Gelontorkan Ratusan Juta Rupiah, Sido Muncul Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Semarang

Reporter : Elvira F Saudi
Jumat, 7 Oktober 2022 22:19
Gelontorkan Ratusan Juta Rupiah, Sido Muncul Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Semarang
Sido Muncul berhasil kembalikan senyuman 212 anak di tahun ini.

Dream - Peduli pasien bibir sumbing, Sido Muncul menggelar bakti sosial dengan operasi bibir sumbing gratis. Bekerja sama dengan Smile Train Indonesia, dan 8 rumah sakit di Semarang, Sido Muncul berhasil kembalikan senyuman 212 anak di tahun ini.

Tak tanggung-tanggung, Sido Muncul gelontorkan dana sebesar Rp350.000.000. Sido Muncul memahami betapa berartinya operasi ini pada pasien yang membutuhkan. Karenanya, Kuku Bima Ener-G, salah satu brand di bawah Sido Muncul turut berpartisipasi dalam program ini dengan ikut menyumbangkan dana promosinya.

" Sekarang dana yang kami gunakan bukan cuma dana CSR, tapi dana iklan. Jadi ini (program ini) menggunakan dana iklan dari Kuku Bima Ener-G" ujar Bos Sido Muncul, Irwan Hidayat di Jakarta, Jumat 7 Oktober 2022.

Irwan menyadaritak semua pasien bibir sumbing mendapatkan akses medis yang memadai. Salah satu faktor terbesarnya adalah finansial. Ironisnya, pengobatan bibir sumbing sebetulnya tak memakan waktu lama, kurang dari satu jam.

Rumah sakit yang menyediakan operasi bibir sumbing juga tidak sedikit. Namun karena terkendala dana, banyak keluarga yang akhirnya cuma gigit jari saat berbicara tentang pengobatannya.

Padahal, waktu terbaik untuk tidakan medis bibir sumbing adalah saat pasien masih berusia dini, yaitu dari usia 1 sampai 1,5 tahun dengan berat badan 10 Kg. Sedangkan pasien dengan masalah langit-langit mulut sebaiknya ditangani saat berusia 10 bulan dengan bobot minimal 5 Kg.

Hal ini membuat Irwan mengambil keputusan untuk membantu pasien bibir sumbing di Indonesia, khususnya di Semarang. Sebagai provinsi dengan kepadatan penduduk terbanyak nomor empat di Indonesia, kota Semarang dipilih sebagai area ideal untuk melaksanakan bakti sosial ini.

Terlebih penderita bibir sumbing sendiri di Indonesia memiliki angka yang cukup besar. Menurut penelitian, setidaknya dari 700 kelahiran, ada satu bayi yang lahir dengan bibir sumbing.

1 dari 2 halaman

Rasa Terima Kasih Pasien Operasi Gratis Bibir Sumbing

Irwan Bos Sido Muncul© Dream.co.id/Elvira Saudi

Salah satu pasien bibir sumbing, Anugerah, merasakan manfaat luar biasa dari program ini. Ia menderita bibir sumbing sedari lahir. Namun karena faktor ekonomi, hingga usia 10 tahun Anugerah tak kunjung mendapatkan pengobatan.

Enih, ibunda Anugerah mengingat masa-masa kelam di awal kelahiran Anugerah. Sebagai ibu rumah tangga, tak banyak hal dapat dilakukan Enih untuk membantu perekonomian keluarga. Endang, sang ayah berprofesi sebagai pedagang asongan dengan penghasilan tak menentu. Hal ini tentu tantangan tersendiri bagi keluarga Anugerah dalam memperoleh pengobatan.

Akibatnya, pendidikan Anugerah juga ikut terhambat. Hingga usia 10 tahun, Anugerah belum mengenyam pendidikan sekolah dasar. Bukan tanpa alasan, ia kerap menjadi bahan olokan teman sebaya karena keadaannya. Hal ini membuat Anugerah semakin terisolasi dan dikucilkan dari lingkungannya.

Di tengah kemelut ini, Smile Train Indonesia dan Sido Muncul hadir kembalikan senyum Anugerah. Butuh waktu 10 tahun bagi Anugerah untuk merasakan kebahagiaan ini. Setelah dilakukan operasi, Anugerah dapat kembali bermain dan beraktifitas bersama kawan-kawan sebayanya

2 dari 2 halaman

Harapan Sido Muncul pada Bakti Sosial Ini

Irwan Bos Sido Muncul© Dream.co.id/Elvira Saudi

Irwan berharap ada 2000 pasien di tahun 2022 yang terbantu dari program ini. Jika memungkinkan, ia akan menambah kuota sebanyak 2000 di tahun berikutnya, sehingga total pasien bisa mencapai angka 4000 pasien.

" Sekarang ini kami juga ingin menambah 2000 lagi. Jadi, tahun depan mudah-mudahan kami bisa mengoperasi 4000. 2000 dari CSR, 2000 lagi dari dana iklan Kuku Bima Ener-G" terangnya.

Ia mengungkapkan, tak menutup kemungkinan bakal ada pasien bibir sumbing yang dibantu operasi setiap minggunya.

" Tapi kalau sampai akhir tahun ini ada banyak pasien yang memang perlu dioperasi, kami mau. Tiap minggu juga kami mau" tutup Irwan.

Beri Komentar