Matahari 'Bocor', Lubang Seukuran 50 Kali Bumi Menganga

Reporter : Agung
Selasa, 20 Oktober 2015 06:00
Matahari 'Bocor', Lubang Seukuran 50 Kali Bumi Menganga
Lubang ini memungkinkan terjadinya pelepasan materi coronal yang juga disebut sebagai angin surya super cepat. Kecepatan partikel itu bisa mencapai 800 kilometer perdetik.

Dream - Sebuah fenomena unik terlihat di permukaan matahari. Para astronom melihat adanya “ kebocoran” pada lapisan teratas dan medan magnet bintang yang menjadi pusat tata surya itu.

Dikutip Dream dari laman space.com, Senin 19 Oktober 2015, ukuran lubang itu sangat besar. Sekitar 50 kali ukuran Bumi. Bagian lapisan teratas matahari yang “ berlubang” itu terlihat hitam daripada bagian di sekitarnya.

Fenomena yang terekam kamera satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Solar Dynamics Observatory, pada 10 Oktober itu disebut sebagai “ lubang korona”. Para ilmuwan mengklaim fenomena yang dipotret gelombang panjang ultraviolet itu belum pernah terlihat oleh manusia.

Para ilmuwan mengatakan, lubang ini memungkinkan terjadinya pelepasan materi coronal yang juga disebut sebagai angin surya super cepat. Kecepatan partikel itu bisa mencapai 800 kilometer perdetik. Fenomena ini memicu terjadinya aurora, yang terlihat di langit Bumi –terutama bagian utara– dalam beberapa malam.

Tapi tenang saja, para ilmuwan menyebut fenomena ini tak membahayakan manusia. Sebab merupakan fenomena wajar yang kerap terjadi dalam siklus 11 tahunan matahari.

Hanya saja, fenomena ini kemungkinan bisa memengaruhi beberapa navigasi satelit dan sinyal radio komunikasi. 

1 dari 3 halaman

Badai Matahari Super Ancam Bumi, Tinggal Tunggu Waktu

Dream - Seorang ilmuwan memperingatkan terjadinya badai matahari super yang dapat mengancam kehidupan di muka bumi. Badai tersebut disebabkan oleh letusan luar biasa di permukaan matahari yang dampaknya bisa sampai ke bumi.

Badai matahari super ini akan mendatangkan malapetaka di muka bumi, terutama sistem komunikasi dan pasokan energi, termasuk listrik. Sarana transportasi terancam lumpuh. Demikian pula pasokan obat-obatan.

" Tanpa energi, masyarakat akan bersaing untuk mengisi bahan bakar di stasiun bahan bakar, mengambil uang cash atau membayar secara online," kata ilmuwan Ashley Dale dikutip Dreamdari Daily Mail, Jumat 1 Agustus 2014.

" Air dan pembuangan kotoran akan terpengaruh juga, yang berarti epidemi kesehatan di wilayah perkotaan akan terancam dengan penyakit yang kita pikir telah hilang berabad silam akan kembali," tambah peneliti yang tergabung dalam Satuan Tugas Internasional yang disebut dengan nama Solarmax--bertugas mengidentifikasi risiko badai matahari. 

Badai matahari super ini disebabkan letusan yang disertai dengan coronal mass ejections atau CMEs. CMSe merupakan peristiwa paling enerjik dalam tata surya, termasuk gelembung raksasa yang mengandung medan plasma dan magnet yang dilontarkan dari permukaan matahari ke luar angkasa.

Peristiwa ini sering didahului oleh solar flare atau lidah matahari--pelepasan energi matahari dalam bentuk sinar gamma, sinar-X, proton dan elektron. Badai matahari super akan terjadi jika medan magnet yang terkandung dalam CME cukup untuk menyelubungi bumi.

Peristiwa itu akan menyebabkan lonjakan besar arus listrik di tanah dan jalur transmisi. Sehingga terjadi pemadaman listrik secara meluas dan merusak peralatan listrik. Peristiwa ini disebut blackout.

Dale, yang menempuh program doktor teknik kedirgantaraan di Universitas Bristol, mengatakan terjadinya badai matahari super itu tinggal menunggu waktu, sebelum badai matahari terdorong hingga ke bumi.

Badai matahari terbesar sepanjang sejarah terjadi pada tahun 1859 yang dikenal dengan peristiwa Carrington Event. Nama itu diambil dari astronot Inggris yang berhasil melihat lidah api sebelum terjadi badai matahari.

CME yang dilepaskan dalam peristiwa tersebut sekitar 1022 kJ atau setara dengan 10 miliar bom yang meledak di Kota Hiroshima. Peristiwa itu juga disertai lontaran partikel menuju ke arah bumi dengan kecepatan lebih dari 3.000 kilometer perdetik.

Namun, dampak terhadap manusia kala itu masih relatif ringan. Sebab, perangkat elektronik saat itu masih belum sebanyak sekarang. Kala itu, jaringan telegrap tidak lebih dari 200.000 kilometer.

Dale menyebut peristiwa seperti itu tidak bisa dihindarkan lagi. Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, telah memprediksi bahwa bumi rata-rata berada pada situasi seperti peristiwa Carington setiap 150 tahun sekali.

Jika demikan prediksinya, peristiwa badai matahari super seperti Carington tersebut seharusnya terjadi lima tahun yang lalu. Dan kemungkinan peristiwa seperti itu akan terjadi pada dekade berikutnya.

2 dari 3 halaman

Hanya Ada 12 Jam Selamatkan Bumi dari Badai Matahari

Dream - Badai matahari masih menjadi ancaman bagi kehidupan di Bumi. Pemadaman listrik secara massal, kerusakan satelit, dan lumpuhnya transportasi, menjadi dampak yang ditimbulkan.

Yang lebih buruk lagi, Coronal Mass Ejection [CME] atau lontaran massa korona akibat badai matahari diprediksi menuju ke arah Bumi dalam waktu singkat. Hanya dalam hitungan jam.

Dikutip Dream dari laman The Guardian, Jumat 31 Juli 2015, dokumen dari Kantor Kabinet Inggris menyebut hanya ada waktu 12 jam untuk melakukan peringatan dan bersiap memghadapi bencana yang ditimbulkan oleh badai matahari seperti itu.

Kemungkinan terburuk itulah yang mendasari Strategi Kesiapsiagaan Cuaca Luar Angkasa Pemerintah Inggris untuk mengembangkan panduan  menguraikan apa saja yang harus dilakukan jika menghadapi badai matahari besar.

Laporan itu menyebut skenario terburuk dari badai matahari adalah CME. Dalam kasus badai matahari seperti itu, aorora plasma yang mengelilingi Bumi akan koyak. Jika sudah demikian, maka partikel berenergi tinggi dan sinar-X akan terlontar ke arah Bumi.

Pengembangan strategi kesiapsiagaan itu dilakukan setelah para ilmuwan mempelajari peristiwa Carrington, kala lontaran massa korona besar,  menerjang Bumi pada 1859. " Secara umum, semakin cepat lontaran, semakin besar potensi dampaknya," demikian kutipan laporan tersebut.

" Carrington event, misalnya, menuju ke Bumi dalam waktu 18 jam. Oleh karena itu skenario terburuk hanya ada waktu 12 jam dari pengamatan hingga pada dampaknya."

Laporan ini memprediksi, jika peristiwa itu terjadi pada era yang sudah modern ini, maka akan menyebabkan pemadaman listrik secara luas dan gangguan satelit komunikasi. Para peneliti mengatakan badai matahari akan berdampak pada sistim GPS dan radio komunikasi frekuensi tinggim, yang akan menyebabkan gangguan pada kereta, kapal, dan pesawat terbang.

Para penulis laporan itu yakin untuk mengatasi fenomena ini, negara-negara harus mendesain infrastruktur keamanan, mengembangkan sistem peringatan yang cukup, dan punya prosedur kedaruratan. Laporan ini juga menyebut masih banyak yang harus dilakukan untuk mendorong sektor yang berpotensi terdampak badai matahari untuk mengadopsi langkah-langkah penanggulangan untuk memperkecil dampaknya.

" Persiapan diperlukan pada tingkat nasional, dengan dukungan kemampuan lokal untuk menghadapi dampaknya. Ini semua perlu koordinasi internasional," demikian laporan itu. 

3 dari 3 halaman

Geger Wanita Menjual Matahari

Dream - Perjanjian internasional memang melarang sebuah negara mengklaim kepemilikan atas matahari maupun benda-benda langit lainnya. Namun, itu tidak berlaku bagi Maria Angeles Duran. Perempuan asal Vigo, Spanyol, ini mengklaim memiliki matahari. Klaim kepemilikan itu dinyatakan pada 2010 silam.

Tak hanya mengklaim. Duran kala itu berujar akan menarik bayaran kepada semua orang atas segala pemanfaatan matahari. Yang lebih luar biasa lagi, klaim Duran itu diakui oleh pengadilan Spanyol. Dan itu benar-benar terjadi. Nyata. Meskipun hingga kini tak ada satupun orang di muka Bumi ini yang menerima tagihan dari Duran.

Aksi Duran tak sampai di situ. Ambisi bisnisnya terus meletup. Sehingga baru-baru ini dia menawarkan kavling di permukaan matahari ke laman eBay. Satu meter persegi dia tawarkan 1 Euro atau sekitar Rp 15 ribu.

Namun sayang, akun Duran diblokir oleh eBay akibat menawarkan matahari. Diblokir, perempuan 55 tahun ini tak terima.

Dia menggugat eBay ke pengadilan dan meminta eBay membayar 10 ribu Euro atau sekitar Rp 150 juta. Duran menganggap eBay telah mengambil komisi darinya, namun tak mengizinkannya menerima pembayaran dari mereka yang membeli benda angkasa yang dia jual.

Mendapat gugatan itu, eBay berusaha menyelesaikan masalah ini di luar ranah hukum. Namun Durat tak mau menyelesaikan kasus ini, kecuali di jalur hukum. Apalagi, pengadilan di Kota Madrid menyatakan Duran berhak menyeret eBay ke pengadilan.

Pada 2010 silam, saat pertama kali mengklaim kepemilikan atas matahari, Duran menyatakan klaimnya ini didasarkan pada hukum. " Saya tidak bodoh, saya tahu hukum," ujar Duran kala itu.

Duran menggunakan celah yang ada pada " Perjanjian Antariksa" yang menyatakan tidak ada negara yang mengklaim berdaulat atas benda langit. Menurut Duran, dirinya tak termasuk dalam perjanjian itu, sebab bukan negara.

Perjanjian tersebut hanya berlaku bagi negara-negara di dunia. Sehingga sebagai individu, Duran merasa berhak menyatakan klaim atas benda langit, termasuk matahari.

Banyak orang mengabaikan klaim Duran ini. Banyak yang berpikir siapa pula yang akan membeli tanah di matahari. Selain jaraknya berjuta-juta mile, pasti di sana tak ada penghuninya. Walaupun ada yang nekat ke sana, pasti tidak akan sampai, karena sangat jauh jaraknya. Dan yang nekat mendekat matahari, pastilah leleh di tengah jalan karena terbakar.

Banyak orang boleh saja mencibir Duran. Tapi lihatlah klaim perempuan yang dianggap aneh ini. Meski penawaran ini terlihat aneh, nyatanya Duran mengklaim bahwa penawaran yang dipasang di eBay itu ada pula penawarnya. Jumlahnya tak sedikit. Dia mengklaim mendapat 600 order dengan nilai 1.200 Euro. Jika dirupiahkan sekitar Rp 18 juta. (Ism, Sumber: The IndependentMetro.co.uk, Kamis 4 Juni 2015)  

Beri Komentar