Siswi Madrasah Juara Kompetisi Robot Dunia, Idenya dari Mal

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 2 September 2019 17:01
Siswi Madrasah Juara Kompetisi Robot Dunia, Idenya dari Mal
Robot karya Salma berhasil memukau dewan juri.

Dream - Salma Sonia Jneina Sagiri, membuat Indonesia berbangga. Siswi kelas XII IPA 2 Boarding School Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta meraih medali emas di ajang World Robot Games 2019 di Bangkok, Thailand, untuk kategori Innovative Robot Extreme.

Robot yang diberi nama Smart Bin in the Mall ini mengantarkan Salma menuju panggung juara tertinggi kompetisi itu. Salma menjelaskan, robot yang dia ciptakan terinspirasi dari kebiasaan pengunjung pusat perbelanjaan atau mal yang jarang mau membuang sampah pada tempatnya.

" Banyak alasan yang disampaikan. Mulai dari malas, takut kotor, dan sebagainya. Robot ini hadir untuk mengatasi hal tersebut," ujar Salma, dikutip dari jateng.kemenag.go.id.

Salma merancang robotnya untuk memudahkan masyarakat yang ingin buang sampah tanpa perlu bersentuhan dengan tempat sampah. Robot itu dibekali sensor sehingga bisa membuka dan menutup tutup tempat sampah.

Kemudian, robot tidak akan membuka tutup secara otomatis jika sampah yang ditampung sudah penuh. Sehingga, sampah harus dibuang lebih dulu agar robot buatan Salma bisa normal beroperasi.

 

1 dari 5 halaman

Pukau Dewan Juri

Robot ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Selain itu, biaya pembuatan robot ini tidaklah mahal.

Presentasi Salma mampu memukau para juri yang berasal dari berbagai kalangan. Salmapun diganjar emas, mengalahkan ribuan peserta dari negara-negara lain.

Kepala MAN 1 Surakarta, Slamet Budiyono, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Salma. Dia menyatakan capaian tersebut sejalan dengan misi MAN 1 Surakarta untuk Go International.

" Alhamdulillah akhirnya kita bisa go international dan sudah dimulai dari lomba robotik di Thailand," ujar Slamet.

Slamet mengatakan pihak sekolah dan para guru selalu mendorong para siswa untuk berkarya. Terutama berani terjun ke kancah dunia.

" Saya sangat mendorong siswa siswi MAN 1 Surakarta untuk berani berpikir global dan bukan hanya lokal. Termasuk mengikuti lomba juga harus berani tampil di tingkat global," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Mampu Bersaing dengan Peserta Dewasa

Pembimbing Tim Robotik MAN 1 Surakarta, Prihantoro Eko Sulistyo, mengatakan World Robot Games merupakan kompetisi robot dunia yang digelar tiap tahun. Ada 10 negara berpartisipasi dalam kompetisi ini, yaitu Thailand selaku tuan rumah, Vietnam, Indonesia, Bhutan, Myanmar, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Prihantoro mengakui performa Salma selama mengikuti ajang kompetisi ini sangat membanggakan. Sebab, siswi MAN itu mampu bersaing dengan peserta dewasa pada kategori Extreme.

3 dari 5 halaman

Siswa Madrasah `Perang` Robot di Depok

Dream - Mal Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, menjadi saksi pertarungan robot-robot karya siswa madrasah. Siswa-siswa madrasah di tingkat Ibdidaiyah (setingkat SD), Tsanawiyah (setingkat SMP), dan Aliyah (setingkat SMA) menguji robot andalannya di kejuaraan robot bertema 'Robot Rescue: Robot Mitigasi Bencana'.

Robot-robot dari madrasah itu tidak bertanding untuk saling mematikan, namun beradu pintar memberi pertolongan dan mitigasi bencana. Kompetisi Robotik ini terbagi dalam dua kategori, yakni kategori Rancang Bangun Mesin Otomasi Bencana dan Kategori Rescue Robot Mobile.

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama, Ahmad Umar, mengatakan kompetisi robot ini bukan sekedar permainan, namun juga melatih kreativitas dan integritas siswa madrasah.

" Kompetisi ini digelar di mal untuk menunjukkan bahwa siswa-siswi madrasah itu gaul, melek teknologi, dan tidak ndeso,” ujar Umar, dalam keterangan tertulisnya, Minggu 4 November 2018.

Umar berharap di masa mendatang Kompetisi Robotik Madrasah dapat diselenggarakan juga di tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten/kota. Umar mengatakan banyak orang salah mengira madrasah merupakan sekolah yang hanya mengajarkan ngaji dan menulis Arab.

“ Madrasah itu sekarang menjadi bagian dari komunitas muslim kelas menengah kota,” ujar dia.

 Perang robot siswa madrasah

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin menyebut Kemenag punya visi kuat untuk pengembangan ilmu robotik ini.

“ Kita berkomitmen membuat madrasah menjadi bagian dan berperan kongkrit dalam revolusi industri ke-4 ini” kata Amin.

Kompetisi Robotik ini akan memperebutkan lima kategori dalam tiga tingkatan. Tahun ini sebanyak 182 tim, yang disetiap timnya terdiri dari 2 siswa, berlomba menjadi yang terbaik.

Tahun lalu, kompetisi robotik ini dimenangkan MAN 3 Jakarta, MAN 1 Surakarta, MTsN 6 Sleman Yogyakarta, MTsN 1 Jembrana, Bali, dan MIN 1 Cilegon Banten.

4 dari 5 halaman

Siswi Madrasah Berhasil Temukan Penganan Pencegah Stunting

Dream - Lima siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Batu, Jawa Timur, membawa pulang medali emas di ajang Internasional Young Inventor Award (IYIA) ke-5 di Bali, 18-22 September 2018. Mereka adalah Selvin Ceria Mita Ramadan, Azizah Alif Habibillah, Rosiana Fitri Fadilah, Nova Arifianti Putri, Aprilia dan Nanda Indri Rosita.

Kelima remaja ini berhasil menemukan penganan untuk mencegah stunting. Temuan tersebut mereka tuangkan dalam hasil riset berjudul " Fortifikasi Umbi Ganyong dan Daun Kelor (Granyola-Bar) untuk Mencegah Stunting."

Salah satu anggota tim, Selvin, mengatakan bahwa penelitian ini berangkat dari kekhawatiran atas tingginya angka penderita stunting di Indonesia. Dia bersama keempat temannya tergerak mencari solusi dengan memanfaatkan bahan alami yang ada di lingkungan sekitar.

" Bahan yang ada di sekitar tempat kami tinggl adalah umbi ganyong dan daun kelor (Moringa oliefiera) atau yang disebut juga miracle tree," kata Selvin, dikutip dari kemenag.go.id, Senin 24 September 2018.

Bahan tersebut dikreasikan dalam bentuk camilan penuh nutrisi, terutama kalsium, fosfor, dan protein. Riset yang para siswi setingkat SMP ini dijalankan selama tiga bulan.

Mereka juga melakukan pengujian nilai gizi dan tingkat penerimaan konsumen.

5 dari 5 halaman

Bisa Dikembangkan di Masa Depan

Para juri IYIA 2018 menyatakan riset para siswi MTsN Kota Batu ini memiliki urgensi dengan program pemerintah dan dunia untuk menekan banyaknya kasus stunting. Riset ini dinilai dapat dikembangkan di masa depan sekaligus memberikan nilai tambah bagi umbi ganyong dan daun kelor.

Kepala MTsN Kota Batu, Hamidah, mengatakan bahwa IYIA 2018 merupakan ajang riset yang pertama kali diikuti sekolahnya. Dia mengatakan MTsN Kota Batu mengirimkan satu tim riset.

" Kami ikuti prosedur perlombaannya dari pengiriman abstrak, penelitian, pameran dan penjurian berlangsung mulai bulan Juli-September 2018," kata Hamidah.

IYIA merupakan ajang riset skala dunia diperuntukkan bagi para pelajat. IYIA 2018 melibatkan 1.200 peserta dan terselenggara atas kerjasama sejumlah lembaga seperti Indonesian Invention and Innovation Promotion Association(INNOPA), International Federation of Inventors Association (IFIA), dan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA).

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara