Kasus Covid-19 Klaster Industri Bekasi Melonjak, Fasilitas Isolasi Penuh

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 1 September 2020 13:00
Kasus Covid-19 Klaster Industri Bekasi Melonjak, Fasilitas Isolasi Penuh
Sepekan terakhir, kasus Covid-19 melonjak tinggi dari klaster industri

Dream - Kasus positif Covid-19 di klaster industri wilayah Kabupaten Bekasi melonjak dalam beberapa hari belakangan. Dampaknya, fasilitas isolasi yang disiapkan tidak lagi mampu menampung.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyatakan, fasilitas isolasi yang tersedia sudah penuh terhitung sejak Senin karena lonjakan kasus baru dalam sepekan terakhir.

" Betul, hari ini (Senin) sudah penuh. Dari kemarin kita menampung pasien kasus positif klaster industri," ujar Alamsyah, dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 5 halaman

Terpaksa Isolasi Mandiri

Alamsyah mengatakan pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan dua tempat isolasi, yaitu Balai Pelatihan Kesehatan dan Wisma Mahasiswa President University yang berlokasi di Cikarang Utara.

" Total ada 130 kasus (bed) lebih di dua lokasi itu," kata dia.

Lantaran kasus yang melonjak, pihaknya terpaksa menerapkan isolasi mandiri di rumah masing-masing pada kasus positif tanpa gejala. Sedangkan pasien dengan gejala dirawat di rumah sakit rujukan.

2 dari 5 halaman

Tiga Klaster Baru

Kasus positif Covid-19 kumulatif Kabupaten Bekasi per 31 Agustus 2020 yang tercantum dalam pikokabsi.bekasikab.go.id mencapai 1.016 orang. Dalam sepekan terakhir, kasus positif mencapai 400 lebih yang berasal dari kawasan industri.

Rincian data tersebut yaitu 248 karyawan PT LG Elektronik Indonesia, 71 karyawan PT Suzuki Indomobil, dan 88 karyawan PT NOK Indonesia. Alamsyah mengatakan tiga klaster tersebut tergolong baru.

" Sebelumnya juga ada klaster serupa, kemudian tidak semua juga yang tercatat di data kita karena yang masuk database hanya warga kabupaten bekasi sementara di kluster industri juga ada tenaga kerja dari luar wilayah kita," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Muhammad Ali

3 dari 5 halaman

71 Karyawan Positif Covid, Presdir Suzuki Angkat Bicara

Dream - Suzuki Indonesia turut berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 di kawasan industri. Upaya itu diwujudkan salah satunya dengan mengurangi kapasitas produksi di pabrik Tambun I, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik Tambun I merupakan fasilitas produksi Suzuki untuk perakitan sepeda motor. Di pabrik itu, kapasitas produksi menjadi 50 persen dibandingkan kondisi normal diberlakukan mulai 24 Agustus 2020, menyusul adanya 71 karyawan yang ditetapkan positif Covid-19.

" Seperti disampaikan Pemerintah Jawa Barat kemarin, saat ini di pabrik Tambun I ada 71 orang karyawan yang terpapar Covid-19. Kami sangat concern mengenai kesehatan karyawan," ujar President Director PT Suzuki Indomobil Motors/Suzuki Indomobil Sales, Seiji Itayama.

Itayama mengatakan telah menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid19 dengan ketat. Meski begitu, penularan tidak bisa dihindari.

" Untuk itu, pengurangan kapasitas produksi harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut," ucap dia.

71 karyawan tersebut saat ini menjalani isolasi mandiri. Sebagian dari mereka mendapatkan perawatan di rumah sakit.

 

4 dari 5 halaman

Upaya Pencegahan

Itayama menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dan menyampaikan perkembangan situasi terkini dan penanganannya kepada tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Juga melakukan berbagai upaya pencegahan dan tindakan yang direkomendasikan tim Gugus Tugas Covid-19, Di antaranya adalah melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) test pada karyawan yang memiliki riwayat interaksi dengan karyawan yang terpapar dan rapid test kepada seluruh karyawan Suzuki lainnya.

Rapid Test Suzuki

Suzuki juga membersihkan area pabrik dan kantor dan disemprot cairan disinfektan secara berkala. Kendaraan-kendaraan yang selesai dirakit dibersihkan dan didisinfeksi sebelum dikirim ke pelanggan.

Selain itu, pemantauan kegiatan karyawan juga diperketat. Bukan hanya penerapan jaga jarak di tempat kerja, setiap karyawan juga diwajibkan memberikan laporan harian mengenai kondisi kesehatan dan kegiatan yang dilakukan saat libur kerja.

 

5 dari 5 halaman

Gelar Rapid Test Rutin

" Kami melakukan penanganan yang cepat baik untuk karyawan terpapar maupun karyawan lainnya. Rekomendasi dari tim Gugus Tugas Covid-19 sudah kami lakukan, termasuk rapid test kepada semua karyawan tanpa terkecuali," kata Itayama.

Lebih lanjut, Itayama mengatakan berdasarkan informasi dari Gugus Tugas Covid-19, penularan yang terjadi di Suzuki kemungkinan besar berasal dari transmisi dari luar.

Pihaknya berencana menggelar tes cepat (rapid test) rutin setiap 2 pekan sekali untuk mendeteksi gejala lebih dini.

" Karena buat Suzuki kesehatan karyawan adalah prioritas. Kami harap semoga 71 karyawan kami yang positif Covid-19 cepat sembuh dan tidak ada lagi yang terpapar agar Suzuki bisa kembali memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen,” ucap Itayama.

Beri Komentar