Ibu Rela Mengemis Beras demi Anak Tersayang

Reporter : Ayik
Jumat, 3 Oktober 2014 18:00
Ibu Rela Mengemis Beras demi Anak Tersayang
Ibu menceritakan mengapa beras yang ia berikan tidak sama jenisnya. Pengakuan ibu mendapatkan beras ini saat mengemis di kampung sebelah, membuat pengawas meneteskan butiran air mata.

Dream - Perjuangan seorang ibu tak akan ada yang dapat menandinginya. Kisah mengharukan datang dari seorang ibu yang memiliki anak laki-laki. Kepergian sang ayah, membuat ibu harus berjuang demi menghidupi anaknya.

Tibalah hari pertama masuk sekolah. Anak kesayangannya itu kini duduk di sekolah menengah atas. Setiap bulannya, murid-murid diwajibkan membawa satu kantong beras yang akan diberikan pada kantin sekolah.

Penyakit rematik yang dialami sang ibu memaksa berhentinya ibu dari pekerja sebagai buruh tani. Kondisi yang tak lagi memungkinkannya melakukan aktivitas di sawah. Untuk berjalan saja, ibu merasa sangat kesulitan. Melihat kondisi ibu, anaknya merasa sangat tak tega hingga ia memutuskan untuk berhenti sekolah. Namun keputusannya itu ditolak dan membuat sang ibu marah besar.

Oleh si ibu, dibawanya satu kantong beras ke sekolah. Pengawas di sekolah yang bertugas menyalurkan beras menolak beras pemberian ibu. " Kami tidak bisa menerima beras ini, bu" , kata pengawas. " Tolonglah terima beras ini" , ucap ibu sambil memohon.

Bukan hanya sekali, ibu mendapat penolakan saat memberikan beras. Hingga bulan ketiga beras itu masih ditolak. Alasannya beras itu beras campuran. Akhirnya ibu menceritakan mengapa beras yang ia berikan tidak sama jenisnya. Pengakuan ibu membuat pengawas meneteskan butiran air mata.

" Maaf, saya mendapatkan beras ini saat mengemis di kampung sebelah, dibantu tongkat penyanggah ini saya menelusuri kampung sebelah. Hal itu yang membuat mengapa beras yang saya berikan tak sama jenisnya" , ungkapnya.

Pengakuan ibu akan perjuangannya memberikan sumbangan beras. Membuat kepala sekolah memberikan sebuah beasiswa bagi anak laki-lakinya hingga lulus dan berhasil masuk perguruan tinggi Qing Hua dengan nilai 627 point.

Perjuangan ibu demi membahagiakan anak laki-lakinya mendapat apresiasi yang luar biasa. Ingatlah! kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan.

Penasaran dengan kisah perjuangan ibu yang mengemis beras? Yuk simak kisahnya di sini http://bit.ly/YVuHcW

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar