Kisah Gadis Filipina Jadi Mualaf Menangis Saat Ucap Syahadat, Tak Lama Sang Adik Mengikuti Jejaknya

Reporter : Sugiono
Sabtu, 2 Juli 2022 15:48
Kisah Gadis Filipina Jadi Mualaf Menangis Saat Ucap Syahadat, Tak Lama Sang Adik Mengikuti Jejaknya
Gadis dari Filipina berusia 20 tahun tersebut akhirnya memeluk Islam setelah meyakini keesaan Allah SWT.

Dream - Pindah agama bukanlah satu keputusan mudah untuk dilakukan. Bagaimanapun, keinginan untuk melakukan hijrah ini telah lama dirasakan Taaliah Hajra Camilo.

Gadis dari Filipina berusia 20 tahun tersebut akhirnya memeluk Islam setelah meyakini keesaan Allah SWT pada 16 November 2021 lalu.

Video kisah penuh inspirasi gadis dari Filipina itu telah ditonton hampir 3 juta kali di TikTok dan langsung viral di kalangan rakyat Malaysia.

Gadis yang lebih suka disapa Taaliah menceritakan kembali semula perjalanannya dalam mengenal agama Islam sehingga akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat.

1 dari 7 halaman

Menurut Taaliah, sejak kecil dia tinggal di lingkungan yang mayoritas non-Muslim. Meski begitu dia mengaku tak terpengaruh dengan pandangan mereka tentang Tuhan.

Kisah gadis Filipina menangis saat ucapkan kalimat syahadat.© Cuplikan Video Instagram

" Waktu masih kecil, orangtua memasukkan saya ke Seventh Day Adventist School (SDA). Saya masih muda waktu itu tapi saya sadar bahwa kita hanya punya satu Tuhan.

" Jadi ketika semakin dewasa, saya tetap teguh dengan kepercayaan itu walaupun tinggal di kota yang mayoritas warganya non-Muslim," kenang Taaliah.

2 dari 7 halaman

Hampir mirip kisah Nabi Ibrahim alaihissalam, Taaliah juga merenung tentang keberadaan Tuhan setelah melihat bintang dan bulan pada satu malam.

“ Pernah satu malam itu, saya termenung sambil melihat bintang dan bulan. Saya menyadari saya terlalu terikat dengan dunia ini dan hidup berdasarkan apa yang saya percaya.

" Saya tanya pada diri sendiri, bagaimana bisa muncul rasa cinta jika hati tidak gembira? Tak lama setelah itu saya dapat jawaban bahwa saya rindu rasa cinta dari Allah," tutur Taaliah.

Hatinya mulai terbersit untuk mengenal Islam saat datang bulan Ramadan tahun 2021 lalu. Dia mencoba mengamalkan cara hidup orang Islam, seperti berpuasa.

" Dengan izin Allah, pada 16 November 2021 saya mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Ustaz Aleem Muhammad Said M. Tungcaling di Mindanao State University, Marawi City, Filipina," katanya.

3 dari 7 halaman

Ketika mengucapkan kalimat syahadat tersebut, Taaliah tak kuasa menahan tetesan air mata karena merasakan satu perasaan yang tak bisa diungkapkan.

Kisah gadis Filipina menangis saat ucapkan kalimat syahadat.© Cuplikan Video Instagram

" Saya merasa lebih selamat dan dihormati bila berhijab. Ketika pertama kali mengucapkan kalimat syahadat, saya menangis sebab ada satu perasan bercampur baur tak boleh diungkapkan," jelasnya.

Kisah gadis Filipina menangis saat ucapkan kalimat syahadat.© Cuplikan Video Instagram

Taaliah ditemani dua anggota keluarga yang membantunya mengurus dokumen untuk pindah agama, ketika mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah mengucapkan kalimat syahadat, Taaliah mendapat sehelai kerudung untuk dipakai yang langsung dikenakannya saat itu juga.

4 dari 7 halaman

Meski pun demikian, hidup bersama sebuah keluarga yang non-Muslim agak sulit dilalui pada mulanya. Tetapi Taaliah bersyukur keluarganya memahami dan menghormati keputusannya.

Taaliah mengaku dia mengenal Islam tidak dipengaruhi oleh siapa pun. Perjalanan hijrah yang dilaluinya ini hanya dia yang tahu.

" Sebelum saya pindah agama, orangtua sadar saya memiliki keyakinan berbeda. Tetapi mereka sangat menghormati dan tidak pernah marah dengan keputusan saya," ujarnya.

5 dari 7 halaman

Menurut Taaliah, keluarganya benar-benar sangat pengertian dengan keputusannya. Jadi keluarganya tidak pernah lagi menyimpan atau menghidangkan makanan haram di rumah.

Sebagai orang yang baru masuk Islam, Taaliah mencoba belajar menyesuaikan diri dengan berpuasa pada bulan Ramadan tahun ini.

Tetapi dia tidak merayakan Lebaran seperti keluarga Muslim umumnya mengingat keyakinan orangtua dan sebagian saudaranya berbeda. Taaliah hanya menjalankan sholat Id bersama teman-teman Muslimnya.

6 dari 7 halaman

Namun Taaliah tidak menyangka perjalanan hijrah memberikan pengaruh yang cukup kuat bagi adiknya. Taaliah mengatakan adiknya mengikuti jejaknya masuk Islam.

" Siapa sangka, tak lama kemudian adik mengikuti jejak saya untuk peluk Islam setelah dia tertarik dengan apa yang saya lakukan," katanya.

Bagaimanapun, tantangan tetap ada bagi Taaliah yang hidup di negara di mana Islam menjadi agama minoritas. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang buat Taaliah untuk berbangga dengan agama Islam yang menjadi pegangannya.

" Waktu saya memakai pakaian yang menutup aurat, orang-orang di sekeliling akan memandang dengan pandangan aneh. Mungkin karena di Filipina banyak yang kurang pengetahuan tentang Islam.

" Mereka anggap jika masuk Islam, Anda adalah golongan 'muslim palsu'. Karena agama ini hanya untuk suku atau kaum tertentu saja," ungkap Taaliah.

7 dari 7 halaman

Meski belum genap sebagai seorang Muslim, Taaliah sudah punya cita-cita akan memperjuangkan hak semua orang muslim.

Taaliah mengaku dia bukanlah Muslimah yang sempurna, tapi dia tidak akan putus asa untuk terus belajar agama barunya.

" Saya tinggal di kota yang tidak semua orang paham Islam dan memandang Islam sebagai teroris. Pindah agama ini adalah sesuatu yang sulit karena ini adalah pengorbanan," katanya.

Taaliah kemudian mengungkapkan alasan dia mengunggah kisah perjalanan hijrahnya yang belakangan jadi viral di media sosial.

" Saya ingin membuka mata warga maya bahwa Islam adalah agama yang tenang dan aman. Kehidupan di dunia ini akan menjadi lebih baik apabila kita menghargai dan menghormati kepentingan orang lain tanpa memandang agama, bangsa, kepercayaan, kedudukan sosial dan sebagainya," pungkas Taaliah menutup kisahnya.

Sumber: mStar

Beri Komentar