Kemenag Akui Stok Vaksin Meningitis untuk Calon Jemaah Umroh Langka

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 27 September 2022 07:00
Kemenag Akui Stok Vaksin Meningitis untuk Calon Jemaah Umroh Langka
Ada tiga hal yang sudah dilakukan Kementerian Agama (Agama).

Dream - Kementerian Agama mengakui adanya kelangkaan vaksin meningitis, sehingga menyebabkan sejumlah jemaah umroh di Jawa Timur gagal berangkat ke Tanah Suci. Kemenag sudah bersurat kepada Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes dan mendapat jawaban adanya kelangkaan vaksin meningitis.

“ Bersurat secara resmi dari Dirjen PHU ke Dirjen P2P Kemenkes mengkonfirmasi terkait dengan status vaksin meningitis dan kelangkaan,” kata Direktur Umroh dan Haji Khusus (UHK) Kementerian Agama, Nur Arifin, kepada Dream, Senin 26 September 2022.

Vaksinasi meningitis masih menjadi salah satu syarat untuk menjalankan umroh dan haji. Karena syarat inilah sejumlah jemaah umroh di Jatim gagal berangkat ke Tanah Suci katena tidak memperoleh vaksin meningitis.

Menurut Arifin, Dirjen PHU Kemenag, Kanwil Jatim, dan Forum Patuh Jatim, sudah bertemu dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya pada 26 Agustus 2022 untuk membicarakan penanganan kasus jemaah umroh dan vaksin meningitis yang langka.

“ Namun jawaban KKP Surabaya tetap harus vaksin meningitis sebelum berangkat umroh,” kata Arifin.

 

1 dari 3 halaman

Ditjen PHU juga sudah menggelar rapat dengan Ditjen P2P Kemenkes dan Asosiasi PPIU pada tanggal 20 September 2022 untuk membahas kelangkaan vaksin meningitis.

“ Kemenag dan Asosiasi sudah mendesak agar ada kebijaksanaan/toleransi untuk vaksin meningitis. Namun Ditjen P2P tidak dapat memberikan kebijakan utk toleransi,” ujarnya.

Menurut Arifin, Kemenkes mengakui bahwa stok vaksin meningitis memang terbatas. Upaya yang dilakukan oleh Kemenkes adalah merelokasi stok vaksin ke provinsi yang penyediannya habis.

Saat ini Kemenkes sedang mempercepat proses pengadaan vaksin yang disebut akan tersedia pada bulan Oktober 2022

“ Besok kami juga akan melakukan rapat bersama Kemenkes dan stakeholder untuk membahas keterbatasan stok vaksin meningitis,” ungkapnya.

Aturan vaksin meningitis tertuang dalam Permenkes No. 23 Tahun 2018 tentang Pelayanan dan Penerbitan Sertifikat Vaksinasi Internasional. Vaksin yang akan diproduksi Kemenkes ditaksir mencapai 220 ribu vaksin.

Sementara, tambah Arifin, Arab Saudi belum mencabut aturan syarat vaksin meningitis untuk keberangkatan ibadah umrah. " Sampai sekarang Saudi masih mewajibkan vaksin meningitis. Belum ada regulasi baru yang mencabut aturan ini. Kita menghormati dan mentaati aturan Saudi," ujar Arifin.

2 dari 3 halaman

Vaksin Meningitis Langka, AMPHURI Desak Diskresi dan Relaksasi Ketentuan Vaksinasi Buat Jemaah Umroh

Dream - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mendesak pemerintah memberikan diskresi dan relaksasi terkait kewajiban vaksin meningitis dan buku kuning bagi jemaah umroh. Desakan itu muncul seiring terjadinya kelangkaan vaksin meningitis.

Langkah pemerintah yang memaksanakan menerapkan regulasi vaksinasi meningitis dan International Certificate of Vaccination (ICV) atau buku kuning dikhawatirkan menyebabkan kegagalan keberangkatan jemaah umroh.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat AMPHURI, Firman M Nur, kelangkaan vaksin meningitis dan buku kuning merupakan kejadian luar biasa.

" Ini warning buat pemerintah kita," kata Firman dalam keterangan tertulis AMPHURI yang diterima Dream, Sabtu, 24 September 2022.

Kasus kegagalan keberangkatan jemaah umroh akibat tidak memperoleh vaksin meningitis dan buku kuning telah terjadi di Bandara Keberangkatan Juanda, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Kejadian ini berlangsung bahkan sebelum munculnya kelangkaan vaksin meningitis dan buku kuning.

“ Itu kejadian sebelum vaksin meningitis langka, apalagi sekarang vaksin meningitis tidak tersedia, pemerintah tidak mampu menyediakan vaksin yang dibutuhkan masyarakat yang mau ibadah,” ujarnya.

Akibat krisis vaksin dan buku kuning ini, lanjut Firman, sejumlah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menutup sementara layanan vaksinasi meningitis. Salah satunya dilakukan KKP Kelas I Soekarno-Hatta yang melakukan penutupan sementara sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

.

Penutupan vaksin meningitis© AMPHURI

Langkah yang sama dilakukan KP Kelas II Pekanbaru.

Vaksinasi Meningitis dibatasi© AMPHURI

Terkait ketentuan vaksin meningitis dan buku kuning, Firman menegaskan, pemerintah Arab Saudi sudah melonggarkan penerapan aturan ini dalam pelaksanaan di lapangan. Malah, lanjutnya, sudah tidak ada lagi pemeriksaan terkait vaksin meningitis karena sudah tidak menjadi perhatian utama pemerintah Saudi saat menerima jemaah umroh.

“ Ini sesuatu yang dipaksakan, padahal di Saudi sudah tidak menjadi concern utama,” ujar Firman.

3 dari 3 halaman

Informasi yang sama juga diperoleh dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen) di Jeddah yang menyampaikan Arab Saudi tidak lagi memeriksa jamaah terkait vaksin meningitis.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dilaporkan telah melakukan upaya merelokasi distribusi ketersediaan vaksin meningitis sesuai dengan sebaran populasi jamaah umrah per provinsi. Namun upaya tersebut tetap menghambat penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

Ketersediaan vaksin meningitis ini baru akan tersedia pada Oktober 2022. Sementara pemerintah juga memberlakukan pemberian vaksinasi minimal 14 hari sebelum keberangkatan.

Sementara Ketua Bidang Kesehatan AMPHURI, dr Endy Astiwara menambahkan krisis vaksin ini berdampak sangat luas karena hotel dan transportasi tiket pesawat sudah dipesan. Selain itu, calon jamaah yang bekerja atau bersekolah sudah mengajukan cuti ke institusinya masing-masing.

“ Pemerintah harus bertanggungjawab atas kelangkaan vaksin meningitis ini, karena dapat mengakibatkan sekian ratus ribu jamaah umrah yang akan gagal berangkat akibat dari itu, dan untuk sementara, segera melakukan diskresi atau relaksasi tentang regulasi kewajiban vaksin meningitis bagi jamaah umrah selama krisis vaksin ini terjadi,” imbuhnya

Beri Komentar