Kisah Pilu Ibu Saksikan Anaknya Meninggal dalam Kondisi Tersenyum di Pelukannya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Selasa, 18 Agustus 2020 14:30
Kisah Pilu Ibu Saksikan Anaknya Meninggal dalam Kondisi Tersenyum di Pelukannya
Ia adalah seorang anak yang begitu bersemangat dan tidak pantang menyerah.

Dream – Seorang ibu memberikan penghormatan terakhir untuk putranya, Carter Reece Lamb, yang meninggal dalam pelukannya. Carter meninggal akibat penyakit langka yang dideritanya, yaitu mitokondria.

Wanita bernama Victoria itu mengaku akan mengingat putra tercintanya sebagai seseorang yang bahagia. " Saya mendapatkan kekuatan dari Carter karena dia berjuang dan tidak pernah kehilangan semangatnya," ungkap Victoria.

" Bahkan ketika dia merasa sangat sakit dan menjadi sangat kurus, dia tetap ingin bermain dan melakukan apa yang dia sukai. Bahkan di hari-hari terakhirnya, Carter selalu tersenyum. Dia membuatku terus bertahan dan melangkah maju," lanjut dia.

1 dari 4 halaman

Menderita penyakit langka

Carter Reece Lamb© Facebook/Victoria Lamb

Carter lahir dengan penyakit mitokondria. Penyakit ini merupakan kelainan yang disebabkan oleh mutasi organel kecil yang ada hampir di setiap sel tubuh. Ketika sel-sel itu tidak dapat bekerja dengan baik, akan berdampak sangat serius.

Carter tidak dapat menyerap nutrisi dari makanannya. Akibatnya ia harus mengunjungi rumah sakit setiap bulan. Bahkan terkadang setiap minggu.

Tak lama setelah Carter pertama kali didiagnosis, dokter memberi tahu Victoria bahwa Carter tidak dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama. Namun, Carter tetap memiliki semangat yang tinggi. Ia bertahan dengan penuh senyuman.

" Selama rasa sakitnya terkendali, dia selalu bahagia," kata Victoria.

2 dari 4 halaman

Terus melakukan perawatan intensif

Seiring berjalannya waktu, Carter terus menghadapi berbagai masalah kesehatan lainnya. Ia bahkan pernah mengalami serangan jantung yang mengakibatkan jantungnya berhenti selama enam menit.

Tetapi setelah menjalani perawatan intensif selama enam minggu, akhirnya alat bantu pernapasan Carter pun dilepas. Ia tetap tersenyum dan mulai mengambil napasnya sendiri.

Victoria juga mengatakan bahwa para dokter selalu mencoba membantunya. Berat badan Carter terus menurun. Karena penyakit itu, membuat tubuhnya tidak memiliki energi untuk menyerap makanan.

Hingga akhirnya Carter diputuskan untuk tinggal di rumah. Dan selama delapan minggu terakhir ia hanya minum susu. Tetapi tubuhnya sudah menyerah. Bahkan sebelum meninggal, beratnya hanya 10 kilogram.

3 dari 4 halaman

Meninggal dalam pelukan sang ibu

Carter Reece Lamb© Facebook/Victoria Lamb

Sebelum Carter menghembuskan napas terakhirnya, Victoria memutuskan untuk membawa putra tercintanya ke Rainbows Hodpice for Children and Young People di Loughborough.

“ Saya ingin ia melewati sisa hidupnya dengan damai,” kenang Victoria.

“ Saya baru saja memeluknya. Ia terlihat sangat tenang. Saya pikir ia masih terus berjuang. Hingga butuh waktu lebih lama bagi saya untuk menyadarinya kepergiannya.”

Victoria ditemani oleh ibunya, Elizabeth Flanagan. Elizabeth mengatakan bahwa, “ Carter membawa begitu banyak kegembiraan dalam hidup saya dan saya sangat bangga kepadanya.”

4 dari 4 halaman

Dimakamkan bersama mainan kesayangannya

Carter dimakamkan bersama mainan kesayangannya, termasuk boneka dari karakter favoritnya Simba, di The Lion King.

" Saya senang menjadi ibunya dan melakukan semua kebutuhan perawatannya dan saya akan melakukannya lagi jika saya bisa,” ungkap Victoria.

Setelah kematian Carter, teman-teman Victoria telah menyiapkan dana untuk memberikan dukungan kepadanya, sementara ia memikirkan langkah selanjutnya.

" Ini juga akan menjadi perubahan besar dalam hidup saya di masa mendatang. Saat ini semuanya masih tampak kabur. Tetapi saya akan berusaha menjadi lebih baik,” Victor meyakinkan dirinya.

(Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar