Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Netizen kembali dibuat heboh dengan kampanye komunitas gay di dunia maya. Ini lantaran komunitas tersebut kini mulai menyasar anak-anak.
Lewat salah satu akunTwitter, komunitas ini menyebarkan sejumlah gambar maupun video berisi adegan tidak senonoh. Para pelakunya kebanyakan anak yang masih berada di usia sekolah.
Hal ini langsung mendapat tanggapan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. KPAI segera menyebar rilis berisi ancaman pemidanaan pada pengelola akun tersebut.
" Propaganda LGBT (Lesbian, Gay/homo, Bisexsual, Transgender terhadap anak merupakan kejahatan berat dan tindakan pidana. Oleh karena itu kita wajib memeranginya," tulis Komisioner KPAI Erlinda melalui rilis diterima Dream, Senin, 25 Januari 2015.
Erlinda mengatakan, seluruh unggahan pada akun tersebut sangat tidak layak. Untuk itu, pihaknya mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh pengelola akun lantaran mengancam perkembangan anak.
" Kami sangat mengutuk apa yang telah di-share oleh akun yang menampilkan foto dan video seksual yg tidak layak dilihat dan ditujukan untuk menggaet anak remaja fan. Itu semua merupakan pelanggaran pidana (UU Pornografi)," kata dia.
Selanjutnya, Erlinda mengatakan pihaknya telah melaporkan akun itu kepada kepolisian. Dia berharap polisi dapat segera bertindak terhadap komunitas ini.
" Kami meminta dengan segala hormat agar aparat penegak hukum khususnya Polri beserta jajarannya untuk melakukan penyelidikan dan segera melakukan tindakan bagi oknum yang tidak bertanggungjawab," ucap Erlinda.
Di samping itu, KPAI juga menyiapkan sejumlah langkah penanganan apabila ditemukan adanya indikasi anak di bawah umur terlibat dalam komunitas tersebut.
" Apabila terindikasi ada anak di bawah umur maka KPAI bersama KPPPA P2TP2A, sekolah yang terlibat dan lembaga terkait akan melakukan rehabilitasi kepada anak-anak tersebut," ucap dia.
Akun itu sempat menduduki peringkat teratas trending topics Twitter. Akun tersebut memiliki jumlah pengikut cukup banyak, sebagian besar adalah anak-anak usia remaja.
Dream mencoba mengakses akun itu sekitar pukul 10.35 WIB. Tetapi, akun itu telah dinyatakan suspend (tertangguhkan). (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya