Kala Ria Miranda dan Jenahara Melebur Jadi Satu

Reporter : Kusmiyati
Sabtu, 6 Desember 2014 13:30
Kala Ria Miranda dan Jenahara Melebur Jadi Satu
Persahabatan keduanya yang telah terjalin hampir lima tahun menelurkan sebuah buku menarik.

Dream - Ada banyak cara untuk mengungkapkan kedekatan dengan seseorang spesial. Seperti yang ditunjukan desainer cantik Ria Miranda dan Jenahara.

Persahabatan yang telah terjalin hampir lima tahun menelurkan karya positif yakni buku yang berjudul Fashion Friendship Jenahara and Ria Miranda.

Buku dengan 104 halaman ini, berisi kumpulan perjalanan dan pengalaman kedua wanita cantik itu dalam meraih impian menjadi desainer fashion muslim yang go international, namun tidak melupakan kebudayan Indonesia.

Dalam buku ini juga dibahas karakter desain keduanya yang bertolak belakang, hingga tips-tips berbisnis fashion dan padu padan berbusana muslim dari keduanya.

" Alhamdulillah, Allah berikan kami kesempatan berkarya positif. Insya Allah memberikan dampak positif untuk semua yang membacanya, ya minimal yang kami kerjakan ini bisa menginspirasi," kata Ria Miranda saat ditemui dalam acara riamiranda trunk Show 2015 di Jakarta, Jumat malam kemarin.

Ria dan Jenahara menambahkan butuh proses panjang, kesabaran, toleransi dan pengertian satu sama lain dalam membuat buku ini.

" Buku ini sebenarnya menceritakan tentang dua kepribadian dan juga gaya kami yang berbeda. Ria, seperti desain-desainnya, cenderung girly atau feminin. Terlihat dari dominasi warna pastel yang ia gunakan. Saya lebih tomboy dengan warna-warna gelap," komentar Jenahara.

Namun di balik perbedaannya, pada dasarnya mereka memiliki banyak kesamaan. Dari minat pada dunia mode hingga menjalankan peran sebagai ibu sekaligus wanita karier.

" Mungkin banyak orang yang enggak tahu siapa kami sebenarnya dan bagaimana persahabatan kami. Semuanya kami tuangkan di buku ini. Ikhlas dan tulus dua cara untuk kita bisa langgeng dalam bersahabat," ujar Jenahara.

Foto-foto yang ditampilkan dalam buku yang diterbitkan Qultum Media ini berlatar Yogyakarta dan Singapura. Karena kesibukan masing-masing, proses pembuatan buku ini pun berlangsung cukup lama, sekitar tujuh bulan.

" Alhamdulillah bersyukur sekali memiliki tim yang saling menghargai dan mengerti karakter masing-masing, sehingga bisa selesai di sela-sela kesibukan kami berdua. Dan untuk saya pribadi ini buku keempat saya dan buku ini sudah bisa diperoleh di toko-toko buku dari sekarang," jelas Ria.

Beri Komentar