Lion Air Jatuh di Karawang, Caption 3 Pramugari Cantik Ini Hebohkan Medsos

Reporter : Sugiono
Sabtu, 3 November 2018 18:43
Lion Air Jatuh di Karawang, Caption 3 Pramugari Cantik Ini Hebohkan Medsos
Tiga pramugari cantik yang bikin heboh dunia maya dengan caption mereka.

Dream - Pesawat Lion Air Penerbangan JT610 hilang kontak sebelumnya akhirnya jatuh di Tanjung Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018.

Setelah itu, kabar jatuhnya Lion Air JT610 segera menyebar dan menjadi viral. Banyak juga yang membahas kecelakaan, termasuk para pramugari.

Selain menulis pesan doa untuk para penumpang, dan teman seprofesi yang menjadi korban, caption dalam unggahan para pramugari ini menjadi sorotan netizen.

Dilansir dari Liputan6.com, tiga pramugari cantik ini membuat heboh dunia maya dengan caption mereka yang menyentuh.

1 dari 6 halaman

1. Melisa Pratidina Nasution

Melisa Pratidina Nasution

Melisa Pratidina Nasution menyatakan rasa terima kasih terhadap masyarakat atas simpati dan empati terhadap korban Lion Air JT610. Namun, Melisa juga meminta masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana karena mendoakan yang tidak-tidak.

" Dear para netizen. Jangan jadi sok tau atau mendadak jadi pintar tentng penerbangan. Kejadian ini tidak ada yg menginginkan. Semua sudah kehendak Allah swt. Lebih baik mengirim doa dan bacakan alfatiha. Itu lebih baik. Tidak berdosa dan mendapat pahala," tulisnya belum lama ini di akun Instagram @melisapranasution.

Unggahan dari Melisa ini mendapat 115 komentar, dan 4.367 Likes. Seorang netizen dengan akun @nashrullahamri tampak memberi dukungan terhadap Melisa.

" Semangat manusia sudah punya taqdir masing! Peristiwa ini hanya cara Allah memanggil hambanya. Smoga mereka mendapat tempat yang layak," tulis @nashrullahamri mengomentari tulisan Melisa.

2 dari 6 halaman

2. Mega Rastanti

Mega Rastanti

Pramugari Lion Air Mega Rastanti juga menulis ungkapan setelah Penerbangan JT610 mengalami kecelakaan pada Senin, 29 Oktober 2018. Melalui Instagram, Mega mengungkapkan bela sungkawa dan memanjatkan doa untuk para penumpang dan rekan-rekannya yang menjadi korban.

" Setiap langkah kaki keluar dari rumah dan masuk kesana, kami berdoa untuk tetap baik baik saja," tulis Mega Rastanti, pemilik akun Instagram @mrestantii.

Tulisan Mega Restanti mendapat 376 komentar dan 26.231 Likes dari netizen. Akun achmadmaulana82 mengomentari unggahan Mega ini.

" Turut berduka cita atas kejadian JT-610, semoga yg meninggal di terima oleh Allah & khusnul khotimah. Aamiin," tulis achmadmaulana82.

3 dari 6 halaman

3. Jay Wijaya

Jay Wijaya

Pramugari lainnya yakni Jay Wijaya turut mencurahkan hatinya mengenai rasa takut saat naik pesawat. Banyak yang bertanya kepadanya terkait rasa takut dengan ketinggian dan juga saat berada dalam pesawat.

" Jawabanku adalah hidup dan mati di tangannya Tuhan. Kapanpun dan di manapun kita berada baik di laut, udara, darat tidak menjamin kita aman. bahkan saat tertidurpun ada juga yg meninggal," tulis pemilik akun Instagram @jaywijaya17 ini.

" Jika sudah waktunya kita berpulang kepadaNya, maka Dia akan memanggil kita. kematian tidak perlu ditakutkan. yg ditakutkan adalah bekal apa yg sudah kita persiapkan untuk menghadap yg Maha kuasa. sebelum berangkat terbang,sebelum take off, sebelum landing,sebelum buka pintu pesawat aku selalu katakan " dalam nama Yesus." tambahnya.

Ungkapan dari Jay Wijaya ini dibanjiri 117 komentar, dan mendapat 4.915 Likes. Netizen pun memberikan dukungannya kepada Jay Wijaya dengan menulis komentar.

" Turut berduka cita ya mbak. Kebetulan sy baru landing dr lampung ke jkt; berita itu emg ada pengaruhnya ke saya. Tp ya.. kata2mu diatas itu bener," tulis akun @ignyaardin mengomentari.

(Sumber: Liputan6.com)

4 dari 6 halaman

Penampilan Terkini Laura Lazarus Pasca 2 Kali Lolos dari Maut Lion Air

Dream - Pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018 lalu, nama mantan pramugari Lion Air Laura Lazarus turut menjadi perbincangan.

Kisah Laura yang dua kali lolos dari maut saat pesawat maskapai tersebut mengalami kecelakaan membuat pubik terkejut.

Kisahnya itu ia beberkan saat menjadi bintang tamu di acara Indonesian Lawyer Club (ILC), baru-baru ini. Dua kecelakaan itu tepatnya ia alami di Palembang dan Solo pada 2004.

Saat mengalami peristiwa itu, Laura mengaku masih berusia 19 tahun. Akibat kecelakaan itu, Laura kini harus berjalan menggunakan tongkat.

Namun hidup terus berjalan, Laura Lazarus kini menjadi inspirator, konsultan, dan penulis buku.

Ia menjabat CEO sebuah penerbitan bernama Growing Publishing dan membangun Indonesia lewat pendidikan. Luar biasa bukan?

 

 

5 dari 6 halaman

Terpuruk Bukan Alasan

Terpuruk bukanlah alasan laura untuk menyerah dalam menjalani hidup. Bahkan dengan pengalaman yang dimilikinya, ia kini berusaha untuk memberikan inspirasi untuk orang banyak.

Hal itu bisa kita lihat dari unggahan-unggahannya dalam akun Instagram pribadinya.

" Berat saat aku harus menerima kenyataan akan keadaan kakiku yang tidak normal seperti kaki orang lainnya. saat itu aku juga sempat merasa malu dan risih ketika orang melihat luka yang ada di kaki. Rasanya risih aja klo sampai keliatan sama orang lain dan menjadi pertanyaan apa penyebab dari luka tersebut," tulis Laura dalam akun Instagram pribadinya, 14 September 2018.

Tapi lawan melawan pikiran negatif itu. Dia menganggap dirinya dan orang lain sangat berharga di mata Tuhan. Ia berpikir untuk apa merasa risih, padahal mungkin orang lain juga tak peduli dengan luka di kakinya.

" Tetap tersenyum kawan, apapun keadaanmu hari ini. Serumit apapun yang km hadapi hari ini, tetaplah tersenyum. Selama matahari masih terbit di pagi hari, pertanda selalu ada harapan. Dan harapan selalu ada bagi orang percaya," tulis Laura Lazarus dalam unggahannya pada 4 Juli 2018.

6 dari 6 halaman
Beri Komentar