Mas Sopacua (Liputan6.com)
Dream - Politisi senior Partai Demokrat, Max Sopacua, meninggal dunia pada Rabu, 17 November 2021 sekitar pukul 05.53 WIB. Dia menghembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta.
" Papa dirawat di RSPAD selama 17 hari, Papa meninggal karena sakit paru-paru," ujar anak Max, Ferro Sopacua.
Ferro mengatakan Max didiagnosis dokter dengan sakit paru-paru. Namun, ada dugaan terkena kanker.
" Awalnya dirawat selama 14 hari di RSUD Kota Bogor sebelum dirujuk ke RSPAD, sakit di paru-parunya diduga kanker," kata dia.
Max mengawali karier bukan dari jalur politik melainkan jurnalis. Dia merupakan penyiar berita olahraga di TVRI yang cukup tersohor di era 1980-an hingga 1990-an dan produser di Lembaga Penyiaran Publik tersebut antara tahun 1985-2002.
Sejumlah acara olahraga yang pernah diproduseri Max seperti Olimpiade Seoul 1988, Olimpiade Atlanta 1996, Piala Dunia FIFA 1998, SEA Games 1999, dan Olimpiade Sidney 2000.
Dia juga aktif di Komite Olahraga Nasional Indonesia pada 1990-2001. Tak hanya itu, dia juga tercatat sebagai anggota Asia-Pacific Broadcasting Union.
Pada 2002, Max mulai meniti karier di dunia politik dengan bergabung bersama Partai Demokrat. Kala itu, dia didapuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat 2002-2005.
Di Pemilu 2004, Max terpilih sebagai anggota DPR dari Fraksi Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Barat IV meliputi Kabupaten dan Kota Bogor. Pada periode 2004-2009, dia ditugaskan di Komisi IX dan menjadi Wakil Ketua Komisi pada 2005-2007, dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda