warga yang terlihat ketakutan.

Namun sebelum algojo ISIS mengayunkan pedangnya, sniper dari kesatuan elit SAS Inggris itu menembakkan peluru kaliber 50 dari senapan yang dilengkapi peredam sehingga menembus kepala algojo itu hingga tewas.

" Algojo ISIS yang hendak memenggal ayah dan anak itu ditembak di kepala dan jatuh. Semua orang hanya bisa binggung menatap kejadian. Sniper Inggris kemudian mengirim dua anggota ISIS lainnya dengan tembakan tunggal. Jadi tiga peluru telah menghabisi tiga anggota ISIS," kata seorang sumber yang tak disebutkan namanya kepada Daily Star Sunday.

Seorang warga kemudian membebaskan ikatan pria dan anaknya, termasuk membuka penutup mata mereka.

Sumber itu menambahkan, anggota ISIS lainnya hanya menatap tubuh rekan-rekannya yang tewas, sebelum berlari dan tidak kembali ke desa tersebut.

Tim SAS Inggris telah berada di Irak dan Suriah selama lebih dari satu tahun. Mereka ikut berjuang bersama pejuang lain untuk menghadapi ISIS.

(Sumber: Mirror.co.uk)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup