Buaya Menangis Saat Mengonsumsi Mangsanya (Foto: Shutterstock)
Dream - Istilah `air mata buaya` kerap kita dengar, digunakan untuk menyebut orang-orang yang berpura-pura sedih. Tak jelas dari mana asal usul kalimat kiasan itu.
Tapi, baru-baru ini seorang peneliti satwa asal Universitas Florida Amerika Serikat, Kent Vliet, melakukan penelitian yang mungkin dapat menjadi rujukan bagaimana kiasan itu muncul.
Dilaporkan Science Daily, Kent melakukan penelitian terhadap tiga aligator yang masih satu kerabat dengan buaya. Dia mengamati langsung pola makan aligator hasil tangkapan itu di Taman Zoologi Peternakan Aligator St Augustine, Florida.
Dari penelitiannya didapat bahwa buaya mengeluarkan air mata ketika sedang memakan mangsanya. Kent mengatakan buaya itu menangis bukan karena rasa kasihan. Buaya itu justru menikmati daging mangsanya.
Barangkali atas alasan itulah, kiasan `air mata buaya` dibuat untuk menggambarkan rasa kebohongan.
Sumber: Planet Merdeka
© Dream
Dream - Nasib malang menimpa tenaga kerja asal Indonesia di Malaysia. Lelaki yang bekerja di sebuah ladang sawit Pos Pulat, Gua Musang, putus kemaluannya setelah dipotong seorang wanita warga Thailand Minggu malam waktu setempat.
Kepala Polisi Daerah Gua Musang, Superintendan Saiful Bahri Abdullah mengatakan, kejadian terjadi jam 8.30 malam di kebun pisang di belakang surau Kampung Gua Air yang terletak sekitar delapan kilometer dari Pos Pulat.
Saiful Bahri mengatakan, sebelum kejadian, korban yang tinggal di mes pekerja perkebunan di Pos Pulat, pergi ke Kampung Gua Air dengan sepeda motor bersama seorang temannya.
" Korban tiba di desa itu untuk menunaikan salat Maghrib, sementara temannya duduk di toko terdekat sambil mengobrol melalui ponsel," kata Saiful Bahri kepada wartawan lokal.
Dia mengatakan, begitu keluar dari surau usai menjalankan salat Maghrib, korban yang berusia 36 tahun itu bertemu dengan seorang wanita yang dikenalnya. Wanita itu memaksa korban masuk ke kebun pisang bersamanya.
© Dream
Tanpa banyak bicara, wanita itu langsung membuka celana korban dan memotong kemaluannya.
Korban baru menyadari kemaluannya dipotong setelah terasa sakit dan kemudian dia berteriak meminta tolong. Sementara tersangka sudah kabur dari tempat kejadian.
Imam surau yang mendengar teriakan korban, bergegas ke tempat kejadian dan menemukan kemaluan korban berlumuran darah.
" Korban kemudian dikirim ke Rumah Sakit Gua Musang sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II (HRPZII) di Kota Baharu untuk perawatan lebih lanjut. Polisi sedang melacak wanita berusia 19 tahun itu," katanya.
(Ism, Sumber: Mynewshub)