Irjen Kemenag M Jasin (kiri) Saat Peluncuran Karya Pegawai Di Gedung Itjen Jakarta Selatan (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pembenahan kinerja di Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan peningkatan. Ini ditandai dengan diraihnya predikat akreditasi B dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) sepanjang tahun kerja 2015.
Inspektur Jenderal Kemenag M Jasin mengatakan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) yang dikeluarkan Kemen PANRB memberikan nilai 62,02 bagi Kemenag. Penilaian itu diberikan atas dasar integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.
" Pada tahun sebelumnya, 2014, kinerja Kemenag mendapatkan nilai 55 dengan predikat C," kata Jasin usai acara peluncuran 50 buku karya pegawai di lingkungan Kemenag, Jumat, 8 Januari 2016.
Hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil yang dikeluarkan oleh audit internal Inspektorat Jenderal Kemenag. Dalam laporan instansinya, Jasin mengatakan capaian kinerja Kemenag berada pada angka 62,28.
" 2014 lalu penilaiannya 54,83. Tetapi, di tahun 2015 meningkat menjadi 62,28 atau naik predikatnya menjadi B. Ini kemudian meningkatkan tunjangan kinerja yang awalnya 40 persen menjadi 60 persen," ucap dia.
Jasin berharap capaian ini dapat terus meningkat. Sebab, selain kinerja yang mulai terlihat membaik, pengelolaan keuangan Kemenag juga mendapat peringkat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Disertai Paragraf Penjelasan (WTP-DPP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Meski begitu, Jasin belum sepenuhnya bangga dengan capaian tersebut. Sebab, peringkat WTP diraih Kemenag belum utuh, sehingga dia ingin capaian tersebut dapat diraih sepenuhnya di tahun ini.
" Pada 2016, penilaian WTP sudah harus ada perbaikan dengan hilangnya kata 'Dengan Paragraf Penjelasan'," ujar dia.
Lebih lanjut, Jasin akan terus mengawasi pengelolaan kinerja dan keuangan Kemenag dengan lebih detail. Sebab, di 2015 lalu, dia masih menemukan beberapa pegawai nakal di lingkungan Kemenag.
" Temuan-temuan di 2015 banyak yang mengindikasikan tidak ada niatan jahat. Kalaupun yang niatannya jahat itu persentasenya kecil. Tapi, kami dari Inspektorat akan melakukan pencegahan," kata Jasin.