Muslim Inggris Kritik 'Islamofobia' Bank Besar Eropa

Reporter : Ramdania
Minggu, 3 Agustus 2014 12:31
Muslim Inggris Kritik 'Islamofobia' Bank Besar Eropa
Umat Muslim Inggris marah terhadap pihak Bank HSBC karena mengeluarkan kebijakan penutupan rekening organisasi-organisasi Islam.

Dream - Sebuah bank terkemuka Inggris tengah menghadapi isu pemboikotan oleh umat Muslim karena keputusannya menutup rekening organisasi-organisasi Islam di seluruh Inggris. Umat Muslim menilai tindakan bank tersebut sebagai bentuk kampanye Islamofobia.

" Saya marah karena adanya keputusan tersebut. Hal ini seperti saya yang salah tapi keluarga saya yang juga dianggap salah," ujar Kepala Eksekutif Cordoba Foundation, Anas Altikriti seperti dikutip dari OnIslam, Sabtu, 2 Agustus 2014.

Komentar Altikriti ini usai menerima surat dari HSBC yang akan menutup rekeningnya dalam jangka waktu dua bulan ini. Hal yang sama juga dialami Masjid Finsbury Park di London yang mendapatkan surat penutupan rekening dari bank tersebut.

Para pihak yang ditutup rekeningnya oleh HSBC marah dan meminta pihak bank menjelaskan alasan penutupan rekening mereka dan tidak melakukan diskriminasi terhadap organisasi Islam.

Sayangnya, pihak HSBC menolak memberikan penjelasan tersebut.

" Satu-satunya alasan yang kita percayai adalah adanya kampanye Islamofobia terhadap masyarakat Muslim di Inggris," ujar perwakilan dari Masjid Finsbury Park.

Perwakilan Masjid lokal, Jeremy Corbyn, mengaku terkejut dengan tindakan bank tersebut.

" Masjid ini dikelola dengan sangat baik. Jika HSBC mengaku bermasalah, pihaknya harus menjelaskan apa permasalahannya. Anda tidak bisa memberikan surat keputusan begitu saja tanpa memberikan alasan apapun," tegasnya.

Menghadapi kemarahan umat Islam tersebut, juru bicara bank mengaku memang banyak nasabah yang terpengaruh kritikan itu.

" Kami tidak membahas nasabah individu atau perusahaan. Namun, pada Desember 2012, pihak HSBC telah didenda US$ 1,9 miliar oleh pemerintah AS dan Inggris karena menangguhkan penuntutan nasabah," ujar perwakilan HSBC.

" Bank ini telah beroperasi di lebih 70 negara dan keputusan menutup rekening ini bukanlah keputusan yang enteng, serta tidak didasari perbedaan ras atau agama nasabah. Diskriminasi ras dan agama pelanggan merupakan sesuatu yang tidak bermoral, tidak dapat diterima, dan ilegal. HSBC sudah memiliki aturan standard dan tidak pernah mengambil keputusan karena faktor ras atau agama," jelasnya.

Namun, penjelasan dari pihak HSBC ini gagal menenangkan kemarahan umat Islam yang memuncak karena telah memboikot rekening Welfare Trust yang memberikan bantuan untuk daerah konflik seperti Suriah dan Gaza.

Beri Komentar