Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Para Pemimpin Agama Di AS Bersatu Melawan Sentimen Anti-Islam. (moroccoworldnews.com)
Dream - Dalam upaya memerangi sentimen anti-Islam yang berkembang di Amerika Serikat (AS), para pemimpin agama terdiri dari imam, rabbi, dan pendeta berkumpul di di Jefferson Parish di New Orleans. Mereka bersama menyerukan dukungan kepada Islam.
Berdasarkan laporan WDSU News, sebanyak 30 anggota Assosiasi Rohaniwan Lintas Iman Jefferson Timur memberikan dukungan. Mereka bersama-sama menguatkan komunitas muslim yang menjadi sasaran 'xenophobia'.
Sentimen anti-Islam menjamur di AS setelah serangan teror di San Bernardino, California beberapa waktu lalu. Pernyataan Donald Trump yang melarang muslim masuk AS juga menjadi pemicu lain meningkatnya sentimen tersebut.
Para pemimpin agama menyatakan kebebasan beragama merupakan nilai inti dari bangsa Amerika. Mereka juga menyatakan dalam solidaritas dengan muslim, " serangan terhadap muslim atau penganut agama lain atau kelompok etnis tertentu merupakan serangan pada setiap orang dari kita dan prinsip-prinsip kita."
" Kita semua telah terpukul dan prihatin dengan retorika para politisi di negara kita serta dari semua orang yang dengan mudah memberikan stereotipe pada pria dan wanita pemeluk Islam," ujar Rabbi Robert Loewy dari Sinagog Gerbang Doa.
Imam Abdur Rahman Bashir dari Masjid Abu Bakar mengatakan para teroris menggunakan Islam sebagai dalih untuk melegalkan tindakan teror mereka. Dia juga mengatakan sesungguhnya pengetahuan mereka tentang Islam sangat dangkal.
" Kelompok seperti ISIS dan Al Qaeda dan orang-orang yang seirama berusaha memanipulasi dan mengeksploitasi ajaran Islam yang sesungguhnya untuk melegalkan agenda teror mereka dan untuk menciptakan kekacauan di dunia," kata Bashir.
Para imam mengajak setiap orang yang ingin mengerti Islam datang ke masjid. Mereka bersedia mengajarkan ajaran islam dan menunjukkan bagaimana muslim menjalankan keyakinannya.
" Kami bersatu dan kami akan bekerjasama melawan intoleransi dan bekerjasama untuk mempromosikan keadilan sosial, perdamaian, dan keamanan," ucap Bashir.
(Ism, Sumber: moroccoworldnews.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
