Kisah Pilu Korban MH370 Saksikan Insiden AirAsia

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 31 Desember 2014 12:00
Kisah Pilu Korban MH370 Saksikan Insiden AirAsia
"Ini seolah kembali mengulang kejadian sembilam bulan yang lalu ketika kami mendengar berita MH370,"

Dream - Sembilan bulan telah berlalu, namun kesedihan itu kembali membuncah. Insiden pesawat AirAsia QZ8501 membangkitkan lagi kenangan keluarga korban hilangnya Malaysia Airlines MH370.

" Tragedi ini seolah kembali mengulang kejadian sembilam bulan yang lalu ketika kami mendengar berita MH370," kata Steven Wang yang kehilangan ibu berusia 37 tahun dalam misteri hilangnya pesawat terbesar sepanjang sejarah.

Wang mengaku, bisa merasakan depresi yang dirasakan keluarga korban ketika pesawat AirAsia tak kunjung ditemukan. " Itu sangat mengerikan, sangat mengerikan," ujar Wong mengulang pernyataannya seperti dikutip Dream dari laman Rakyatpost.com, Rabu, 31 Desember 2014.

Saat ini Wang memang menjadi salah satu penggiat aktif yang terus mencari informasi keberadaan MH370 yang hilang 8 Maret lalu.

Insiden AirAsia QZ8501 memang membangkitkan kepiluaan keluarga korban MH370. Upaya pencarian yang melibatkan berbagai negara di dunia tak kunjung mendapatkan hasil. Tak ada tanda-tanda ditemykannya pesawat.

Penemuan pesawat AirAsia QZ8501, ujar Mohamad Khairul Amri Selamat yang keluargnya menjadi korban MH370, diharapkan memberikan pelipur lara bagi keluarga korban.

" Tampaknya takkan ada yang selamat dari insiden QZ8501 yang jatuh ke laut. Saya bergarap otoritas di Indonesia dan negara tetangga bisa menemukan pesawat kurang dari 50 jam sejak dinyatakan hilang," kata Khairul kala itu.

Tak seperti Khairul yang cukup tegar dengan insiden yang membuatnya mengenang kembali tragedi MH370. Keluarga lain justru merasa insiden hampir serupa ini memancing kesedihan baru.

" Seluruh kehidupan kami berantakan saat ini," kata Xu Jinghong yang kehilangan ibunya berusia 65 tahun.

" Berat badan hilang 10 Kg, saya tidak bisa tidur nyenyak dan tak berani melihat foto ibu ataupun memikirkanya," kenang Wong.

Beri Komentar