Gambar Al Khawarizmi Yang Dipajang Di Museum Nobel Dubai (gulfnews.com)
Dream - Banyak yang mengakui perkembangan ilmu fisika dipengaruhi oleh para ilmuwan Islam. Peran mereka sangat besar dengan menciptakan pelbagai teori dan teknologi yang bermanfaat bagi ilmu fisika.
Karya-karya para ilmuwan Islam tersebut kini dapat dijumpai di Museum Nobel. Museum baru ini dibuka di Dubai oleh yayasan Mohammad Bin Rashid Al Maktoum Foundation (MBRF), bekerja sama dengan Museum Nobel di Swedia.
Museum ini memajang sejumlah karya dan profil para ilmuwan Muslim dan Arab antara 780 hingga 1585 Masehi.
Beberapa di antaranya seperti Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi yang menemukan aljabar dan sistem quadran yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah pada matematika. Juga ada Abu Raihan Al Biruni yang menemukan metode untuk menentukan jari-jari bumi.
Selain itu, karya Abdul Rahman Al Sufi yang menerjemahkan dan mengembangkan karya-karya astronomi Yunani kuno juga dipajang di museum ini. Tidak ketinggalan Bapak Optik, Muhammad Ibnu Al Hassan, serta Kepala Astronom Kekaisaran Otoman, Taqi Ad Din Muhammad Ibnu Ma'ruf Ash Shami Al Asadi.
" Jika Anda kembali ke masa lampau, pengembangan, khususnya dalam bidang astrofisika, banyak dilakukan di dunia Islam," ujar Direktur Museum Nobel Swedia Dr Olov Amelin.
Amelin berharap Museum Nobel dapat menginspirasi generasi muda Arab untuk berkontribusi pada masa depan penemuan di bidang fisika.
Manager Tata Letak Museum Wassim Melki mengatakan bagian tentang ilmuwan Islam diletakkan di sisi depan Museum. Ini karena masa Islam jauh lebih tua dibandingkan Nobel.
" Zaman Islam lebih tua dari Nobel, dan mereka merintis penelitian ilmiah, kedokteran, fisika, astronomi, observasi, dan ilmu optik," kata Melki.
" Kami memulainya dengan perkenalan pada akar penelitian ilmiah dan pengembangan dimulai di kawasan ini serta ini akan kembali ke sini," ucap dia.
Sumber: gulfnews.com