Ilustrasi
Dream - Sebuah toko kue di Arab Saudi ditutup dan para karyawannya ditangkap setelah ketahuan menjual kue yang melecehkan Islam dan Arab Saudi.
Seorang pembeli melihat kue di toko tersebut dihias dengan pesawat dan bendera kontroversial yang menghina Islam dan Arab Saudi, yang sebelumnya digunakan politikus sayap kanan Belanda, Geert Wilders.
Bendera kontroversial itu terlihat seperti bendera nasional Arab Saudi. Hanya saja, pada bendera tersebut tidak terdapat dua kalimat syahadat, tapi diganti oleh Wilders dengan kata-kata anti-Islam, anti-Alquran dan kata-kata penghinaan kepada Rasulullah.
Penghinaan terhadap Islam dan Arab Saudi di kemudian hari memanaskan hubungan Belanda dengan negara kaya minyak itu.

Pemerintah Saudi melarang perusahaan-perusahaan Belanda untuk ikut terlibat dalam proyek-proyek di negara tersebut. Kamar Dagang dan Industri Saudi juga memerintahkan pengurangan jumlah visa bagi perusahaan-perusahaan Belanda.
Insiden kue kontroversial bukan kali ini saja terjadi, Pada Juni lalu, manajer toko kue itu meminta maaf setelah salah satu karyawannya membuat kue yang melecehkan polisi syariah Saudi.
" Itu tindakan individu karena memenuhi permintaan seorang wanita, jadi bukan manajemen," kata manajer.
" Perusahaan tidak terlibat dalam masalah ini dan kami telah melakukan tindakan sesuai prosedur di perusahaan kami. Kami mengutuk aksi tersebut meski tidak melihat ada maksud buruk dari karyawan kami."
(Sumber: OnIslam.net)