Hukum Puasa Muharram dan Keutamaannya Sebagai Ibadah Pelebur Dosa Setahun

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Jumat, 29 Juli 2022 20:01
Hukum Puasa Muharram dan Keutamaannya Sebagai Ibadah Pelebur Dosa Setahun
Puasa Muharram lebih utama daripada puasa Syaban.

Dream – Islam telah memberikan kesempatan yang sangat besar bagi setiap umatnya untuk bisa mengumpulkan pahala dari berbagai ibadah baik yang bersifat wajib maupun sunna. Meski tak mendapat dosa ketika melalaikannya, ibadah sunah harus dipandang sebagai peluang untuk bisa mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

Ibadah sunnah juga menjadi upaya untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meningkatkan keimanan. Salah satu ibadah yang bisa sahabat Dream lakukan adalah puasa Muharram.

Sesuai dengan namanya, puasa Muharram dilaksanakan pada bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender hijriah.

Di bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah, yakni berpuasa. Bahkan kalau bisa puasa tersebut dilakukan sepanjang bulan Muharram jika memang tidak memberatkan sahabat Dream.

Untuk mengetahui penjelasan lebih dalam tentang hukum melaksanakan puasa Muharram dan apa saja keutamaannya, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 2 halaman

Hukum Melaksanakan Puasa Muharram

Hukum Melaksanakan Puasa Muharram© Shutterstock.com

Seperti dikutip dari islam.nu.or.id, hukum melaksanakan puasa Muharram adalah sunah. Bahkan menjalankan puasa Muharram lebih utama daripada puasa di bulan Syaban. Puasa ini pun kerap dilakukan oleh Nabi Muhammad saw semasa hidupnya. Hal ini sesuai dengan sabda beliau sebagai berikut:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Melalui hadis di atas diketahui bahwa dengan banyak melakukan puasa di bulan Muharram adalah ibadah yang sangat baik. Sahabat Dream bisa menjalankan puasa tersebut sebanyak satu hari, dua hari, tiga hari, atau jika memungkinkan dan sanggup menjalaninya adalah sepanjang bulan Muharram.

Melalui hadis dan juga penjelasan ulama, hari-hari yang baik untuk menjalankan puasa Muharram adalah pada 10 hari pertama bulan Muharram, hari Asyura (10 Muharram) dan tanggal 11 Muharram.

2 dari 2 halaman

Keutamaan Menjalankan Puasa Muharram

Keutamaan Menjalankan Puasa Muharram© Shutterstock.com

Setelah mengetahui hukum melaksanakan puasa Muharrram, sahabat Dream juga perlu untuk mengetahui apa saja keutamaan dari menjalankan puasa Muharram tersebut. Dengan begitu, kamu bisa lebih semangat untuk menjalankannya. Berikut adalah beberapa keutamaan menjalankan puasa Muharram sebagaimana dikutip dari jatim.nu.or.id:

Menjadi Puasa yang Paling Utama

Keutamaan puasa Muharram yang pertama adalah menjadi puasa yang paling utama. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim menjelaskan bahwa puasa Muharram adalah puasa paling utama setelah Ramadan. Jadi, bagi sahabat Dream yang tidak sedang berhalangan, usahakan untuk tidak melewatkan puasa Muharram.

Mengisi Bulan Mulia

Perlu sahabat Dream ketahui bahwa puasa Muharram adalah termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan yang mulia atau al-asyhurul hurum. Hal ini seperti dijelaskan dalam hadis berikut:

“ Diriwayatkan dari al-Bahili: Aku mendatangi Rasulullah SAW, lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku adalah lelaki yang pernah mendatangimu pada tahun pertama? Rasulullah SAW bersabda: Dulu aku tidak melihat tubuhmu lemah? Al-Bahili menjawab: Wahai Rasulullah, aku tidak mengonsumsi makanan di siang hari, aku tidak memakannya kecuali di waktu malam. Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, sungguh aku mampu berpuasa (terus-menerus). Rasulullah SAW bersabda: Puasalah bulan sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan mulia.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan selainnya).   

Berpahala Sebulan

Keutamaan berikutnya dari menjalankan puasa Muharram adalah berpahala sebulan penuh. Hal ini pun dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Thabarani berikut:

“ Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa.” (HR At-Thabarani dalam Al-Mu’jamus Shaghîr).

Melebur Dosa Satu Tahun

Dengan melaksanakan puasa Muharram, khususnya pada tanggal 10 Muharram, maka hal ini mampu untuk melebur dosa selama satu tahun yang sudah lewat. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut:

“ Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA: Sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu menjawab: Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat.” (HR Muslim). 

Pembeda dengan Umat Yahudi

Menjalankan puasa Muharram bisa menjadi pembeda antara umat Islam dengan Yahudi. Khususnya dalam hal ini adalah pada puasa Tasu’a di tanggal 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang menjadi pelengkap dari puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Karena umat Yahudi juga menjalankan puasa di hari Asyura. Berikut seperti dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad:

“ Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad).   

Beri Komentar