Ilustrasi
Dream - Terlelap, wanita cantik ini terjaga oleh suara menggerikan. Hari itu, 29 Agustus 2013. Pagi hari pada pukul tujuh lebih 30 menit. Ketika sudah terjaga, dia kemudian menyadari bahwa suara itulah yang kerap didengarnya pada hari yang sudah-sudah. Dan seperti hari yang sudah-sudah itu, suara melengking itu turun dari angkasa.
Kimberly Wookey, nama ibu muda ini, langsung mencari kamera. Lalu merekam suara itu. Ketika beranjak ke ruang tamu, putranya yang berusia 7 tahun ternyata sudah berjaga di sana, dalam ketakutan akan suara itu. Si belia itu kemudian bertanya suara apa gerangan yang terdengar menakutkan itu. Sang Ibu tak punya jawaban.
Hari itu memang bukan kali pertama Kimberly mendengar suara itu. Wanita yang tinggal di British Colombia, Kanada ini, sudah mendengar lengkingan suara dari langit itu semenjak Juni 2013. Saat itu, dia juga merekam suara aneh ini.
Dan ketika dia mengunggah video rekaman itu ke jejaring berbagai video, Youtube, dia melihat begitu banyak tetangga mengunggah rekaman suara yang sama. Pada laman itu pula dia menemukan beberapa video diunggah dari sejumlah negara. Dari Amerika Serikat, Rusia, hingga Eropa Barat. Suara yang terdengar juga sama.
Entah karena menjadi kebiasaan, Wookey kemudian selalu merekam setiap kali suara itu singgah di telinga. Rekamannya terakhirnya tanggal 7 Mei 2015.
Rekaman video dari sejumlah negara itulah yang ramai dibicarakan sepekan belakangan pada berbagai media massa di seluruh dunia. Dari jejaring sosial hingga media televisi. Suara itu terdengar dalam rupa-rupa nada. Mendesis. Gemuruh. Dan melengking seperti bunyi Sangkakala. Entah karena terdengar seperti Sangkakala itu, sejumlah orang kemudian mengaitkan suara itu dengan kiamat.
Dari semua video yang beredar itu, rekaman video terbaru diambil di Laramie, Albany County, Wyoming, Amerika Serikat. Video itu diklaim diambil pada 24 Mei 2015 pukul 01.30 dinihari waktu setempat. Dalam gambar yang didominasi kegelapan itu terdengar suara melengking. Ya, memang mirip terompet.
Laman Strange Sound mencatat, sejak Januari hingga Mei 2015 ini, setidaknya ada 35 video yang memperdengarkan suara misterius, yang diklaim diambil dari berbagai belahan bumi. Vide-video yang menangkap suara misterius seperti ini sudah ada sejak 2008. Setelah itu, seolah berentet, muncul video-video serupa.
Sejak itu pula, berbagai teori dikemukakan para cendekia untuk menjelaskan muasal suara tersebut. Dia antaranya pergerakan lempeng Bumi, tekanan atmosfer, alien, senjata luar angkasa, hingga pertanda kiamat. [Selengkapnya baca di sini: Sejumlah Teori Jelaskan `Sangkakala Kiamat`].
Namun, di tengah kebingungan dari mana asal muasal suara itu, tak sedikit pula yang menduga rekaman suara-suara itu adalah hoax alias tipuan. Memang, pendapat yang menyangsikan ini kalah arus ketimbang teori yang berusaha menjelaskan suara-suara aneh tersebut.
Terlepas dari perdebatan itu, sebenarnya tak hanya suara misterius saja yang pernah membuat geger banyak orang. Sejumlah peristiwa di berbagai belahan Bumi pun sempat membuat manusia bingung. Peristiwa itu bahkan hingga kini ada yang masih belum terpecahkan.
Berikut sejumlah " keanehan yang datang dari langit" :
© Dream
Misteri Langit Perm
Sebuah fenomena aneh terjadi di langit Perm, Rusia. Sebuah bola api besar dengan ekor panjang terlihat jelas di tengah kegelapan malam. Rekaman video ini diunggah ke laman Youtube pada 23 Maret 2015.
Banyak yang berspekulasi. Di antaranya menyebut bahwa bola api itu merupakan satelit yang sedang diluncurkan. Ada pula yang meyebut itu adalah senjata. Dan hingga kini fenomena itu belum terkuak.
© Dream
Spiral Aneh di Langit Norrwegia
Sebuah fenomena aneh terlihat di langit Norwegia apda 2009 silam. Sebuah cahaya terang berbentuk spiral telah membuat banyak orang tercengang.
Orang yang tak menyaksikan langsung fenomena itu, dan hanya melihat melalui foto, kebanyakan langsung memvonis bahwa itu tipu-tipu belaka. Permainan editing foto.
Namun tidak bagi banyak warga Norwegia. Mereka mengaku menyaksikan langsung fenomena ini pada malam puku 07.50 waktu setempat. Tak hanya dari satu lokasi. Sejumlah orang di negara Skandinavia itu mengaku melihat dari tempat-tempat berbeda.
