Sejumlah Pegawai Positif Covid-19, Kantor KKP Tutup Sementara

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 1 September 2020 10:00
Sejumlah Pegawai Positif Covid-19, Kantor KKP Tutup Sementara
Seluruh pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja dari rumah.

Dream - Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan ditutup sementara karena sejumlah karyawan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Para pegawai diminta bekerja dari rumah dalam beberapa hari ke depan.

Sekeretaris Jenderal KKP, Anton Novambar, dalam surat edaran tentang pelaksanaan Work From Home menyatakan ada beberapa pegawai yang terjangkit virus corona. Namun dalam surat itu tak disebutkan jumlah pegawai yang positif Covid-19.

Karena itulah KKP memerintahkan karyawannya untuk bekerja dari rumah mulai tanggal 31 Agustus hingga 4 September 2020 dengan tetap berpedoman sesuai prosedur Work From Home yakni melakukan pengisian e-presensi dan mengerjakan tugas dinas sesuai perintah atau arahan atasan langsung.

Tetapi, ketentuan tersebut dikecualikan bagi unit kerja yang berkaitan dengan pelayanan publik. Juga terhadap pegawai yang melaksanakan kegiatan prioritas atau strategis. " Pelaksanaannya diatur oleh pimpinan unit kerja eselon II masing-masing," kata Anton.

1 dari 5 halaman

4 Anak Novel Baswedan Positif Covid-19, Hasil Tes Istri Belum Keluar

Dream - Empat anak penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dinyatakan ikut tertular virus Covid-19. Diketahui keempat anaknya termasuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) karena tidak merasakan gejala apapun.

" Iya mas benar," ujar Novel via pesan singkat kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin 31 Agustus 2020.

Meski diri dan keempat anaknya tertular Covid-19, hasil pemeriksaan istri Novel Baswedan masih belum keluar. Namun untuk berjaga-jaga, Novel dan seluruh keluarga memilih melakukan isolasi mandiri.

" Untuk istri belum keluar hasilnya. Tapi kami anggap positif saja, sehingga semua isolasi mandiri," kata Novel.

Menurut dia, kondisi keluarga dan dirinya sendiri dalam keadaan baik. Dia juga menegaskan kondisi ekluarganya bahkan terlihat seperti orang sehat.

" Secara fisik semua sehat, Alhamdulillah," ungkap Novel Baswedan.

2 dari 5 halaman

Novel Baswedan mengaku tetap berkomunikasi dengan tim dokter setempat selama melakukan isolasi mandiri.

" Kami komunikasi dengan dokter Puskesman Kelapa Gading untuk pemantauan kesehatan," ungkap Novel.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 5 halaman

Duka Dunia Medis, 100 Dokter Anggota IDI Meninggal Akibat Covid-19

Dream - Duka akibat Covid-19 melanda semua kalangan, tidak terkecuali dunia medis. Ikatan Dokter Indonesia kehilangan 100 dokter anggotanya. Jumlah tersebut dihimpun per 30 Agustus 2020.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, berharap dan mendorong rumah sakit lebih rutin melakukan pemeriksaan PCR kepada tenaga kesehatan.

" Memang sudah ada beberapa rumah sakit yang melakukannya. Contohnya yang saya tahu persis itu RS Wisma Atlet Kemayoran Jakarta," ujar Daeng, dikutip dari Liputan6.com.

Sayangnya, kata Daeng, masih banyak rumah sakit yang belum menerapkan hal itu. Dia pun mendorong semua pihak memberikan perhatian atas persoalan ini.

" Kalau pemeriksaan rutin dilakukan, maka ada satu tenaga kesehatan yang positif Covid-19 itu langsung bisa dilokalisir (isolasi/karantina)," kata Daeng.

 

4 dari 5 halaman

Tes PCR Untuk Semua Tenaga Medis

Menurut Daeng, pada akhirnya pemeriksaan rutin PCR pada tenaga medis dapat mengurangi risiko tenaga kesehatan terpapar Covid-19. Sekaligus mengurangi kasus kematian tenaga kesehatan.

Selain itu, pemeriksaan PCR rutin di rumah sakit juga diarahkan kepada seluruh tenaga kesehatan. Tidak hanya yang bertugas langsung menangani Covid-19 di ruang isolasi ataupun perawatan.

" Memang prioritasnya untuk yang menangani langsung pasien Covid-19. Tapi tidak menutup kemungkinan ada pasien yang datang ke rumah sakit mungkin dia sudah terinfeksi karena dia termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG, masuk dalam kasus suspek)," kata dia.

Awalnya, pasien memang tidak meminta perawatan Covid-19. Ternyata, pasien tersebut adalah OTG dan berpotensi menularkan Covid-19 kepada petugas medis.

" Oleh karena itu, petugas kesehatan harus rutin diperiksa," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Perlu Perencanaan Matang

Lebih lanjut, Daeng juga menekankan adanya perencanaan matang untuk PCR kepada tenaga medis. Sehingga ketika ada tenaga medis yang tertular, rumah sakit bisa segera mengambil keputusan.

" Perlu ada perencanaan pemeriksaan rutin PCR terhadap seluruh petugas kesehatan. Kalau enggak, akan berisiko tertular Covid-19, terlebih lagi karena tidak diketahui dan tidak diperiksa. Hal ini bisa menularkan kepada seluruh orang yang ada di rumah sakit," kata dia.

Jika sampai hal itu terjadi, Daeng mengingatkan, hal itu akan berisiko pada kematian tenaga kesehatan. Ujungnya akan mengarah ke klaster rumah sakit.

" Rumah sakit bisa ditutup. Artinya, rumah sakit nanti enggak bisa menangani pasien lagi," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono

Beri Komentar