Kemenag Imbau Jangan Memaksakan Diri Berkurban di Kala Wabah PMK

Reporter : Okti Nur Alifia
Sabtu, 9 Juli 2022 15:30
Kemenag Imbau Jangan Memaksakan Diri Berkurban di Kala Wabah PMK
Berkaitan dengan imbauan itu, Kemenang menyampaikan agar masyarakat peduli akan penyediaan daging halal.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkurban di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Mastuki mengatakan, menyembelih hewan kurban pada Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah.

“ Bagi umat Islam, menyembelih hewan kurban pada Iduladha hukumnya sunnah muakkadah. Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” tutur Mastuki dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan PMK, pada Kamis, 7 Juli 2022.

Dikatakan Mastuki, hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Agama No. 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Sholat Hari Raya Iduk Adha dan Pelaksanaan Kurban 1443 H/2022 di Masa Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berkaitan dengan imbauan itu, Kemenang menyampaikan agar masyarakat peduli akan penyediaan daging halal.

“ Kementerian Agama memandang penting untuk menyampaikan kepada masyarakat agar peduli dengan proses penyediaan daging halal mulai dari hulu sampai hilir,” imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Penyediaan Daging Halal

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan daging halal, menurut Mastuki, meliputi pemilihan hewan kurban, penyembelihan, ketersediaan juru sembelih halal (juleha) yang bersertifikat, dan memperhatikan tempat atau lokasi penyembelihan yang harus memenuhi syarat kebersihan. 

Proses penyediaan daging halal juga harus memperhatikan pemisahan lokasi penampungan hewan dan pemotongan, pencacahan, serta pembungkusan.

Mastuki menambahkan, bagi umat Islam juga diimbau untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan. 

“ Perhatian ini bukan saja saat atau menjelang pelaksanaan Idul adha saja, tetapi sepanjang waktu karena berkaitan dengan kehalalan daging yang beredar di pasaran,” tandas Mastuki. 

Sumber: Kemenag.go.id

Beri Komentar