" Saya bisa menggambarkan bahwa fenomena ini berlangsung dua atau tiga menit. Ini tak bisa dipercaya. Saya sangat terkejut saat melihatnya," kata Petter Jorgensen yang mengaku melihat fenomena ini.
Fenomena aneh ini bermula dari sebuah cahaya putih yang berputar-putar hingga berbentuk spiral. Di bagian pusatspira ituterlhat pancaran warna lain.
" Spiral ini kemudian semakin membesar hingga membetuk halo besardi langit dengan gelombang hijau yang memancar ke Bumi," kata saksi lainnya, Nick Bunbury, warga Harstad.
Sama dengan fenomena lainnya. Kejadian ini juga memantik beragam spekulasi. Di antaranya, ada yang menyebut ini adalah roket yang ditembakkan oleh kapal selam Rusia. Namun, menurut laman Universe Today, Rusia menolak dugaan ini.
© Dream
Hujan Cacing Tanah
Pada April 2015, warga Norwegia dihebohkan oleh hujan yang tak biasa. Bukan air, salju, atau es yang jatuh dari langit itu. Melainkan gumpalan tanah berisi cacing yang masih hidup.
Fenomena itu pertama kali ditemukan oleh seorang guru biologi, Karstein Erstad, yang tengah melakukan ski di pegunungan. " Saya melihat ribuan cacing tanah di permukaan salju," kata Erstad dikutip The Independent pada 16 April silam.
" Saat saya menemukan mereka di atas salju mereka terlihat mati, tapi ketika saya letakkan di tangan mereka hidup," tambah dia.
Semula, Erstad menduga cacing-cacing ini datang dari bawah salju. Namun dugaan itu langsung mentah. Sebab ketebalan salju di lokasi itu mencapai setengah meter. Tak menungkinkan untuk ditembus cacing, apalagi bersama gumpalan tanah.
Sehingga, banyak yang berspekulasi bahwa cacing beserta tanahnya itu jatuh dari langit. Alias telah terjadi hujan cacing. Sebab, kejadian serupa pernah terjadi di dua wilayah di selatan Norwegia, Molde dan Bergen. Bahkan sudah terjadi pada tahun 1920-1n.
Teori hujan binatang ini mengemukakan pendapat kemungkinan cacing-cacing itu terangkat dalam kantong udara, kemudian jatuh lagi ke Bumi dengan jarak ratusan atau bahkan ribuan mil dari tempat asalnya.
Teori lain menyebut cacing-cacing itu terbawa badai dan kemudian jatuh ke atas salju tersebut. Meski demikian, belum ada penjelasan yang pasti bagaimana cacing-cacing itu bisa berada di atas lapisan es Norwegia itu. Pendapat yang paling banyak diyakini adalah " hujan cacing" dari langit.
© Dream
'Hujan Darah'
Lebih dari satu abad warga di Sri Lanka, dibingungkan oleh hujan aneh di wilayah mereka. Air yang tumpah ke sebagian bumi Hindustan itu warnanya merah. Sehinggga disebut sebagai " hujan darah" .
Fenomena ini tercatat sudah terjadi sejak 1896. Fenomena terakhir yang tercatat terjadi pada 2013 di Kerala. Air hujan itu mirip dengan bekas cucian yang terkena luntur kain merah. Dan bahkan warna merah itu ada yang menyerupai darah.
Namun setelah seratus tahun lebih, fenomena misterius ini mulai terkuak. Para ilmuan yang meneliti sampel air hujan itu mulai menemukan hasilnya. Mereka menyatakan warna merah itu terjadi karena air hujan tersebut mengandung bakteri dengan spesies alga Trachelomonas.
Bakteri yang memiliki warna merah dan hijau itu kebanyakan ditemukan di tanah. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Lanka Institute of Nanotechnology (SLIN) telah membuktikan pada air itu terdapat mikroorganisme Trachelomonas.
© Dream
`Sangkakala Kiamat`
Dan yang sedang menjadi perbincangan banyak orang saat ini adalah suara misterius mirip terompet. Suara itu Bergemuruh, melengking, dan memekakkan telinga.
Seorang ahli geologi, David Deming dari University of Oklahoma, telah merangkum hasil penelitiannya tentang bunyi yang disebut The Hum --suara misterius dan tidak bisa dilacak, hanya terdengar di lokasi tertentu di seluruh dunia oleh 2 hingga 10 persen penduduk dunia.
Dalam Journal of Scientific Exploration, Deming menulis bahwa sumber dari The Hum bisa saja bersumber dari suara transmisi telepon dan pesawat udara yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat untuk tujuan komunikasi kapal selam.
Tapi NASA punya kesimpulan yang lain soal suara itu, dan versi inilah yang dipercaya oleh banyak kalangan. Bumi ini, begitu NASA menjelaskan, memiliki emisi radio. " Jika manusia punya antena, bukan telinga, maka akan mendengar suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri. Ilmuwan menyebutnya tweeks, whistlers, dan sferics."
" Emisi radio alami Bumi adalah nyata dan meskipun kita sebagian besar tidak menyadari keberadaannya, tapi ada di sekitar kita sepanjang waktu." Selain teori ini, masih banyak pendapat yang berusaha menjelaskan suara misterius tersebut.