Kisah Wanita Menikah Lagi dengan Pelayan di Pesta Perceraiannya

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 20 September 2022 11:36
Kisah Wanita Menikah Lagi dengan Pelayan di Pesta Perceraiannya
Wanita bernama Gabriella Landolfi yang kini berusia 29 tahun itu tak menyangka akan menemukan cintanya kembali.

Dream - Ini kisah seorang wanita yang menemukan jodohnya kembali di saat pesta perayaan perceraiannya. Dia jatuh cinta dengan seorang pelayan di tempat ia membuat pesta, hingga berujung ke pelaminan.

Wanita bernama Gabriella Landolfi, yang kini berusia 29 tahun, itu tak menyangka akan menemukan cintanya kembali.

" Saya tidak pernah berharap untuk menjalin hubungan dengan pelayan topless yang saya sewa untuk pesta perceraian saya, apalagi menikah dengannya. Tetapi ketika saya mengenalnya, saya bisa melihat betapa hebatnya dia," kata Gabriella.

Gabriella telah membina rumah tangga bersama mantan suaminya selama sepuluh tahun, kemuidan bercerai pada Februari 2019.

1 dari 3 halaman

Dia menceritakan pertemuan dengan suami barunya pada bulan Maret itu dengan sebutan ‘pelayan topless’ karena saat bertemu, pria itu tidak memakai baju.

Pria bernama John yang berhasil membuat Gabriella terpesona, ia awalnya hanya ingin mengenal Gabriella sebagai sahabat. Dia menilai Gabriella sebagai wanita yang keren.

“ Saya hanya mencari persahabatan dan saya tidak pernah berharap untuk menemukan istri saya. Saya melakukan pekerjaan saya dan saya tidak pernah berpikir ini akan terjadi," kata John yang juga bekerja sebagai seorang penilai asuransi.

gabriella dan john© Metro.co.uk

Wanita asal Melbourne, Australia, itu mengatakan kedekatannya dengan John berawal dari John yang sering mengiriminya SMS atau pesan singkat. 

" Kami akhirnya bertemu satu sama lain setiap malam dan saya mengenal dia dan sisi lembutnya," cerita Gabriella.

2 dari 3 halaman

John pun pindah dengan Gabriella pada bulan April. Gabriella mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran John, walaupun John sudah punya anak perempuan dari hubungan sebelumnya.

" Dia memiliki seorang putri dari hubungan sebelumnya dan mengetahui dia adalah seorang ayah benar-benar membuatku tumbuh untuk menyukainya dan melihat sisi manisnya," kata Gabriella.

gabriella dan john© Metro.co.uk

Saat John melamar di puncak menara Rialto, Melbourne, wanita ini langsung menerimanya. Tapi kisah cinta mereka tidak semuanya mudah.

Gabriella adalah wanita yang didiagnosis dengan polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik, suatu kondisi yang mempengaruhi indung telur.

Dia terkejut ketika dia hamil pada Agustus 2020, tetapi sayangnya bayi itu meninggal hanya dua minggu sebelum pernikahan mereka pada bulan November tahun itu.

3 dari 3 halaman

" Itu sangat sulit. Saya pikir itu saja. Saya selalu diperingatkan bahwa kecil kemungkinan saya akan punya bayi, dan jika saya hamil, saya akan keguguran,” kata Gabriella.

Namun keduanya kembali terkejut saat Gabriella hamil lagi pada Desember 2020. Dan kehamilannya ini berhasil menambah buah hati ke dalam kehidupan rumah tangganya.

gabriella dan john© Metro.co.uk

" Itu adalah kehamilan yang sulit, tapi kami berhasil," kata Gabriella. " Saya keluar masuk rumah sakit, pendarahan itu mengerikan."

Bahkan dengan kesulitan itu, bayi Matteo lahir dengan selamat lima minggu lebih awal melalui operasi caesar darurat pada Juli 2021.

Sumber: metro.co.uk

 

Beri Komentar