Menag Tak Beri Dispensasi Mudik Untuk Santri: `Kami Mohon dengan sangat Hormat`

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 29 April 2021 10:47
Menag Tak Beri Dispensasi Mudik Untuk Santri: `Kami Mohon dengan sangat Hormat`
Gus Yaqut menegaskan para santri tetap dilarang mudik pada 6-17 Mei 2021.

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan larangan mudik Lebaran berlaku untuk semua golongan. Pemerintah tidak akan memberlakukan dispensasi mudik bagi para santri yang hendak pulang dari tugasnya belajar.

Gus Yaqut menjelaskan larangan mudik diambil untuk menjaga keselamatan jiwa bersama dari ancaman Covid-19. Dia mengakui kebijakan ini sulit diterima terutama oleh kalangan pesantren yang sudah berakhir masa pembelajarannya.

" Kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orangtua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19," ujar Gus Yaqut melalui keterangan tertulis.

Gus Yaqut mengatakan potensi lonjakan Covid-19 di Indonesia sangat tinggai saat Lebaran. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah berikhtiar dengan membuat kebijakan pengetatan maupun pelarangan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Dia berharap masyarakat termasuk para santri memahami larangan mudik Lebaran tahun ini. Terlebih, mudik bagi santri bukanlah soal ringan.

" Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus," kata Gus Yaqut.

1 dari 4 halaman

Bahaya Besar di Balik Mudik

Bahaya lebih besar, kata dia, mengancam jika santri sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. " Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai," ucap Gus Yaqut.

Upaya mengontrol santri saat di rumah juga bukan hal yang mudah. Sebab jumlah santri tak sebanding dengan petugas yang ada.

Di sisi lain, upaya pemulangan santri ke ponpes usai Lebaran juga memunculkan persoalan yang tak kalah ringan. Santri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, karantina dan sebagainya sebelum benar-benar bersih dari virus.

" Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet," kata Gus Yaqut.

Meledaknya kasus Covid-19 seperti di India dan Thailand beberapa hari terakhir juga harus menjadi pelajaran berharga. Gus Yaqut kembali mengingatkan hukum mudik adalah sunah dan menjaga kesehatan diri adalah wajib.

" Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya Pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19," terang dia.

2 dari 4 halaman

Tidak Ada Mudik, Lebaran 2021 di Rumah Saja

Dream - Selalu buka puasa, baju baru, tradisi di masyarakat yang sangat melekat selama Ramadan adalah mudik ke kampung halaman. Hampir semua orang rela menghabiskan waktu dan perjalananan beratus kilometer untuk bisa merayakan Lebaran bersama orang tua.

Dengan pulang ke kampung halaman, momen Lebaran pun makin terasa hangat karena dapat berkumpul dengan sanak keluarga.

Tapi momen paling dinantikan itu harus tertunda kembali di tahun ini. Pemerintah telah menetapkan meniadakan kegiatan mudik untuk Lebaran 1442 Hijriah ini. Tradisi ini harus terhenti sementara karena masih adanya pandemi Covid-19 dan tingginya kasus baru. 

Berkaca pada pengalaman libur Natal dan Tahun Baru yang lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, terjadi kenaikan kasus konfirmasi positif COVID-19. Alasan kedua adalah jumlah tenaga medis yang meninggal dunia cukup banyak.

“ Bahkan, kematian tenaga kesehatan lebih dari 100 orang,” kata Budi Karya, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Alasan peniadaan program mudik Lebaran kali kedua juga dipicu terjadinya lonjakan kasus yang drastis pada Januari dan Februari 2021. Faktor lainnya adalah orang tua yang akan dikunjung umumnya sudah Lanjut Usia (Lansia) yang artinya masuk kategori berisiko tinggi tertular COVID-19.

“ (Terakhir), negara-negara maju pun ada kenaikan signifikan, seperti di India dan beberapa negara di Eropa,” kata dia.

Melihat penyebaran virus COVID-19 yang makin bergerilya, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk meniadakan arus mudik yang pelaksanaanya diperluas menjadi 22 April kemarin sampai 22 Mei 2021 mendatang.

“ Kami sarankan tidak meneruskan rencana mudik. Tinggal di rumah,” tegas Budi Karya.(Sah)

3 dari 4 halaman

Viral Foto Penumpang Sembunyi di Bagasi Demi Bisa Mudik

Dream - Sejak 24 April 2020 diterapkan kebijakan pelarangan mudik. Para pekerja di kota dilarang untuk kembali ke kampung dengan transportasi apa pun demi mengurangi penularan Covid-19.

Rupanya masih ada yang membandel dan berusaha untuk pulang ke kampung dengan berbagai cara. Sebuah unggahan foto viral di Twitter yang memperlihatkan para penumpang duduk di bagasi bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Para penumpang ini berusaha bersembunyi agar bisa mengelabui petugas. Pasalnya, jika dilihat petugas terdapat penumpang di dalam bus, maka langsung diminta putar balik dan dilarang masuk ke perbatasan tol.

Nekat Mudik© Twitter

Awalnya foto ini diunggah oleh akun @saeval, dalam keterangan foto tertulis kalau gambar itu diambil di kawasan Ciledug. Akun tersebut kemudian dikunci dan diunggah lagi oleh akun @akurommy.

4 dari 4 halaman

Kronologi

Dari unggahan @akurommy rupanya ada yang memberi penjelasan. Sebenarnya penumpang sendiri yang meminta untuk duduk di bagasi, mereka juga tak mau putar balik. Hal ini agar bus tetap bisa berjalan.

Menurut penuturan akun @JonWiraHutama selepas pos penyekatan, penumpang kembali naik ke tempat duduk dan bus jalan menuju Yogyakarta.

" Bahkan dari PT bus tersebut ada refund beberapa % dari harga tiket dan sebenarnya seluruh penumpang sudah membawa kartu sehat," tulisnya.

Beri Komentar