Warga Gaza
Dream - Penyelengara misi kemanusiaan Malaysia untuk Gaza tengah mempertimbangkan kemungkinan membawa sejumlah warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel. Malaysia ingin merawat para korban terluka itu dengan peralatan yang lebih lengkap di negaranya.
Menurut laman The Star Online, Sabtu16 Agustus 2014, saat ini misi Malaysia itu tengah berada di Kairo, Mesir. Mereka akan menyalurkan bantuan medis untuk warga Gaza, dan saat ini masih menunggu izin pemerintah Mesir untuk mengirim bantuan itu.
" Mesir hanya melakukan tugasnya karena mereka khawatir atas kemungkinan penyelundupan bahan yang bisa diubah menjadi bagian-bagian senjata, sehingga diperiksa," kata pemimpin misi kemanusiaan Malaysia, Datuk Seri Abdul Azeez Abdul Rahim.
Abdul Rahim menyatakan hal itu setelah berkunjung ke Rumah Sakit Palestina di Kairo pada Rabu yang lalu. Kala itu, dia juga bertemu dengan sembilan pengungsi Palestina yang tengah menjalani pengobatan.
Dalam misi kemanusiaan ini, Malaysia menyerahkan bantuan ventilasi yang layak kepada rumah sakit dengan nilai RM 35.000 atau sekitar Rp 129 juta. Bantuan itu berasal dari Institut Jantung Nasional Malaysia.
" Kami tengah melakukan penilaian darurat dan kebutuhan korban untuk lebih lanjut di Kairo dan bekerja sama dengan Mesir dan Bulan Sabit Merah dan Kementerian Kesehatan Mesir," tambah kepala medis tim kemanusiaan malaysia, Datuk Dr Alwi Abdul Rahman.
Invasi militer ke Jalur Gaza sejak 8 Juli silam menyebabkan setidaknya hampir dua ribu warga Palestina tewas. Ribuan lainnya terluka. Warga Gaza juga dipaksa meninggalkan rumah mereka.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak