Dream - Polda Metro Jaya berencana akan menggelar gelar perkara kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Gelar perkara tersebut akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Januari 2016.
Tetapi, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo menyatakan pihaknya belum mendapat informasi terkait rencana gelar perkara tersebut.
" Kami belum dapat infonya. Coba nanti kami cek lagi, sejauh ini sih belum," kata Waluyo melalui sambungan telepon, Senin, 25 Januari 2016.
Dalam gelar perkara tersebut, penyidik akan memaparkan kasus kematian Mirna ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menurut Waluyo, penyidik kemudian akan membeberkan fakta yang ditemukan saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
" Tujuannya untuk mendapatkan saran, pendapat dan dugaan. Intinya saling melengkapi," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal memberikan sinyal jika dalam waktu dekat tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin akan ditetapkan setelah dilakukan gelar perkara. Kepastian ini, menurut dia, karena polisi telah mendapatkan alat bukti kasus tersebut.
" Seluruh bukti sudah dianalisa, kami akan ekspose di kejaksaan," kata Iqbal di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 24 Januari 2016. (Ism)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru