Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Membacakan Orasi Kebudayaan Dalam Peringatan Harlah NU Ke-91 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengajak umat Muslim Indonesia untuk menjadikan budaya sebagai landasan Islam Nusantara.
"Budaya menjadi ciri khas Islam Nusantara. Budaya jadi infrastruktur agama dan melanggengkan kebangsaan," kata Said dalam pidato kebudayaan Harlah PBNU ke-91, Jakarta Pusat, Selasa malam, 31 Januari 2017.
Meski begitu, Said Aqil menyebut, saat ini ada perubahan yang harus dihadapi umat Islam. Islam saat ini ditampilkan berlawanan dengan tradisi budaya.
"Itu Islam dulu ya. Kalau sekarang dakwahnya pakai sweeping," ujar Said.
Menurut dia, gejolak di Timur Tengah turut memengaruhi pemahaman umat Islam di Indonesia. Tidak hanya itu, banyak umat Islam di Indonesia yang terpengaruh paham khilafah.
"Di Timur Tengah sistem khilafah didambakan, dicari legitimasi dan diimpor ke negeri lain khususnya di Indonesia," kata dia.
Said menambahkan, dalam pandangan NU tak ada alasan memisahkan budaya dengan agama. Dia mencontohkan pertemuan budaya dan Islam pada prosesi selamatan atau tahlilan.
"Kami mengukuhkan syariah yang di atasnya bangunan budaya," ucap dia.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya