Davina, Anak Down Syndrome yang Melatih Kosakata dari Kpop

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 15 Februari 2019 15:03
Davina, Anak Down Syndrome yang Melatih Kosakata dari Kpop
Di usia yang masih belia, ia sudah pandai menari dan bernyanyi.

Dream - Mengasuh anak dengan down syndrome bukanlah hal mudah. Dibutuhkan keikhlasan untuk menerima amanah yang dititipkan Allah SWT.

Hal ini juga dirasakan oleh seorang ibu dari Jawa Tengah. Berandini Herayanti (38) baru mengetahui anaknya memiliki down syndrome di usia 7 bulan.

Davina Anindya Rahyudhie lahir di Solo pada 9 April 2006. Kala itu, dokter tidak memaparkan kondisi putrinya. Menyadari tumbuh kembangnya agak terlambat, Herayanti membawanya ke dokter di Jakarta.

" Saya terpukul bukan karena menerima kondisinya tapi karena saya baru tahu ia down syndrome setelah 7 bulan. Karena itu saya kehilangan momen, harusnya saya bisa kasih stimulasi sejak dini," ungkapnya usai acara fashion show Alleria Batik di Jakarta, 14 Februari 2019.

Namun ia tak larut dalam kesedihan. Wanita berhijab itu mengikuti anaknya dengan fisioterapi. Hingga pada akhirnya, Davina mampu menunjukkan langkah pertamanya.

" Dia duduk di usia 10 bulan dan akhirnya bisa jalan pas di usia 2 tahun persis," ujarnya.

Kini Davina tumbuh menjadi seorang gadis cilik yang cantik. Ia bersekolah di salah satu SLB Jakarta Selatan. Di usia yang hampir menginjak 13 tahun, ia mulai menunjukkan bakatnya.

Alleria Batik© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Davina tertarik dengan dunia seni. Kecintaannya terhadap K-Pop menginspirasinya untuk menari dan bernyanyi.

" Blackpink, BTS, pokoknya Korea semua dia suka. Sering nyanyi, dia kalo lihat di TV langsung goyang. Musik dimanfaatkannya untuk melatih kosakata," kata Herayanti.

Si kecil juga baru saja mengikuti peragaan busana batik. Dengan percaya diri, ia melenggang di atas runway bak supermodel.

1 dari 1 halaman

Tidak Kesulitan

Mengasuh anak dengan down syndrome tidak membuat Herayanti kewalahan. Ia justru menikmati setiap momen bersama sang putri.

Davina kini menjadi sosok panutan bagi adik lelakinya. Ia selalu mengalah sehingga keduanya tak pernah berkelahi.

Dalam menghadapi anak yang moody, Herayanti punya cara sendiri.

" Kalau tantrum biasanya dia langsung kaku. Diemin aja, dielus punggungnya. Semakin dikerasin nanti malah makin menjadi-jadi," katanya.

Herayanti membiasakan putrinya untuk berhadapan dengan orang lain. Ia mengaku tak khawatir dengan ancaman bullying.

" Mau di-bully seperti apapun dia harus kuat. Alhamdulillah dia terbiasa, ketemu siapapun gak canggung dan cepat beradaptasi," ujar Herayanti.

Benar saja, ketika ditemui oleh reporter Dream.co.id, Davina langsung memberi pelukan hangat. Dengan sedikit tersipu, ia menjulurkan tangan untuk berkenalan.

Terus semangat mewujudkan mimpi ya, Davina! 

(ism)

Beri Komentar