LPSK Ungkap Sosok Wanita Nangis Keluar Rumah Ferdy Sambo: Berparas Cantik

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 1 Desember 2022 10:32
LPSK Ungkap Sosok Wanita Nangis Keluar Rumah Ferdy Sambo: Berparas Cantik
"Bukan (PC atau ART). Dia tidak kenal nama tapi paras perempuan itu cantik," ungkap Edwin

Dream - Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) menanggapi soal perempuan yang menangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengatakan, sosok perempuan yang menangis itu bukanlah Putri Candrawatahi maupun ART di rumah tersebut. Bharada E mengaku tidak kenal nama perempuan tersebut.

" Dia (Bharada E) sudah cerita dengan LPSK. Bukan (PC atau ART). Dia tidak kenal nama tapi paras perempuan itu cantik," ungkap Edwin dikutip dari merdeka.com, Kamis 1 Desember 2022.

1 dari 7 halaman

Sementara itu, kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, mengatakan bahwa keterangan kliennya soal perempuan itu berawal cerita keberangkatan dari rumah pribadi, Jalan Saguling bersama Brigadir J dan Putri Candrawathi.

" Nah di situ dilihat waktu dari Saguling, terus disuruh membawa senjata laras panjang muter-muter Kemang. Kemudian sama Ibu diminta ke Bangka, pas di Bangka mereka disuruh nunggu di depan. Terus saudara Almarhum masuk ke dalam bersama kalau tidak salah Mateus," kata Ronny.

Ketika Bharada E menunggu di luar, di situlah kliennya melihat ada seorang perempuan berpakaian sipil keluar dari rumah sambil menangis.

2 dari 7 halaman

" Kemudian ada perempuan keluar menangis. Pokoknya pakai baju sipil waktu itu, tidak berseragam, iya tidak berseragam. Untuk detailnya saya akan tanya dan saya kasih tahu ya (nanti)," kata Ronny.

Ronny mengatakan kesaksian soal perempuan di rumah Bangka itu baru dibuka oleh Bharada E sebagai fakta baru persidangan.

" Kaga (belum pernah cerita), ini baru diceritakan ini fakta persidangan. Iya kan hakim yang nanya, bukan (Tidak ada di BAP) hakim itu kan berdasarkan fakta persidangan hakim kan melihat acuannya fakta persidangan," sebutnya.

3 dari 7 halaman

Kesaksian Bharada E: Putri Candrawathi Marah, Ada Wanita Nangis Keluar Rumah Ferdy Sambo

Dream - Bharada E alias Richard Eliezer mengaku sempat melihat sosok perempuan menangis keluar dari kediaman Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Pengakuan itu disampaikan Bharada E saat menjadi saksi kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 30 November 2022.

Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso awalnya bertanya soal hubungan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum berangkat ke Magelang pada Juli 2022.

" Pada waktu sebelum kejadian di Magelang, apakah ada peristiwa-peristiwa lain yang misalnya semacam kayak pertengkaran saudara PC dan FS, atau PC dengan Yosua?," kata hakim Wahyu.

4 dari 7 halaman

" Siap yang mulia, jadi pada waktu bulan Juli, itu saya sempat naik piket bersama almarhum Yosua padahal almarhum ini ajudan ibu. Tapi karena bang Mateus ini sedang jaga, jadi yang naik piket saya sama almarhum," kata Bharada E

Setelah itu, Bharada E menjelaskan ketika piket tiba-tiba melihat Putri turun tangga dari rumah pribadi di Jalan Saguling disusul Brigadir J dengan membawa senjata dari lantai dua.

" Sambil kita bertiga, saya, almarhum, dan Mateus. Abis itu (Brigadir J bilang) 'Dek Richard kamu di mobil sendiri di belakang’. Jadi kami jalan ke arah Kemang, tapi belum di kediaman (rumah Bangka) yang mulia," kata Bharada E.

5 dari 7 halaman

Namun, Bharada E mengaku tak mendapat kejelasan tujuan saat itu pergi ke rumah Bangka. Setelah berkeliling dahulu di area Kemang, baru Putri tiba di Rumah Bangka dengan ekspresi marah.

" Jadi pada saat di kediaman Bangka. Ibu turun, saya lihat ibu seperti marah yang mulia itu ada. Lalu masuk semua turun, Bang Yos bilang Chad parkir mobil di belakang," ujarnya.

Tak lama sekitar 30 menit setelah rombongan Putri tiba di Rumah Bangka, lalu Ferdy Sambo dengan raut muka seperti marah, tiba bersama dengan ajudannya, Saddam.

" Pak FS kayak marah-marah juga langsung masuk ke dalam rumah. Almarhum bilang Chad nanti ada Pak Eben datang, rekannya bapak, pas datang saya tidak melihat. Karena pada saat itu saya sedang di belakang, saya tidak tahu Pak Eben datang dengan siapa," katanya.

6 dari 7 halaman

Bharada E kembali diperintah Brigadir J untuk berada di area luar rumah Bangka. Dimana di area tersebut hanya diperbolehkan dua ajudan, yakni Brigadir J dan Mateus.

Sedangkan ajudan lainnya, seperti Adzan Romer, Saddam, dan ART, di pintu belakang. Sedangkan Bharada E, Alfon, dan beberapa sekuriti ada di pintu depan.

Bharada E mengaku tidak tahu apa yang terjadi di dalam. Namun saat menunggu, dia melihat ada wanita keluar dari dalam area pekarangan rumah Bangka sambil menangis.

" Nanti sekitar satu, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar kan pagar kami tutup. 'Fon ada orang keluar saya lihat ada perempuan' saya tidak kenal yang mulia. Saya bertanya-tanya ini siapa perempuan itu menangis," katanya.

7 dari 7 halaman

Namun saat dihampiri Bharada E, perempuan itu hanya meminta agar dipanggilkan sopir pribadinya yang berada di sebelah rumah. Tak lama tiba sopirnya, wanita itu pun pergi tanpa menjelaskan apapun kepada Bharad E.

" Tapi memang saya tidak tahu siapa dan ada apa di dalam. Perempuan itu cuman bilang mau cari drivernya, saya cari ke samping Mobil Pajero Hitam kalau tidak salah," ujarnya.

Menurut Bharada E, sejak kejadian itu, Ferdy Sambo lebih sering tinggal di rumah pribadi Jalan Saguling.

" Semenjak kejadian itu, Pak FS sudah lebih sering tinggal di Saguling," terangnya.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More