Warga Sekampung Gelar Kenduri Setelah Satu Warga Jadi PNS Pertama Dalam 75 Tahun Terakhir

Reporter : Okti Nur Alifia
Sabtu, 1 Oktober 2022 12:01
Warga Sekampung Gelar Kenduri Setelah Satu Warga Jadi PNS Pertama Dalam 75 Tahun Terakhir
Warga desa itu senang karena akhirnya ada penduduk yang diterima sebagai pegawai negeri setelah 75 tahun lamanya.

Dream - Pegawai negeri bukan hanya profesi impian bagi masyarakat di Indonesia. Di negara Asia lain, pekerjaan ini juga menjadi incaran jutaan penduduk karena dianggap bisa menaikkan status sosial di hadapan para tetangga.

Umumnya keluarga yang anaknya baru diterima sebagai pegawai negeri akan menggelar acara syukuran dengan mengundang tetangga terdekat. Namun sebuah keluarga di India merasa kurang cukup jika hanya mengundang orang-orang di sekitar rumah. 

Warga di Desa Sohagpur di negara bagian Bihar, India timur, diketahui diundang sebuah keluarga untuk merayakan kelulusan salah satu anggotanya yang baru diterima sebagai pegawai negeri.

Tak hanya prestasi bagi keluarga, anaknya itu juga membuat bangga warga sekampung karena menajdi orang pertama diterima sebagai pekerja pemerintah dalam 75 tahun terakhir.

Orang itu adalah Rakesh Kumar yang kini berusia 30 tahun. Atas pencapaiannya, warga di sana berbondong-bondong merayakannya dengan membagi permen serta olesan bedak warna-warni. 

Warga desa itu senang karena akhirnya ada penduduk yang diterima sebagai pegawai negeri dan Kumar dipilih menjadi seorang guru Sekolah Dasar (SD). Kumar saat ini mengajar di Kota Barkurwa.

1 dari 3 halaman

Melansir BBC, pekerjaan pemerintah sangat dicari di India karena keamanan dan manfaat yang ditawarkan.

Devendra Chowdhary, seorang pemimpin desa mengatakan bahwa beberapa generasi di Sohagpur telah bercita-cita untuk mendapatkan pekerjaan tetap dan bergaji baik, setidaknya sejak 1947, ketika India merdeka. 

Banyak siswa melakukan perjalanan ke kota-kota besar terdekat untuk belajar, tetapi tidak ada yang bisa mendapatkan pekerjaan pemerintah sampai sekarang.

2 dari 3 halaman

Chowdhary mengatakan bahwa keberhasilan Kumar telah mengangkat awan gelap kemalangan dari desanya dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Kumar mengatakan kepada BBC bahwa dia merasa gembira telah membuat desanya bangga. Namun dia menambahkan bahwa perjalanannya tidak mudah.

Putra seorang pemilik toko kelontong itu, dahulu Kumar harus bersepeda sejauh 20 mil untuk bersekolah di sekolah menengah di kota tetangga, Muzaffarpur.

Untuk memenuhi kebutuhan, ia juga akan mengajar siswa yang lebih muda di waktu luangnya.

3 dari 3 halaman

Setelah ayahnya meninggal pada 2016, segalanya menjadi lebih sulit. Disebut menjadi guru adalah bagian dari cita-cita ayahnya.

" Tapi saya berusaha keras untuk memenuhi impian ayah saya - dia ingin saya menjadi dokter atau guru. Sekarang, saya telah mewujudkan mimpinya," tambahnya.

Kumar berharap pekerjaan itu akan membuka pintu baru baginya. Ia kini berencana mempersiapkan ujian negara.

 

Beri Komentar