Mengenal Azoospermia, Pemicu Kemandulan Pria

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 7 Juli 2017 19:39
Mengenal Azoospermia, Pemicu Kemandulan Pria
Produksi air mani normal dan cukup banyak, tetap ternyata saat diperiksa tidak terdapat sel sperma di dalamnya.

Dream - Kehamilan tak kunjung terjadi pemicunya bisa jadi banyak hal. Salah satu yang tak banyak diketahui adalah azoospermia, yaitu kondisi tidak terdapatnya sel sperma di cairan mani. Produksi air mani normal dan cukup banyak, tetap ternyata saat diperiksa tidak terdapat sel sperma di dalamnya.

Kondisi tersebut tentu saja tidak akan membuat kehamilan terjadi. Secara kasat mata, cairan semen yang dihasilkan oleh penderita azoospermia sama seperti cairan semen yang dihasilkan oleh pria normal. Akan tetapi jika diteliti dengan jelas, maka cairan semen dari penderita azoospermia tidak mengandung sel sperma seperti yang seharusnya.

" Azoospermia seringkali dianggap sebagai faktor kemandulan dari pria, karena pasangan dengan suami yang menderita azoospermia sulit untuk mendapatkan buah hati. Kondisi azoospermia bisa terjadi karena dua hal, yakni adanya ganguan pada proses menghasilkan sel sperma (non obstruktif azoospermia), atau karena adanya penyumbatan pada saluran keluarnya sperma (obstruktif azoospermia)," ungkap dr Ivan Sini, dokter infertilitas dari Bunda Morula.

Gangguan atau masalah pada proses produksi sperma (non obstruktif azoospermia) bisa diakibatkan oleh beberapa hal, seperti masalah hormonal, genetik, gaya hidup tidak sehat (merokok, alcohol, penggunaan obat terlarang, dsb.), kegagalan testis, serta varicocele (varises pada organ vital pria).

Sementara penyebab azoospermia obstruktif adalah kelainan kongenital (tidak adanya saluran vas deferens, sumbatan pada saluran epidydimis) atau kelainan yang didapat (karena infeksi, vasektomi dan disebabkan tindakan medis pada saluran reproduksi seperti operasi penurunan testis / orchidopexy , operasi hernia / herniotomy).

Untuk mengetahuinya harus dilakukan sederet pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, tes hormon (FSH, LH dan testosteron) dan biopsy (mengambil sampel testis). Dari pemeriksaan tersebut hasilnya akan menentukan tindakan yang akan diambil oleh dokter. Informasi selengkapnya baca di sini.

 

Beri Komentar