Presiden Mahmoud Abbas (kiri) Dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (sumber: Times Of Israel)
Dream - Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan. Peristiwa bersejarah itu terjadi saat keduanya menghadiri pemakaman mantan Presiden Israel yang juga peraih Nobel Perdamaian 1994, Shimon Peres pada Jumat, 30 September 2016.
Jabat tangan dua negara yang sedang terlibat konflik itu sangat jarang terjadi. Terakhir kali, mereka bertemu pada 2015.
Pertemuan yang sangat jarang di negara yang saling berbatasan itu disebut oleh media-media barat 'jabat tangan lima tahun sekali'.
Saat keduanya bertemu pekan lalu, selain berjabat tangan, Abbas sempat menyapa Netanyahu.
" Lama sekali, lama sekali," kata Abbas di Yerusalem.
Netanyahu pun menyahuti 'lawan politik'-nya itu. Dia berkata, " Atas nama pribadi dan masyarakat, saya menghargai kedatangan ini."
Meski pertemuan tersebut terjalin ramah, ternyata sejak 2010 kedua petinggi negara Palestina-Israel tak lagi duduk berunding. Negosiasi keduanya membeku sejak 2014.
Menurut laman The Washington Post, pertemuan itu tidak berarti banyak bagi perundingan damai kedua negara. Mengutip surat kabar Israel Haaretz, " Belum jelas apakah acara tersebut akan membuka kesempatan kedua negara untuk bertemu secara resmi."
Netanyahu mengakui jabat tangan dengan Abbas hanya bersifat protokoler.
" Itu murni protokol, bukan rapat kerja," kata Netanyahu. " Jadi kami berjabat tangan, itu jelas. Kami tak berunding."
Reaksi yang nyaris sama juga dikeluarkan Abbas. Senyumnya dengan cepat berubah menjadi pertarungan politik yang keras.
" Sumber daya kami dirampas, pohon kami banyak yang tumbang, pertanian kami hancur," kata Abbas.
Dalam beberapa kasus, pemimpin Israel dan Abbas kerap mendatangi ajang konferensi tingkat dunia. Tetapi, mereka tak terlibat menjalin komunikasi politik. Pada Juni, misalnya, Abbas menolak untuk bertemu dengan Presiden Israel Reuven Rivlin di Brussels. Padahal, baik Abbas dan Rivlin berada di kota pada waktu yang sama.(Sah)