Innalillahi, Polisi Meninggal Saat Kultum di Masjid Serpong

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 31 Mei 2017 12:30
Innalillahi, Polisi Meninggal Saat Kultum di Masjid Serpong
Sebelum terjatuh dari mimbar, si polisi sempat meminta maaf kepada para jemaah.

Dream - Kematian kerap datang dan terjadi di tempat yang tak terduga. Bisa terjadi di jalanan atau bahkan di rumah ibadah.

Kisah meninggal di rumah ibadah dialami seorang anggota polisi dari Polsek Serpong, Tangerang Selatan, Aiptu Sahabi. Dia meninggal dunia saat mengikuti lomba ceramah kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Polsek Serpong.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, Sahabi meninggal dunia ketika memasuki menit kelima materi ceramah.

" Innalillahi wa innailaihi roji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Aiptu Sahabi, almarhum meninggal saat mengikuti lomba kultum," kata Fadli, Selasa, 30 Mei 2017.

Fadli menjelaskan pada saat mengisi ceramah, Sahabi sempat jatuh dari mimbar. Sahabi langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa Sahabi tidak dapat tertolong akibat serangan jantung.

" Sebelum jatuh, almarhum menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah," ucap Fadli.

Fadli mengenal Sahabi sebagai sosok polisi yang memiliki loyalitas tinggi pada kesatuannya dan sangat rajin dalam soal ibadah. Kepergian Sahabi meninggalkan duka mendalam bagi segenap anggota Polsek Serpong.

" Kita sangat berduka dan kehilangan almarhum," ucap dia.

1 dari 3 halaman

Pimpin Salat Jenazah, Ustaz Toto Tasmara Meninggal Dunia

Dream - Indonesia kembali kehilangan salah satu ulama. Pada Selasa, 8 Dsember 2015, pukul 13.40 WIB, Ustaz Toto Tasmara meninggal dunia di Palembang, Sumatera Selatan.

“ Innalillahi wa innaa ilaihi roojiuun, telah meninggal dunia jam 13.40 WIB di Palembang saat memimpin shalat jenazah, sahabat kita, Ustadz Drs. H. Toto Tasmara,” demikian pesan singkat Ustadz Anshori Abdul Jabbar, sebagaimana dimuat laman ICMI Media.

Rencananya, jenazah Ustaz Toto akan diberangkatkan dari Palembang ke kediaman almarhum di Jalan Flamboyan Asri, Rempoa, Tangerang Selatan pada Rabu pagi.

Toto Tasmara merupakan ustaz kelahiran Banjar, Ciamis, Jawa Barat, 10 November 1948. Dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga sufistik. Karena pengaruh itulah kumpulan tulisan maupun puisinya syarat dengan nuansa sufistik tersebut.

Ustaz Toto mengabdikan diri untuk berdakwah. Pada 1976, dia mendirikan BKPMI (Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia). Pada 1978, dia mendirikan Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia (Bakomubin), sebuah lembaga yang berkiprah untuk meningkatkan kualitas dan pencerahan para mubalig.

Selain sebagai pendakwah, dia juga mantan eksekutif yang piawai. Ia pernah menduduki jabatan eksekutif di perusahaan multinasional, seperti: PT Richardson Merrel, PT Singer, Nixdorf, dan lainnya. (Ism)

2 dari 3 halaman

Kelelahan, Kakek Meninggal di Kursi Kemudi Becak

Dream - Meski tubuhnya sudah renta, saban hari Opa selalu semangat menarik becak. Tujuannya cuma satu; demi dapur tetap mengepul.

Namun perjuangan kakek (72) tahun itu harus terhenti, Kamis pagi kemarin, pukul 06.00 WIB. Opa harus istirahat selamanya di jok sadel becak yang selalu menemani kesehariannya mencari nafkah.

Opa tak sadarkan diri setelah mengayuh dan masih berada di atas jok becaknya di Jalan Sudirman tepatnya depan ruko nomor 131, Kec Astana Anyar, Kota Bandung.

Saat itu ia memang tampak lelah untuk kemudian menghentikan laju roda tiganya dan menepi di kawasan ruko jalan Sudirman.

Menurut keterangan Kanitlantas Polsek Astana Anyar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Asep Surahman, tidak ditemukan ada tanda- tanda kekerasan di tubuh Opa yang merupakan warga asal Cihampelas, Cililin, KBB.

" Tim dari Inafis sudah periksa. Diduga karena kelelahan dan mengalami sakit yang dideritanya."

Dari keterangan warga, Opa masih menarik becak sekitar pukul 05.00 pagi.

Salah satu kerabatnya, Yayan mengatakan Opa sudah kurang pas lagi menarik becak kayuh mengingat kondisi tubuh yang tak lagi prima. " Pada saat menarik becak sudah kelihatan sesak nafas," ujar AKP Asep menuturkan keterangan dari Yayan.

Jenazah langsung dibawa ke RS Sartika Asih. Polisi sudah menghubungi keluarga Opa.

(Ism, Sumber: prfmnews.com)

3 dari 3 halaman

Guru Mulia Ini Wafat Saat Mengajar Alquran

Dream - Jutaan warga Arab Saudi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya seorang guru bernama Fahad Al-Hajji. Sang guru menghembuskan nafas terakhir saat mengajar Kitab Suci Alquran di Sekolah Dasar Hisham bin Hakeem, Riyadh.

Dikutip Dream dari laman Arab News, Selasa 1 Desember 2015, banyak warga Saudi memanjatkan doa untuk Al-Hajji. Lini massa media sosial di Negeri Petrodollar itu terus dibanjiri oleh doa untuk Al-Hajji.

Ungkapan belasungkawa juga datang dari Menteri Pendidikan Saudi, Azzam Al-Dakheel. Pak Menteri menyampaikan dukacita melalui akun Twitter.

" Mengajar bukan sekadar pekerjaan. Sebaliknya, guru membawa dan menyebarkan pesan yang besar dengan kejujuran sepenuhnya dan kepercayaan ... beristirahat dalam damai rekan kami," tulis Azzam.

Al-Hajji dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab. Semua murid mencintai guru ini. Kepergian Al-Hajji tentu membuat murid-muridnya bersedih hati.

Saat mengajar di kelas terakhir itu, Al-Hajji merasa sesak nafas. Dia meminta murid-muridnya untuk memanggil sang wali kelas. " Saya merasa lelah," kata teman seprofesi Al Hajji, Yousef Al-Shaeie.

Al-Hajji lantas dibawa ke rumah sakit, namun sebelum tiba di rumah sakit, dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Selamat jalan Pak Guru, semoka khusnus khotimah. Amin.

Beri Komentar