Bikin Maklumat, Malaysia Geger 33 Situs Diserang Hacker

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 Agustus 2017 16:02
Bikin Maklumat, Malaysia Geger 33 Situs Diserang Hacker
33 laman internet Malaysia diretas hacker, menyusul pencetakan Bendera Indonesia yng terbalik.

Dream - CyberSecurity Malaysia memberikan peringatan kepada para pengelola laman internet di negaranya untuk memperkuat sistem mereka. Ini menyusul serentetan peretasan yang diduga dilakukan oleh hacker Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) CyberSecurity Malaysia, Amirudin Abdul Wahab, menyebut insiden itu benar terjadi. Kini lembaganya, yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Informasi Malaysia tengah mengelar penyelidikan dan pemantauan serangan tersebut.

Sedikitnya ada 33 laman Malaysia yang diretas hingga Senin kemarin pukul 15.40 waktu setempat, kata Amirudin kepada Free Malaysia Today.

Amirudin juga menyarankan para pengelola laman memasang program pertahanan siber yang mendalam untuk melindungi jaringan mereka. Dia mengatakan sistem, aplikasi, dan aplikasi tambahan pihak ketiga perlu terus diperbaharui dengan versi paling baru dan patch keamanan.

" Jika Anda menjalankan sistem operasi atau perangkat lunak versi lama, pastikan sudah terbaharui dengan versi yang paling baru. Versi yang lama mungkin rentan dimanipulasi oleh penyusup," kata Amirudin.

Dia juga meminta admin sistem web untuk memperkuat konfigurasi jaringan, sistem operasi, dan komponen aplikasi yang bisa menjadi target serangan distributed-denial-of-service (DDOS).

Serangan DDOS terjadi ketika lalu lintas data pada bandwith target sedang berjalan - biasanya dari mesin yang dibajak atau terinfeksi - untuk mengatur kapasitas sistem dan membuatnya tidak dapat diakses.

" Organisasi merekomendasikan pemeriksaan kerentanan secara teratur dan pengujian pengaruh pada sistem mereka," ucap Amirudin.

Pada Senin kemarin, hacker yang tidak dikenal meretas puluhan laman Malaysia sebagai protes atas pencetakan Bendera Indonesia secara terbalik di buku panduan SEA Games 2017. Kebanyakan merupakan laman pribadi dan bisnis.

Usai diserang, pengunjung yang mengakses laman-laman tersebut diarahkan ke laman lain, www.beahappymillionaire.com. Laman itu memuat pesan, 'Bendera Nasional kami bukan mainan.'

1 dari 4 halaman

Media Malaysia Klaim Manajer Sepak Takraw Indonesia Minta Maaf

Dream - Sejumlah media di Malaysia menulis bahwa manajer tim Sepak Takraw Putri Indonesia, Syafrizal Bakhtiar, meminta maaf karena memilih walk out alias mundur dari pertandingan melawan tim Malaysia. 

Laman Sinar Harian misalnya. Mereka menulis bahwa Syafrizal mengakui pelatih dan para pemainnya memilih WO karena terlalu emosi pada keputusan wasit.

" Namun setelah melihat data dan rekaman pertandingan, ternyata tekong kami telah mengangkat kaki sewaktu melakukan servis dan ini adalah kesalahan," kata Syafrizal, sebagaimana dikutip Sinar Harian.

Berita yang diambil dari Kantor Berita Malaysia Bernama itu juga mengabarkan bahwa Syafrizal sempat membujuk pelatih tim Sepak Takraw Putri Indonesia, Asry Syam, tetap bertanding. Tetapi, menurut media itu, kondisi emosi tampaknya membulatkan tekad Asry untuk memilih mundur dari pertandingan.

" Tetapi karena sudah tidak terbendung waktu itu, kami memilih 'keluar gelanggang' dan kami kesal, serta memohon maaf atas kesilapan yang kami lakukan itu," ucap Syafrizal.

2 dari 4 halaman

Pengakuan Syafrizal

Meski begitu, kepada laman CNN Indonesia, Syafrizal menmbantah telah memberikan komentar kepada media Malaysia.

" Saya tidak memberikan pernyataan apapun kepada media Malaysia. Jadi saya secara pribadi juga tidak pernah diwawancarai oleh media Malaysia," kata Syafrizal.

Permintaan maaf tersebut muncul saat dia berdiskusi secara tertutup dengan panitia penyelenggara sepak takraw SEA Games 2017 Malaysia, Persatuan Sepak Takraw Malaysia, dan Federasi Sepak Takraw Dunia (ISTAF). Safrizal meminta maaf kepada ISTAF agar tim Sepak takraw Indonesia tidak didiskualifikasi. 

3 dari 4 halaman

Saat Malaysia Bentangkan Bendera Sendiri dengan Terbalik

Dream - Insiden tercetaknya Bendera Merah Putih secara terbalik di buku panduan SEA Games 2017 memicu reaksi keras dari publik Indonesia. Insiden tersebut dianggap sebagai bentuk penghinaan yang ditujukan kepada Indonesia.

Tetapi, insiden bendera terbalik di negeri jiran itu tak hanya terjadi kali ini saja. Pada 2010, saat laga final sepakbola Piala AFF yang mempertemukan Malaysia dengan Indonesia, pernah terjadi insiden bendera terbalik.

Saat itu, tepatnya pada 26 Desember 2010, Bendera Malaysia berukuran raksasa terbentang di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Bagian kotak biru berisi bulan sabit dan bintang kuning pada Jalur Gemilang terlihat berada di bawah.

Parahnya, bendera tersebut dibentangkan oleh para suporter tim nasional Malaysia, sembari menyanyikan lagu kebangsaan Negaraku sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Momen tersebut sempat terekam kamera salah satu penonton pertandingan sepakbola tersebut. Lihat videonya di bagian berikutnya.

4 dari 4 halaman

Lihat Videonya

(Youtube/jokker peace)

Beri Komentar