Wifi 'Semut', Solusi Belajar Online di Masa Pandemi

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 12 November 2020 15:00
Wifi 'Semut', Solusi Belajar Online di Masa Pandemi
Siswa jadi bisa belajar meski tak punya ponsel.

Dream - Pandemi Covid-19 menuntut masyarakat menjadi kreatif dalam segala bidang. Khususnya di bidang pendidikan yang mengharuskan pembelajaran jarak jauh.

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh kerap menemui kendala di sejumlah tempat. Seperti ketiadaan akses gawai maupun jaringan internet.

Tetapi, hal itu bukan menjadi masalah bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Malang. Agar para siswa tetap bisa belajar jarak jauh, pihak madrasah membuat sistem pinjam ponsel giliran dan WiFi 'Semut'.

" Peminjaman HP dilakukan secara estafet sehingga seluruh siswa yang terkendala dapat mengikuti pembelajaran daring secara bergantian," ujar Kepala MTsN 6 Malang, Sutirjo.

1 dari 5 halaman

WiFi 'Semut'

Untuk kuota internet, kata Sutirjo, diterapkan sistem WiFi 'Semut'. Caranya, salah satu siswa dibelikan kuota internet kemudian teman-temannya 'nebeng' melalui koneksi thetering.

Menurut Sutirjo, cara ini cukup efektif mengatasi kendala siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Selain itu, para siswa dibuat per kelompok dan belajar di rumah salah satu siswa.

Rumah tersebut akan didatangi tim MTsN 6 Malang yang membawa beberapa ponsel. Ponsel tersebut digunakan siswa untuk belajar.

Salah satu siswi MTsN 6 Malang, Anjani, bersyukur bisa didatangi tim dari madrasahnya. Dia merasa kesulitannya dalam belajar mendapat perhatian dari madrasah.

" Sangat bersyukur karena diperhatikan oleh madrasah dengan dipinjami HP, jadi bisa ikut pembelajaran daring," ucap Anjani.

Saat ini Anjadi duduk di bangku kelas VIII. Dia termasuk salah satu siswi yang mengalami kendala pembelajaran jarak jauh lantaran tidak memiliki ponsel.

 

2 dari 5 halaman

Tangis Haru

Hal yang sama juga diutarakan ibu dari Teguh yang merupakan siswa kelas VII MTsN 6 Malang. Sang ibu sampai menangis haru melihat anaknya bisa sekolah lagi dengan bantuan pinjaman ponsel.

" Setiap hari anak saya harus bergantian dengan adiknya yang juga harus belajar online. Teguh seringkali harus mengalah, keluar dari kelasnya supaya hp bisa dipakai adiknya," kata ibu dari Teguh.

Pembelajaran tentu dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para siswa diharuskan jaga jarak dan memakai masker selama pembelajaran berlangsung, dikutip dari Kemenag.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Satgas Covid-19 Yakin Takkan Terjadi Lonjakan Mendadak Kasus Kematian

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia relatif terkendali. Dia pun optimistis data kematian tidak akan mengalamisudden spike atau lonjakan mendadak.

Wiku menyatakan jumlah kasus kematian di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Pada negara lain, kurva kematian menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

" Jika kita perhatikan perkembangan kasus meninggal di negara-negara lain, tampak peningkatan yang cukup signifikan dalam waktu yang singkat, sementara Indonesia mampu mengendalikan laju kematiannya sehingga tidak ada sudden spike atau lonjakan yang mendadak," ujar Wiku.

Namun demikian, Wiku mengingatkan tingkat kematian di Indonesia harus tetap menjadi perhatian bersama. Imbauan ini disampaikan karena masih tingginya tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia dibandingkan rata-rata global.

 

4 dari 5 halaman

Tingkat Kematian di Indonesia Masih di Atas Rata-rata Global

Angka kematian di Indonesia saat ini sebesar 3,33 persen, lebih tinggi di atas rata-rata global sebanyak 2,47 persen. Angka tersebut bahkan lebih tinggi di antara negara-negara Asean seperti Singapura 0,04 persen, Malaysia 0,71 persen, Thailand 1,5 persen, Filipina 2 persen, dan Myanmar 2,31 persen.

Dibandingkan pula dengan negara-negara Asia, Eropa dan Amerika, kasus kematian pasien Covid-19 di Indonesia juga masih lebih tinggi. Seperti Jepang yang berada di level 1,68 persen, Switzerland 1,26 persen, Jerman 1,69 persen, Perancis 2,26 persen, Amerika Serikat 2,34 persen dan Belgia 2,6 persen.

 

5 dari 5 halaman

Galakkan 3T

Wiku mengatakan Indonesia harus banyak belajar dari negara-negara lain dalam menekan angka kematian. Pemerintah, kata dia, terus meningkatkan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) untuk menekan angka kematian.

" Penting untuk diingat bahwa upaya meningkatkan 3T merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya," ucap Wiku.

" Pemerintah daerah segera koordinasikan ke pemerintah pusat jika menemui kendala dalam 3T. Masyarakat jangan takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," kata dia melanjutkan, dikutip dari Covid19.go.id.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar