Kemenag Dorong Siswa Madrasah Minimal Kuasai 3 Bahasa Asing

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 8 Januari 2020 07:02
Kemenag Dorong Siswa Madrasah Minimal Kuasai 3 Bahasa Asing
Penguasaan bahasa meningkatkan daya saing.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) berencana mempersiapkan program bagi lulusan madrasah agar berdaya saing tinggi. Direktur Kurikulum Saranan Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A. Umar menyebut agar berdaya saing, siswa madrasah diwajibkan untuk menguasai minimal tiga bahasa asing.

“ Untuk meningkatkan daya saing, Pak Menteri mintanya satu, anak madrasah harus menguasai satu di antara tiga bahasa asing,” kata Umar, di kantornya, di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

Tiga bahasa asing yang harus dikuasai siswa yaitu, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin.

Umar mengatakan, setiap sekolah tidak harus mewajibkan anak didiknya memilih bahasa Mandarin. Siswa bisa menggantinya dengan bahasa asing lainnya, seperti bahasa Perancis, Italia, dan Jerman.

“ Tidak harus bahasa Mandarin,” ucap dia.

Pemilihan bahasa yang harus dikuasai yaitu yang lebih sering digunakan dan menyesuaikan.

Umar juga menerangkan, tiga bahasa ini akan berguna untuk nantinya saat melamar pekerjaan dan akan lebih mempunyai kompetensi penilaian yang lebih bagus.

Ke depan, Kemenag juga akan meningkatkan daya saing siswa madrasah dengan memberikan eduksi untuk menguasai IT serta tambahan Pendidikan Vokasi.

(Sah, Laporan: Diah Tamayanti)

1 dari 4 halaman

Jalur Tanpa Tes Kampus Islam Negeri Bukan Hanya untuk Madrasah

Dream - Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam (Ditjen Pendis), Kementerian Agama kembali membuka pendaftaran Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perjuangan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tiggi Keagamaan Islam (UM-PTKIN).

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengatakan, dua jalur pendaftaran itu khusus diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, pendaftaran calon mahasiswa baru ke PTKIN setiap tahunnya selalu mengalami lonjakan.

" UM-PTKIN sejak 2010 dan SPAN PTKIN 2013 terus meningkat. Jumlah pendaftar SPAN adalah 2018, 840 dan UM-PTKIN 149.144, sedangkan total pendaftar 2019 menjadi 395.610 peserta sebuah peningkatan yang luar biasa," ujar Fachrul di Kemenag, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)© Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an

Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)

Di lokasi yang sama, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin mengatakan, SPAN ini menjadi sarana siswa berprestasi untuk masuk ke PTKIN tanpa melewati tes.

" Ini SPAN seleksi prestasi tidak tes. Jadi hanya di tes prestasinya misalnya dia juara olimpiade atau juara lain dan juga rapotnya. Jadi khsusus untuk seleksi anak-anak," kata Kamaruddin.

2 dari 4 halaman

Bukan Hanya untuk Siswa Madrasah

Kamaruddin menerangkan, SPAN dan UM-PTKIN ini tidak hanya diperuntukkan untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) saja, namun juga siswa SMK dan SMA juga dipersilakan mendaftar.

Pada seleksi 2020, kuota SPAN dan UM-PTKIN sebanyak 125 ribu. Panitia seleksi menargetkan jumlah pendaftar mencapai 275 ribu orang.

Proses pendaftaran SPAN-PTKIN akan dimulai pada 3 Februari hingga 28 Februari 2020 dan akan diumumkan pada 10 April 2020. Sementara pendaftaran UM-PTKIN akan dimulai 15 April-29 Mei 2019.

Pelaksanaan ujian tulis UM-PTKIN akan dilakukan pada 15 Juni-24 Juni 2020 dan akan diumumkan pada 3 Juli 2020.

3 dari 4 halaman

Kemenag Alokasikan Rp1,26 Triliun untuk Bangun Fasilitas PTKIN

Dream - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran Rp1,26 triliun untuk membangun fasilitas pembelajaran di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Anggaran itu bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang akan dipakai sepanjang 2019.

" Kementerian Agama mengalokasikan SBSN dengan skema Single Year Contract (SYC) untuk 35 PTKIN senilai 870 miliar," ujar Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Syafriansyah dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis, 7 Februari 2019.

Syafriansyah mengatakan, selain skema SYC, Kemenag juga akan mengeluarkan skema Multi Year Contrack (MYC). Anggaran dari MYC nantinya akan membiayai 6 PTKIN senilai Rp398 miliar.

" Total anggaran SBSN 2019 adalah Rp1.269.873.584.099 untuk 41 PTKIN," ucap dia.

4 dari 4 halaman

Bantuan untuk IAIN Kendari

Wakil Rektor Bidang Adminsitrasi Umum dan Keuangan IAIN Kendari, Pairin mengaku bersyukur atas anggaran yang dialokasikan. Pairin mengatakan, ini kali kedua IAIN mendapat anggaran tambahan dari SBSN untuk menambah fasilitas pembelajaran.

" Kami berterimakasih kepada Kementerian Agama yang kembali untuk kedua kalinya, mempercayakan kami mengelola anggaran SBSN untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan," ucap Pairin.

Pairin menjelaskan, pada 2018 lalu, IAIN Kendari mendapat anggaran Rp38 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun 60 ruang kelas pembelajaran terpadu.

Pairin menyebut, ruangan tersebut dimanfaatkan untuk proses pembersihan pembelajaran Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan Fakultas Syariah dan Hukum.(Sah)

Beri Komentar