Kisah Pilu Korban Bom Sarinah Terusir dari Kontrakan

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 26 Januari 2016 12:31
Kisah Pilu Korban Bom Sarinah Terusir dari Kontrakan
Pemilik kontrak salah mengira. Almarhum Rais Karna, korban tewas insiden bom Sarinah dikira terlibat jaringan teroris. Gerakan kemanusian pun muncul. Dana Rp 147 juta terhimpun membantu keluarga Rais.

Dream - Teror bom Sarinah yang terjadi pada Kamis, 14 Januari 2016 lalu menyisakan kesedihan bagi seluruh masyarakat. Tidak terkecuali pada keluarga korban.

Rais Karna, 37 tahun, tewas tertembak pelaku teroris saat insiden bom terjadi di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah. Dia meninggalkan istri, Laili Herlina dan dua anak yang masih kecil, Siti Ataya Ramadhani, 5 tahun, dan Keyanu Aprilia, 2 tahun.

Laili dan kedua anaknya begitu terpukul mendengar Rais menjadi korban dalam serangan tersebut. Saat mereka masih dirundung duka, pemilik kontrakan mengusir ketiganya.

Pemilik kontrakan mengusir Laili dan kedua anaknya dengan alasan ketiganya dituduh terlibat jaringan teroris. Alhasil, Laili harus menanggung beban begitu berat.

Mendengar kabar menyedihkan tersebut, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Dhuafa segera membuat gerakan pengumpulan dana, bekerjasama dengan laman kitabisa.com. Situs ini dibuka beberapa hari setelah insiden bom terjadi dan menargetkan terkumpulnya dana donasi sebesar Rp100 juta.

Nyatanya, dalam tiga hari beroperasi, dana terkumpul dari para netizen ternyata telah melampaui target. Total donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp 147.227.994 dari 716 donatur.

" Alhamdulillah, target sudah tercapai. Namun kami sadari nilai dari nyawa Amarhum Rais Karna bagi keluarga tak bisa dirupiahkan, berapapun besarnya. Lebih banyak donasi terkumpul, tentu akan lebih meringankan beban istri dan anak almarhum," ujar Head of Fundraising Dompet Dhuafa, Boy Mareta dalam keterangan tertulis diterima Dream, Selasa, 26 Januari 2016.

Dana tersebut akan dikelola dan disalurkan Dompet Dhuafa kepada keluarga Rais dalam bentuk santunan, beasiswa, membeli rumah layak huni, biaya sewa kontrakan serta modal usaha.

Program pengumpulan donasi untuk keluarga Rais saat ini masih dibuka. Program tersebut secara resmi akan ditutup pada 1 Februari 2016.

Beri Komentar