Masih Percaya Robot Bisa Gantikan Manusia?

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 2 Agustus 2014 18:00
Masih Percaya Robot Bisa Gantikan Manusia?
Selama ini masih ada anggapan bahwa robot bisa menggantikan pekerjaan manusia. Namun masihkan anggapan itu berlaku?

Dream - Anggapan robot bakal menggantikan manusia dan membuat pekerja menganggur tampaknya harus segera diubah. Sebuah studi terbaru justru menyimpulkan keberadaan mesin akan menciptakan lapangan kerja bagi manusia.

Laporan dari International Federation of Robotics (IFR) antara 2008-2011 menemukan, teknologi robot mampu menciptakan lapangan kerja hingga 80 ribu pekerjaan di sektor elektronik.

Menurut IFR, fakta ini tentu menghilangkan mitos bahwa otomatisasi berdampak negatif terhadap pekerjaan manusia.

IFR menyebutkan, robot berjasa dalam mempertahankan pertumbuhan lapangan kerja di industri elektronik yang tumbuh pesat meski pun terjadi resesi besar.

Laporan IFR merujuk pada studi terbaru tahun 2013 oleh perusahaan riset Metra Martech. Studi ini menyimpulkan setiap robot yang diperkerjakan, akan menciptakan 3,6 pekerjaan. Pada tahun 2016, robot-robot diharapkan bisa menghasilkan tambahan 110.000 pekerjaan elektronik di seluruh dunia.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Emirates 247, Dr Claus Risager, Partner & Director di Blue Ocean Robotika, menjamin robot tidak akan menggantikan pekerjaan profesional manusia. Sebaliknya, robot akan membantu tenaga kerja manusia dan menambah jumlah pekerjaan yang tersedia pada suatu sektor.

" Beberapa survei independen menunjukkan bahwa robot adalah pencipta kerja," tegas Dr Risager. " Ketika robot diperkenalkan, banyak pekerjaan tangan diambil alih oleh robot dan itu meningkatkan produktivitas, kualitas dan profitabilitas," katanya.

Ditambahkan Dr Risager, transformasi tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan pada inovasi, kreativitas dan pengembangan industri. Selain itu menghasilkan pekerjaan bernilai tinggi yang menyebabkan peningkatan kekayaan.

" Satu-satunya faktor penting adalah bahwa transformasi ini tidak merata di antara tenaga kerja manusia. Penggunaan robot meningkatkan jumlah pekerjaan bagi personel dengan keterampilan tingkat tinggi dan mengurangi jumlah pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tingkat rendah tapi secara keseluruhan jumlah pekerjaan meningkat," jelas Dr Risager.

Hal itu dapat ditemui terutama di sektor elektronik. Laporan oleh IFR menekankan bahwa robotika sangat penting untuk proses produksi ketika produk tersebut tidak dapat dibuat dengan tangan di mana presisi, konsistensi, atau biaya sangat diutamakan.

Permintaan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi meningkat hingga tahun 2011, terutama di sektor elektronik. Diharapkan. hal itu terus tumbuh seiring dengan kemajuan teknologi.

Produsen dan pemasok elektronik bersiap-siap akan menghadapi peningkatan permintaan terhadap pekerjaan yang melibatkan keterampilan tingkat tinggi. Mereka akan merekrut spesialis otomatisasi dan teknisi, serta mempekerjakan personel pendukung lainnya. Sementara itu, ekonomi lokal dan infrastruktur bisa mengambil manfaat dari efek investasi manufaktur tersebut, kata laporan IFR.

Di seluruh dunia, setidaknya 2,1 juta pekerjaan di sektor elektronik bergantung pada robotika, data IFR mengungkapkan. (Ism)

Beri Komentar